
semua memandang nyonya Saras terlihat begitu penasaran kecuali tuan abraham yang nampak biasa saja karena sudah mengetahui nya.
nyonya Saras sangat gembira dia menyuruh wulan membuka kan pintu nya.
" nyonya ada tamu untuk anda" jelas Bu Wulan
" baiklah bawa dia kesini " jawab nya tenang
" ma apa mama sudah membicarakan ini kepada albern" bisik tuan abraham
namun tak di gubris nya mata nya terfokus ke objek yang dia tuju kali ini
semua mata mengarah ke arah seorang gadis yang sedang tersenyum cerah
" selamat malam semua" sapa nya tak luput dari senyuman maurell yang tadi menunduk langsung berpaling menatap nya begitu pun juga albern tadinya sibuk memain kan ponsel nya kini menoleh namun tatapan nya tetap saja datar setelah itu kembali memainkan ponsel nya
" malam sayang,sini duduk nak kita sudah nunggu dari tadi lho" kata nyonya Saras
senyuman yang tadi terpancar kini hilang setelah dia melihat seseorang yang tak asing baginya badan nya gemetar wajah nya terlihat pucat.apalagi saat melihat albern duduk di sebelah maurell begitu pun maurell yang nampak terkesiap melihat orang yang ia kenal
" maaf tangte, jawab nya pura pura senyum padahal hati nya bergejolak memendam dendam." awas aja kau" batin nya geram
" nah ini yang mama mau kenalin ke kamu Al" ucap nyonya Saras tiba tiba bahkan albern merasa kaget bukankah yang mau di kenal kan mama itu maurell pikirnya dia hanya diam merasa bingung dengan gelagat mama nya apakah ini jebakan albern memandang mamanya dan maurell secara bergantian.
" ayok sini duduk kok berdiri aja sebentar lagi makan malam nya di mulai kita sudah lapar" ajak nyonya Saras ada tatapan yang perasaan aneh dari albern dia sempat melihat tatapan maurell dengan wanita itu " ada apa dengan mereka ?
" ayok kenalkan gadis cantik ini namanya ines " heboh mama nya sambil tersenyum senang
" dan ines itu putra tanteu kamu tau kan! katanya dan ines mengangguk
tatapan albern tak lepas dari wajah maurell hingga sang empu nya merasa risih dan memilih bicara memberanikan diri agar tidak terlalu tegang.
" emh halo nona ines! sapa maurell dan tatapan sinis ines kembali menusuk
" hai" singkat nya " siapa kamu? apa kamu pegawai baru ? sodara ? katanya blak balkkan bahkan dia bertanya tak sadar tatapan mata menyerang
" jika dia disini berarti dia bukan pelayan nona ines! sela albern dengan penuh penekanan entah mengapa dia tidak suka dengan ucapan nya.
__ADS_1
" iya ines,maaf om nyela tapi tak sepantas nya kamu bicara seperti itu sebelum bertanya pada kami " tambah tuan abraham berusaha tenang
" maaf...saya!
" sudah sudah ayo kita mulai makan malam nya" ucap nyonya Saras menengahi.
maurell hanya menunduk merasa tersentuh hati nya dia merasa sampah disini bagaimana tidak dia disini hanya menumpang bahkan dia tak berani mengangkat wajah nya albern merasa iba begitu pun tuan abraham
" ekkhmmm..." dehem albern memecah keheningan" sup nya lezat sekali ma" kata nya tiba tiba maurell dengan cepat mengangkat wajah nya menatap albern yang sedang lahap makan nyonya Saras menoleh kepada maurell dan tersenyum " tentu saja yang masak juga gadis cantik" jawab mama nya menggoda
maurell tersipu dan kembali menunduk.
" benarkah ? kata albern pura pura polos menatap maurell meminta jawaban maureell hanya mengangguk ragu
situasi ini jelas membuat ines muak rahang nya mengeras hatinya bergejolak panas sangat ingin menghantam sodara angkat nya itu.
" uhukkk uhukk..uhukk..." ines berpura pura batuk untuk menghancurkan suasana manis barusaja dia saksikan
" minum dulu nak,hati hati ya makan nya! nyonya Saras menasihati dan memberinya minum.
" iya ayok lanjutkan lah makan mu" semua terlihat tak memperdulikan ines dalam hatinya ines menyumpah serapahi.
setelah selesai acara makan malam nya maurell terlebih dulu ingin pamit pulang karena dia merasa tidak enak terhadap keluarga ini terlebih lagi saat kedatangan ines
dia merasa tidak memiliki harga diri.
saat itu nyonya Saras sedang bercengkrama dengan ines dan juga tuan abraham terlihat begitu jelas kedekatan mereka membuat maurell merengut ketika maurell ingin berpamitan bersamaan dengan albern yang juga baru sampai menuruni tangga untuk ikut bergabung maurell hanya melorik albern di belakang nya saja dan tersenyum singkat lalu kembali ke arah nyonya dan tuan abraham tatapan ines kembali sinis tatkala melihat wajah maurell.
" Tante seperti nya ada yang ingin berbicara dengan Tante" ucap ines tiba tiba sedikit sinis namun mencoba untuk ramah.
" ah maurell...ada apa nak ? kenapa kau belum tidur ? tanya nya antusias " ayok duduk lah.
albern juga menghampiri dan duduk memilih dekat dengan papa nya.
" bicaralah ? kata mama nya saat situasi sudah tenang semua mata bersitatap kearah nya seolah penasaran
" saya ingin pamit pulang..." ungkap nya pelan
__ADS_1
" kenapa pulang" jawab nyonya lesu
" iya maurell kenapa kau tidak menginap saja nak?" tambah tuan abraham juga terlihat sedih
" saya tidak apa apa hanya saya ingin pulang saya tidak ingin merepot kan kalian semua" jelas nya menunduk
albern seperti sedang menahan kata kata nya dia sebenar nya ingin ikut bicara dan menolak tawaran maurell namun diurung kan nya karena gengsi.
" apakah orang tua mu tidak memberimu izin? tanya nyonya Saras
" tidak..!
tiba tiba ....
" dia tidak tinggal bersama orang tua nya" suara yang dilontarkan albern membuat perhatian semua orang bagaimana tidak semua rumah tidak tau akan hal itu tetapi albern yang baru bertemu itu sudah tahu duluan ada yang aneh kan.
" what do you Mean ? tanya tuan abraham
Abraham sadar dari ucapan nya bisa bisanya di dia bicara begitu tak bisa mengontrol situasi.
begitu juga ines yang nampak gelisah pikiran nya berkecamuk
" apa mungkin maurell menceritakan semua nya? batin nya.
" albern....??? tanya nyonya Saras
" iya ? jawab albern santai
maurell begitu kesal dengan tingkah albern yang tak bisa tutup mulut bagaimana jika mereka mencurigai nya bahkan maurell mengingat mereka pernah menginap satu apartemen
" jelaskan ! pinta tuan abraham
...
bersambung...
folow me thank you
__ADS_1