Love Sparkling

Love Sparkling
Gue kan emang pinter


__ADS_3

"••• Cita-cita kan tidak harus terdengar bombastis, Agar yang mendengar berteriak histeris.


Bukan untuk itu Cita-cita diciptakan, Tetapi Cita-cita Adalah sebuah pencapaian.


Yang memberi kepuasan kepada Kita dan bukan Mereka •••"


 


 


"Vero coba kamu kedepan dan kerjakan soal nomer 3." Kata bu Anis guru matematika yang berhasil membuyarkan lamunan Vero.


Dengan sedikit terkejut Alvero maju kedepan dan melaksanakan apa yang diperintahkan bu Anis. dengan otaknya yang pintar dan cerdas Alvero dapat dengan mudah menyelesaikan Soal itu dengan benar.


"Bagus sekali, jawaban kamu benar. silahkan duduk kembali." perintah Bu anis.


"Baik bu, terima kasih." jawabnya singkat.


TRENG... TRENG... TRENG..


Bel tanda istirahatpun telah berbunyi Anak-anak serentak mengatakan 'hore...' dan sibuk dengen pekerjaan mereka masing-masing.


Ada yang ke kantin, membereskan buku, dan kegiatan lainnya. sedangkan Bu Anis hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Anak didiknya lalu pergi meninggalkan mereka.


saat itu Kelas 5 SD Doa Bangsa sangat gaduh tak terkecuali Vero dengan niat jahil terus memperhatikan Febi yang berjalan masuk dengan membawa beberapa makanan ringan dan sebotol Air mineral.


"Feb... awass!" teriak Vero sambil menengkas Febi sampai terjatuh lalu pergi mengambil langkah seribu.


"ALVERO FEBRIANSYAH!" teriak Febi nyaring.


"FEBIANA ADHA!" Balas Vero tak kalah nyaring dari teriakan Febi yang diiringi gelak Tawanya.


Febi yang tidak terima atas perlakuan Vero pun bangun lalu mengejar Vero.


aksi kejar-kejar an pun terjadi di antara keduanya.


"Heh cowok tengil berhenti!" Bentak Febi penuh amarah.


"Bodo amat." Ejek Vero sambil menjulurkan lidahnya.


Febi semakin marah karena tingkah Vero. Dia terus mengejar Vero menaiki Kursi satu ke kursi lainnya, dari meja satu ke meja lainnya. Ada yang bersorak mendukung Vero, ada juga yang bersorak Mendukung Febi. dan ada pula yang bersorak meneriakan warna celana dalam yang dikenakan oleh Febi.


"PINK WARNANYA PINK." teriak salah satu Siswa.


karena saking keselnya Febi tidak menghiraukan teriakan-teriakan mereka.


"Van mending kamu ke kantor deh panggil Bu siti." Kata briliant Atau dengan nama lengkapnya Aiden Briliant.


"Tapi Bril ini lagi seru." Jawab Evan yang masih setia menyaksikan pertujukan dikelasnya.

__ADS_1


"Van kamu kan ketua kelas seharusnya kamu tuh yang menertibkan kelas bukannya sebaliknya." Kata Briliant yang mulai geram dengan ketua kelas bobroknya itu.


"Ah kamu Bril. ya udah iya." Dengus Evan lalu pergi menuju Ruang guru. beberapa saat kemudian Evan datang. " Guyss Bu Siti mau masuk." Teriaknya sambil berlari dan menuju tempat duduknya.


Lalu semua siswa berhamburan menuju tempat duduknya masing-masing .


Benar saja tak lama setelah itu Bu siti datang dari balik pintu dengan senyum nya yang khas dan ramah.


Oh iya Bu siti Ini guru paling disukai oleh anak -anak kelas 5 selain ramah dan baik cara menyampaikan materinya pun sangat mudah untuk dipahami. Tapi itu bagi yang memperhatikan.


"Assalamualaikum.." sapa Bu siti.


"Waalaikum salam ibu." jawab anak-anak serempak.


"oh iya sebelum memulai pembelajaran, Ibu akan membagikan hasil ulangan pelajaran Ipa kemarin pasti kalian penasaran bukan siapa yang menjadi terbaik kali ini?" kata Bu siti penuh semangat.


"Wahh pasti Vero kan bu? Dia kan juara kelas!" kata kubu laki laki.


"gk mungkin pasti Febi kan Bu? secara Febi kan salah satu murid berprestasi juga." Kata Bella sahabatnya Febi.


"Ada dua orang nilainya pun sama. silahkan maju kedepan Alvero Febriansyah dan Febiana Adha." panggil Bu siti.


'huuuu...' Semua murid kelas 5 bersorak dan bertepuk tangan ketika nama Vero dan Febi dipanggil oleh Bu siti.


"Kalian berdua memang terbaik. pertahankan dan tingkatkan." Kata Bu siti dengan senyum rahamahnya.


"Ver keren banget gua bangga punya sahabat kayak kamu." Kata Briliant penuh semangat.


"kamu harus bangga dong punya sahabat kayak aku. udah ganteng, pinter lagi." jawabnya dengan tingkat PD yang udah melambung tinggi.


"Hadeuhh mulai deh PD tingkat dewanya kambuh." kata Briliant yang mulai malas dengan sikap Vero.


"sudah sudah. kita lanjutkan pembelajaran yang sempat tertunda."


"Baik Bu..." jawab mereka bersamaan.


2 jam pelajaran Ipa telah selesai Bel pun telah berbunyi.


"Baik anak-anak bel pulang sudah berbunyi. kalian langsung pulang jangan main kemana mana dulu." Kata Bu siti mengakhiri pembelajaran.


"iya bu.." Jawabnya bersamaan.


Lalu Bu siti dan siswa lainnya pun meninggalkan ruang kelas. kecuali Febi, Bella, Vero dan Briliant.


"kenapa bisa sama Gini si nilainya?" Grutu Febi yang tidak terima karena masih belum bisa mengalahkan Vero.


"Udah si Feb yang pentingkan nilai kamu seratus." Jawab Bella.


"Udah deh Aku kan udah bilang kalo kamu tu Feb gak mungkin bisa ngalahin Aku." Sambar Vero yang langsung disambut dengan tatapan tajam Febi.

__ADS_1


"HEH GAK USAH SOMBONG YA ULANGAN NANTI JUGA AKU BISA NGALAHIN KAMU KOK!" teriaknya dengan nada marah.


"Hahaha.. yayaya terserah liat aja nanti." tantang Vero dengan penuh keyakinan lalu pergi meninggalkan Febi dan Bella diikuti dengan Briliant.


"ehh ver kapan si persaingan dan pertengkaran Kamu sama Febi itu berakhir?" tanya Briliant.


"entah.. mungkin sampai Kita gak satu kelas bahkan gak satu sekolahan lagi?" jawabnya enteng.


"hadeuhh untung ya aku gak sepinter kalian jadi gak ada yang namanya persaingan." kata Briliant membanggakan dirinya.


"Dasar gk ada kemajuan." grutu Vero sambil menjitak kepala Briliant. "ehh cincau, Tadi nilai kamu berapa?" Tanya Vero.


"salah beberapa soal Jadi nilaiku 95." jawabnya sedikit kecewa.


"Ver kamu dijemput?" tanya Briliant.


"Iya kenapa emang?" jawabnya.


"Berarti Aku duluan ya."


"yakin gak mau bareng? bareng aja sekalian temenin aku disini." katanya.


"Yaudah deh." jawab Briliant. "Ver itu ada si Febi." sambungnya sambil menunjuk ke arah Febi dan Bella yang mulai mendekat ke arah mereka.


"Ada Nenek sihir." jeplak Vero asal ngomong.


Febi dan Bella tidak menggubris perkataan Vero ketika mobil jemputannya datang Febi dan Bella langsung pergi.


Disusul dengan Vero dan Briliant.


"mang anterin dulu Briliant kerumahnya ya."


"Baik den." jawabnya.


20 menit kemudian..


"udah sampe." kata Briliant. "makasih ya Ver Mang diman." kata Briliant sambil tersenyum.


"Iya Bril." Jawab Vero singkat.


Vero pun segera pulang kerumahnya. sesampainya dirumah dengan bangganya ia menunjukan hasil ulangan yang diperolehnya.


"Ade kakak emang terbaik." puji sang kakak


"Anak-anak papa sama mama emang pinter pinter."


"Kan Orang tuanya juga pinter pinter hehe." jawab Vero sambil nyengir kuda.


keluarga Vero memang terkenal pintar dan pandai. Ibunya bernama Siska selama disekolahnya dulu tidak pernah lepas dari tiga besar, begitu juga dengan Ayahnya yang sekarang menjadi pengusaha sukses. Kakanya dulu selalu juara 1 dan sekarang sedang menempuh pendidikan dokter semester 1. keluarga yang lengkap sekali.

__ADS_1


__ADS_2