
" tuan"
" kamu.....!
mereka saling menatap tanpa merubah posisi sungguh moments yang sangat romance begitupun dengan Bu Wulan yang nampak khusuk melihat tuan mudanya bersanding
setelah lama mereka pun tersadar
" sedang apa kau disini ? tanya nya datar sejujur nya jantung nya bergemuruh dasar nya aja albern kaku.
" saya emm,sa saya sedang bermain" jawab nya cengo
" bermain? tanya nya bingung bahkan alis sebelah nya terlihat menaik.
" tentu saja tuan " jawab nya sambil tersenyum paksa " lalu tuan sendiri ? tanya nya lagi
" hiss....dasar" dengus nya tanpa menjawab dia malah pergi maurell nampak kebingungan dan memilih menanyai Bu Wulan namun ketika maurell menanyai Bu Wulan albern berhenti berjalan membalik kan badan ke arah Wulan dengan memberi kode melambai seperti nya Bu Wulan mengerti
" Bu Wulan ? emh apa Bu Wulan mengenali tuan itu? tanya nya ragu
" ehh non ayo kita ke dalam nyonya besar sedang menunggu" ajak nya mengalih kan pembicaraan.
lalu maurell mengangguk
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" mam,pah " panggil albern
Abraham dan Saras menoleh
" sayang kau sudah pulang " sambut mama senang
" sudah siap rupanya anak kita " goda papa
" huh,tidak hanya saja aku ingin pulang! albern nampak celingak-celinguk terlihat mencari sesuatu
" apa yang kamu cari nak ? tanya mama
" ah aku hanya mencari bu Wulan buat bikinin kopi," alasan nya.
mama seperti nya tau gelagat putra nya hanya tersenyum hambar.
" mah apa mama sudah menanyai albern tentang putri nya tuan Jodie ? tanya papa tiba tiba ingatan albern menuju kepada cerita maurell "paman Jodie " batin nya
" oh iya hampir lupa " kata mama.
" kenapa ma ? tanya albern penasaran
__ADS_1
" emh putri teman mama loh teman bisnis papa juga dia namanya....." belum juga terlanjut ucapannya di hentikan oleh panggilan Wulan
" nyonya...di atas tidak ada pakaian ganti untuk nona ! tanya nya
semua mata mengarah ke pada nya
" oh iya saya hampir lupa ! kata Saras
" ya ampun mama" omel papa.
" dimana nona mu? tanya papa dan mama.
" di atas nyonya ! jawab Wulan sopan.
" heyy siapa yang kalian maksud nona ? tanya albern pura pura
Wulan membatin " huh tuan muda bisa saja tadi aja berpelukan " sambil menatap albern
nyonya Saras tersenyum simpul lampu hijau menyala pikirnya.
" ada deh ! goda mama.
" panggil dia kesini lan " suruh mama lagi
" baik Bu.
di kamar maurell.
tok...tok..tok...
" masuk " jawab maurell
" nyonya di suruh turun oleh tuan dan nyonya " ajak nya sopan
" baik lah nona! eh ...
" maurell ! jawab maurell
" iya maurell..
dibawah nampak menunggu kedatangan maurell dengan tidak sabar entah kenapa bagai orang istimewa Albern hanya memainkan ponsel nya tak peduli mata maurell terkesiap melihat albern tuan nya disana " jangan takut nona! bujuk Wulan yang sudah tahu situasi nona muda itu.
" tolong jelaskan !
" biar para tuan rumah ini yang menjelas kan nona" jawab nya sambil tersenyum menggoda.
" baikalah..
setiba nya di bawah lebih tepat nya di kerumunan tuan tuan rumah itu semua menyambut dengan senyuman hangat.
" cantik nya mama" maurell kaget dengan sebutan itu namun dia canggung ingin menyangkal jadi dia hanya tersenyum.bahkan maurell tidak ada keberanian menatap wajah tampan albern
" mama tidak ingin memperkenalkan padaku gadis manis ini" goda albern sambil mengintip ekspresi maurell yang sedang menggigit bibir nya gugup
" hah pah apa mama tidak sedang bermimpi ?sambung goda mama nya sejujurnya labern malu kemana harga dirinya selama ini.
" astaga seperti nya putra kita sudah ingin menikah " tambah papa yang juga menggoda.
" Al...kau harus punya keberanian untuk memulai nya" kata mereka bersamaan membuat albern mengumpat kesal apalgi maurell dari hati nya menyumpah serapahi situasi ini
" ibu tadi manggil daya ada apa ? tanya maurell memecah ke gugupan nya.
" oh iya, kamu tidak memiliki baju kan ? ayok ikut mama ke kamar" ajak nya " mama pinjemin baju mama sementara kamu gak ada ya" ajak nya sambil menggenggam tangan mungil maurell dan membawa nya ke kamar
__ADS_1
Saras menyodorkan sebuah baju dress berwarna putih se lutut panjangnya serta lengan panjang
" wahh pass! mata Saras berbinar binar melihat ciptaan Tuhan di depan mata nya begitu sempurna.
" kau cantik hampir mirip dengan teman kecil saya! ungkap nya entah siapa teman nya itu maurell hanya tersenyum manis menambah ke cantikan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
setelah berganti pakaian maurell kembali keluar bersama bu Saras terlihat di ruangan itu hanya ada tuan abraham sedang duduk jam menunjukan pukul 18 : 23 nyonya Saras mulai menyiapkan persediaan buat nanti makan malam yang nanti katanya akan datang tamu putri teman nya.
maurell juga tidak diam dia bahkan lebih cekatan dari pelayan pelayan di sana sesekali nyonya Saras melarang namun maurell tetap memaksa para pria hanya duduk manis toh mereka merasa di layani kan.
"apa kamu pintar memasak di rumah ? tanya nyonya Saras terus melihat kegiatan maurell mengaduk sup yang di masak nya maurell tersenyum malu dan akhirnya mengangguk
" benarkah ?
" iya Bu,bahkan saya yang masak di rumah untuk mereka " jawab nya setelah sadar dengan ucapan nya maurell membungkam
" astaga! batin nya
" apa maksud mu ? tanya nyonya Saras
" maksudku aku sering melayani orang tua ku Bu" bohongnya.
" baik lah Atos sajikan ke ruang makan ! titah nyonya Saras ke seluruh pelayan
di meja makan makanan sudah tertata rapi dan menggugah selera entah mengapa masakan kali ini terlihat lezat bahkan wanginya sangat menyengat hingga siapapun yang menciumnya akan merasa lapar,begitu pun albern sesekali mengendus.
" kalian tau ini sepecial masakan gadis cantik ini jeng jeng...." heboh nyonya Saras Abraham hanya menggeleng dan tersenyum
" aku mau makan sekarang ! sontak kata kata albern membuat mata melirik ke arah nya
" wah wah wah...putraku, terhipnotis oleh masakan putriku" celetuk nyonya Saras cengengesan dan gelak tawa Abraham
" ibu...." ucap maurell pelan nyonya Saras hanya tersenyum nakal.
tiba tiba
TING....TONG ... bell dari pintu rumah
" pasti tamu nya datang " ucap nyonya Saras
semua memandang ke arah nyonya Saras kecuali abraham.
**bersambung
__ADS_1
like coment and vote thank you 🙏**