
KRINGG.. KRINGG.. KRINGG..
"Febri bangun nak." Teriak bunda Vero membangunkan Anaknya.
'Hoammmm' Vero menarik kembali selimutnya Malas.
"Febri cepat bangun, teman kamu udah datang tuh katanya mau lari." Teriak budanya lagi.
PELETAKK
"Auuh, Sakit." Vero memegang kepalanya yang dijitak oleh seseorang.
"PREKEDEL BANGUNN.. KATANYA MAU LARI WOIII!" Teriak Brilliant nyaring.
"Berisik Cincaw." Kata Vero sambil menutup telinganya.
Brilliant cuman nyengir ngeliat Sahabatnya kesakitan sekaligus budek karenanya. "Jadi gak nihh?"
"Iya.. iya." jawab Vero lalu ngeloyor pergi. "Gue siap-siap dulu." sambungnya.
"Iyee, cepetan!"
Vero tidak menghiraukan peringatan dari sahabatnya. Dia masuk kemar mandi selang beberapa menit Vero keluar dengan Style khas Vero.
"Prekedel, cepet banget mandinya?" Tanyanya.
"Ngapain lama-lama, lagian mau lari kan percuma mandi juga nanti aja sekalian pulang dari lari." jawabnya enteng sambil memainkan rambutnya didepan cermin.
Mendengar perkataan sahabatnya Brilliant sontak melemparkan Bantal ke arah Vero "Dasar jorok."
"Bodo amat tetep ganteng ini kok." sahutnya lagi "Ayo buruan."
"GO..." jawab Brilliant.
07:00 WIB.
Sambil berlari Brilliant tak henti-hentinya berbicara. Vero yang mulai geram pun dengan sikap Brilliant Ia mengambil sarung tangannya.
"Bril.." panggil Vero.
"Apa?" jawabnya.
Vero pun menyumpal mulut Brilliant dengan sapu tangannya. "Udah diemm, jangan nyerocos mulu." katanya.
"Iuhhh.. ini sapu tangan bekas apaan Ver?" jawabnya menatap jijik sarung tangan itu.
Gelak tawa Vero pun pecah "wangi ya." katanya.
"Wangi pala lo kotak." Jawabnya Sewot sambil menjitak Kepala Vero. "Ver, liat deh." katanya sambil menghentikan kegiatan.
"Apa?" Jawabnya singkat.
Brilliant menunjuk seseorang "Itu Febi bukan si?" Tanya-nya.
Vero yang merasa penasaran-pun memfokuskan arah pandangannya ke orang yang dimaksud Brilliant.
"Ya terus apa hubungannya sama gue?" Jawabnya sewot.
"Gila sih Ver selama ini elo selalu ngalahin Si Febi. tapi padahal belum semuanya." Kata Brilliant.
"Maksud lo?" Jawabnya singkat.
Brillian membenarkan Posisinya " Iya elo gak sepenuhnya ngalahin si Febi. Dalam percintaan elo masih kalah sama si Febi." Sambungnya lagi.
__ADS_1
"Ehh kuyaa." Katanya sambil meneloyor kepala Brilliant "terus gue harus ngapain gitu? Lagian Cowok itu belum tentu pacarnya kann."
"Hmmm, iya sii."
"udahlah Gue mau nyari toilet."
"Emang lo gak ada niatan buat nyari pacar gitu?" Tanya-nya Yang langsung dibalas dengan tatapan tajam Vero.
"kenapa lo mau ikut daftar?" Jawabnya yang diiringi dengan senyum jahil khas Vero.
"Iuwwww.. Najis tralala Ver." Jawabnya dengan nada jijik "Se ganteng apapun elo, gue masih doyan cewek."
"gue ke toilet dulu, Awas jangan ngikutin apalagi sampe ngintip." kata Vero sambil berlalu menuju Ke toilet.
"NAJIS VER!" Jawabnya.
BRUKKKK...
"Woi kalo jalan tuh liat liat dong." Grutu gadis itu sambil melihat keadaan sekitar yang ternyata tidak ada siapa-siapa. "Lohh.. perasaan barusan ada yang nabrak gue." Gumam-nya. " Yakali siang-siang gini ada setan." Sambungnya lagi.
"Woi setan pala lo kotak." Gerutu Vero yang ternyata Ketika dia bertubrukan dengan gadis itu, Dia langsung terpeleset dan jatuh ke selokan. "BANTUIN GUE BANGUN!." Bentak nya.
"i.. yaa." Jawab gadis itu gugup.
Ketika Gadis itu melihat Orang yang dia tubruk seketika Gelak tawanya tidak dapat ditahan lagi.
"Elo...?" serunya terkejut. "huahahaha...Ngapain mandi di selokan idiot." Sambungnya lagi.
"Sial! kenapa si setiap gue ketemu sama lo, gue tuh sial mulu." Dengusnya kesal. "Cepetan bantuin Gue!" Bentaknya.
"Dih.. udah nyuruh bentak- bentak lagi. Sini gue bantuin." Jawabnya.
Karena merasa kesal, Niat jahat dari Vero pun muncul. Ketika Dia meraih tangan Febi, Dengan sekuat tenaga Ia menarik Febi.
"Aaaaaaa.." Teriak Febi.
'Tampan..' Gumamnya.
"Gue tau kok gue emang Ganteng." Jawabnya dengan penuh percaya diri.
"Idiwwww.. PD banget si."
"Minggir dari tubuh Gue, Berat juga!" Bentak Vero. "Betah banget si deket-deket sama gue" sambungnya lagi.
"Dih najis banget." Jawabnya sambil bergegas bangun. "Yang ada elo kali, ngapain coba lu narik-narik gue."
"Berisiklah, gue mau ke toilet jadi terhambat." Gerutu Vero sambil berlalu pergi.
"GARA-GARA LO BAJU GUE JADI KOTOR!" Bentak Febi.
sedangkan Vero tidak menghiraukan Febi, Dia hanya menatap Febi tajam.
Sedangkan Febi Dia kembali dari toilet dengan baju yang kumuh dan bau.
"Loh Feb, lo kenapa?" Tanya Berilliant.
Febi menatap tajam Berilliant "Ini semua gara-gara Sahabat lo itu." Bentaknya.
"Enak aja main nyalah-nyalahin Gue." Sahutnya yang baru saja datang." Baju gue juga Kotor gara-gara lo!" Sambil menunjuk muka Febi.
"Eh, Biasa aja dong gak usah nyolot! dasar Cowok Idiot Modus lagi." Jawabnya tak kalah nyolot.
"Ini ada apa si, ribut-ribut?" Tanya seseorang yang baru saja datang.
"Ini lo Honey, gara-gara si Idiot baju aku jadi kotor." Jawabnya.
'What? Honey? jadi bener cowok ini pacarnya si Febi.' Ujarnya dalam hati.
__ADS_1
"Woi! kenapa lo bengong? bukannya minta maaf." Bentaknya lagi.
Vero hanya tersenyum Evil sambil melipat kedua tangan didadanya. "minta maaf? lo juga salah Cewek Aneh."
"Udah-udah Ver, mending kita pulang aja." Ajak Brilliant.
"Ayok lah udah gerah di sini juga. Kayak ada Aura nenek lampir!" Tegasnya.
"Udah sana pergi." Febi mendorong Vero.
"Gak usah sentuh-sentuh!" Tanpa banyak bicara lagi Verobdan Brilliant pun pergi meninggalkan Febi dengan kekasihnya.
"Honey gimana dong baju Aku kotor." Rengeknya.
"Kita pulang aja ya." Ajak Revan kekasihnya.
"Tapi.." perkataan Febi terpotong.
"Shuuut, udah jangan ngebantah lagian siang nanti mau pindahan kan?"
"oh iya Aku lupa hehe." jawabnya sambil menepuk jidat.
02:00 siang
"Bun, Rumah yang didepan rumah kita itu udah ada yang ngisi ya?" Tanya Vero pada bundanya.
"Kayaknya iya." Jawab bundanya sambil bergegas.
"Bunda mau kemana?" Tanya Vero lagi.
"mau nyamperin yang baru pindahan. Tetangga baru harus disapa, kamu juga ikut yu temenin Bunda.
"Enggak ah bun, males. oh iya bun kakak kok belum pulang?" Vero masih belum bosan juga bertanya.
tanpa meminta persetujuan lagi Siska langsung menyeret anaknya " kakak kamu nanti malem baru pulang. sekarang kamu temenin bunda Dulu."
Vero pun tidak dapat berkata apa-apa lagi sekarang Dia hanya dapat pasrah.
"Jeng Nita." Teriak bunda Vero.
"Jeng siska, Apa kabar? Ini Vero anak kamu?"
"Iya jeng, Aduh gak nyangka banget kita bisa tetanggaan lagi."
'Hahh tante Nita? Berarti..."
"Elo."Kata Vero dan Febi Bersamaan.
"Ngapain lo disini?" Bentak Febi.
"Udah ya gue lagi males Ribut. Bun Aku pulang aja." Vero berlalu pergi meninggalkan Bundanya.
"ya Hati-hati ya anak bunda."
"huahaha.. Ada anak bunda ni." Ledek Febi.
Vero yang mendengarnya pun hanya menatap tajam Febi lalu kembali melanjutkan kegiatan jalan pulangnya.
"Ternyata Tante masih manjain Vero kaya gitu?" Tanya nya.
"Wajar Anak bungsu."
"Kamu juga masi sering mamah manjain."
Gelak tawa Diantara mereka pun pecah.
sementara Sisa dan Nita Masih terus Asyik mengobrol mungkin melepas rindu Hahaha.
__ADS_1