
"Ganteng banget..!"
"Nilai untuknya hari Ini A±+++ dan +.."
"Alvero Febriansyah I LOVE YOU.."
Teriakan teriakan memuji itulah yang selalu memenuhi koridor sekolah yang selalu ramai diisi oleh siswa-siswi yang sedang melepas jenuh dari ruang kelas yang diyakini membuat mereka sangat dan sangat stress.
Cowok yang sedang dipuja-puja itu hanya cuek mendengar namanya dipanggil-panggil dan diteriaki kata-kata yang menurutnya menjijikan. Yup! siapa lagi kalo bukan Alvero Febriansyah. Terlahir sebagai Cowok tampan, Pintar dan Cerdas membuat Vero terkenal dikalangan Kaum Hawa.
"Gila Ver, beruntung banget tiap hari lo disambut sama cewek-cewek." Ujar Brilliant.
"Beruntung Apanya! yang ada otak gue pusing denger teriakan-teriakan mereka." Jawab Vero "Eh disekolah kita ada murid baru lagi?" Tanya Vero.
Brilliant menatap sahabatnya bingung " Gak tau, emangnya kenapa?"
"Enggak, tapi gue kok kayak gak pernah liat tuh Cewek ya." sambil menunjuk gadis yang Ia maksud.
"Mungkin gue juga gak tau, udah ahh kita lanjut ke kantin yuk." Ajak Brilliant.
"Lo duluan aja." Jawab Vero sambil tersenyum " Nanti gue nyusul." Sambungnya lagi.
"Ya udah, Tapi awas kalo lo sampe gak nyusul gue jadiin lo perekedel beneran tau rasa!" Ancamnya sambil berlalu pergi meninggalkan Vero.
'punya sahabat gini amat tuhan' ujarnya dalam hati.
Besarnya rasa penasaran yang membludak dihatinya, akhirnya Vero dengan berani menghampiri gadis berkacamata itu. Entah mengapa Vero merasa gadis itu telah merebut sesuatu dari nya, sesuatu yang penting!!.
“Hai...”sapa Vero sedikit kikuk.
Diam itulah jawaban dari gadis itu. Menyadari sapaannya tidak digubris oleh gadis itu maka sedikit memberanikan diri untuk duduk disamping gadis itu,Riki mencoba menegurnya lagi.
“Lo baca buku apa?”
Terkejut!! Itulah reaksi pertama yang ditampilkan oleh gadis itu setidaknya itulah yang ditangkap oleh kedua mata Vero.
“kamu!!”
__ADS_1
“Hai gue Vero.”
Gadis itu termenung mendapati seorang Vero menghampirinya dan duduk disampingnya lagi! serta yang lebih mengejutkan lagi adalah kenyataan bahwa Vero mau berkenalan dengan nya. Gadis cupu seperti-nya!!!
“ehm..ehm...” Vero berdehem mencoba memberi kesadaran pada gadis itu. Vero menyadari apa yang dipikirkan gadis itu tentangnya.
“emm..emmm...aku!” gugup itulah yang terjadi pada gadis itu.
“Lo nggak kenal ama gue”
Nggak kenal gila aja tuh, pastinya gadis itu mengenal Vero cowok populer di sekolah ini. Itulah yang dipikirkan gadis itu. Ia mengenal Vero sejak pertama dirinya ada disekolah ini.
“eeh.. aku kenal sama kamu kok.”
“Jadi ngasih tahu gue dong lo itu siapa?”
“Nama aku Nada.”
“hai Nada salam kenal.”ujar Vero sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman yang disambut dengan kikuk oleh gadis bernama Nada itu.
“ngomong-ngomong lo lagi baca buku apa tuh?” Vero memulai percakapan setelah beberapa saat keduanya hanya dalam keadaan canggung,sunyi.
“Nad, Lo emang suka baca yang gituan ya!.”
“Yang gituan?”
“Maksud gue cerita novel-novel gitu.”
“Oh.. aku memang suka membaca. Baca novel, cerpen juga dongeng. Menurut aku cerita itu sungguh indah, bisa membuat kita bahagia, sedih,tegang dan terharu disaat bersamaan. Aku juga suka karna aku bisa berimajinasi dari apa yang aku baca, bisa menempatkan diri disituasi cerita dan menghayalkan hal-hal indah dari hidup ini.” Jelas Nada panjang lebar. Nada tidak menyadari sedari tadi Vero hanya memandang wajahnya selagi ia bercerita.
“ah... maaf hari ini aku banyak bicara.”
“Tidak aku suka mendengarnya, jadi lanjutkan saja.” Ujar Vero sambil tersenyum.
Vero dan Nada pun mengobrol. Bercerita tentang apa saja. Riki baru sadar penyebab dia tidak pernah melihat Nada sebelumnya karena memang Nada adalah Murid pindahan beberapa hari yang lalu. Nada ditempati dikelas X IPA 1 sedangkan dirinya ada dikelas X IPA 2.
Vero dan Nada menjadi semakin dekat semenjak pertemuan pertama mereka itu dan tentu saja hal itu membuat para cewek-cewek lain semakin iri dan cemburu pada Nada karena bisa dekat dengan Vero begitu mudahnya sedangkan mereka berusaha mati-matian agar Vero mau berbicara pada mereka walau satu kata saja. Cewek-cewek itu menganggap Nada tidak pantas dekat dengan Vero, karena Nada adalah cewek cupu,jelek dan sok-sok imuut. Hal itulah yang membuat Nada dijauhi hingga tidak memiliki teman sama sekali kecuali Vero yang menjadi temannya sekarang ini.
__ADS_1
Bel berbunyi tiga kali membuat para siswa melonjak senang. Pulang adalah saat yang paling dinanti para siswa-siswi disekolah. Dengan tergesa-gesa Nada membereskan buku-buku dan kotak pensilnya dengan memasukan peralatan sekolahnya itu ke tas gendong berwarna biru muda itu. Langkah besar itulah yang diambil Nada saat ingin meninggalkan ruang kelasnya itu yang masih ramai. Namun, langkah Nada terhenti saat menangkap sosok Vero bersandar di depan pintu kelasnya dengan kedua tangan dimasukan disaku depannya. Tampan itulah kata pertama yang dapat diungkapkan oleh Nada setelah melihat makhluk keren itu.
“ahh cepat sekali dia datang.”gumam Nada dengan senyum yang tampak dipaksakan.
“hai cantik.” Sapa Vero pada Nada yang kini sudah berada didepan-nya.
“Kamu kenapa nunggu aku tadi?” ujar Nada sambil berjalan yang diikuti Vero disampingnya.
“Emang ngapa? Gue kan selalu nunggu lo didepan kelas.”
“Tidak bosan!!”
“Enggak Kok, gue senang bisa pulang bareng lo.”
“em.”
“Nad, kita ke taman belakang yuk..” ajak Vero tiba-tiba.
Vero langsung menarik tangan Nada tanpa mendengar jawaban dari gadis itu.
Dengan ngos-ngosan Nada coba mengatur nafasnya, Nada langsung menepis tangannya yang ada di genggaman Vero sekarang saat mereka berdua sudah sampai ditempat tujuan.
“Ver, kamu kenapa sih narik aku kesini ?”
“eh... sorry Nad, lo duduk dulu deh ada yang gue mau omongin ama lo.” Jawab Vero yang juga sedang mengontrol detak jantungnya.
Karena memang sangat lelah Nada pun hanya bisa menurut saja. Nada duduk sembari mengatur nafasnya yang mulai normal. Namun, baru saja jantungnya kembali normal dibuat kaget kembali dengan aksi Vero yang tiba-tiba berlutut didepannya.
Vero dengan perlahan menggapai tangan Nada.
“Nada sejak pertama gue ngeliat lo baca buku dibangku ini gue udah ngerasa lo itu cewek yang beda dari cewek-cewek yang gue kenal dan itu terbukti selama gue dekat ama lo gue tahu lo itu cewek yang istimewa buat gue. Jadi..” Vero menggantungkan kalimatnya.
“I LOVE YOU,Nada”
Mendengar pengakuan Vero,Nada hanya membekap mulutnya menahan tangis itulah yang dia lakukan. Vero tidak mengerti sama sekali apa yang Nada rasakan saat ini karena pengakuan mendadaknya itu.
"jadi... gimana?" Tanya Vero meyakinkan.
__ADS_1
"iya, Aku mau Ver." Jawab Nada yang diiringi Anggukannya.