Love Sparkling

Love Sparkling
Aneh(?)


__ADS_3

"Saat naik ke puncak gunung ada masanya kita turun, saat pergi ada masanya kita pulang, saat bertemu ada masanya kita berpisah. Pada akhirnya kita sadar bahwa semua ada masanya. Tapi saya harap tidak untuk pertemanan, tidak ada teman pada masanya, hanya teman untuk selamanya"


"Kamu gak usah khawatir tiket untuk ke London sudah Papa pesan jauh jauh hari jadi besok kamu tinggal berangkat." Tegas nya.


Nada berdiri dan menghela nafasnya perlahan "Tapi Mah, Pah apa ini tidak terlalu mendadak? kenapa kalian harus memutuskan semuanya secara sepihak si?" Jawab Nada dengan suara mulai bergetar.


"Semuanya sudah papah putuskan. dan kamu tidak berhak untuk menolak." Tegasnya lagi, dan berlalu pergi meninggalkan Nada.


'Apa yang harus Aku katakan pada Vero? kepergian ini terlalu mendadak. Apa mungkin Vero masih bisa memaklumi ku?' Katanya dalam hati.


***Drett... Drettt**..


"Woi lo jadi gak si buat pergi Ke pesta Ulang tahunnya Vero? Gue sama Nadin udah lumutan Nih nungguin lo di luar*." Begitulah kurang lebih isi Pesan dari hp nya Nada.


Setelah selesai membaca pesan Dari Laras, Nada pun segera bergegas keluar dan menemui kedua sahabatnya.


"Sorry, udah bikin Kalian nunggu." Katanya.


"Yoa, Gak papa. Yaudah ceper Buruan masuk." Ajak Laras.


●●●


Vero sedikit mondar mandir dalam sebuah Ruangan, Dia begitu gugup karena ini pertama kali Dipesta ulang tahunnya akan ada orang yang begitu spesial hadir di acara besarnya Siapa lagi jika bukan Nada kekasihnya.


"Ver Brilliant, sama Febi udah pada dateng Cepet kebawah." Kata Dava sang kakak.


Menoleh. "Iya kak bentar lagi."


.


.


Sesampainya dibawah Vero langsung memeluk Nada.


"Selamat ulang tahun sayang semoga sehat selalu, Apa yang kamu inginkan tercapai semuanya. Btw Kado nya nyusul ya." Ucapnya berbisik dalam pelukam Vero. Vero pun mengangguk.


"Makasih Sayang." Jawabnya sambil mengecup Bibirnya.


"Ehemmm." Brilliant pun berdehem melihat adegan yang baru saja terjadi. "Inget banyak orang disini." Ketusnya.


"Uuuu.. Blilliant cembulu?" Jawab Vero sambil menyadelkan Bicaranya Lalu memeluk Berilliant.


Dava dan yang lainnya pun tertawa melihat tingkah mereka tak terkecuali dengan Febi meskipun tak selepas seperti teman temannya yang lain.


"IUHHH NAJIS PREKEDEL. GUE MASIH DOYAN CEWEK YA!" Bentaknya penuh kegelian Dan melepaskan pelukan Vero.


"Oh iya Ver, selamat ulang tahun ya. Ini kado dari gue sama Laras." Nadine Memberi kan sebuah bungkusan besar pada Vero.


"Aishh kenapa mesti repot repot si? Kalian dateng aja Gue udah seneng." Katanya sambil menerima kado dari Nadin dan Laras.


"Selamat Ulang tahun ya Ver. Gak kok gak repot sama sekali hehe." Sambung Laras.


"Oh iya Aku kesana dulu ya mau nyapa yang lain." Ujar Vero yang diiringi anggukan Nada dan teman temannya.


.


.


.

__ADS_1


Sudah hampir 30 menit Vero Belum kembali, Bahkan Nada sudah mengobrol dengan sahabat dan teman temannya.


Nada lebih memilih menyendiri untuk menetralkan pikirannya yang terus terngiang oleh perkataan Ayah dan Ibunya.


Menghela nafas untuk kesekian kalinnya. dan tiba tiba lampu diruangan itu Padam. Nada makin kalut kepanikan menyerangnya hingga Ia mendengar suara yang sangat Ia kenali diatas panggung dan lampu kembalu menyala suara piano pun terdengar mengalun.


Look into my eyes – you will see


What you mean to me


Search your heart, search your soul


And when you find me there, you'll search no more


Suara Vero mulai mengalun. Sedangkan Nada terpukau ini pertama kalinya Dia mendengar Vero bernyanyi.


***Don't tell me it's not worth tryin' for


You can't tell me it's not worth dyin' for


You know it's true:


Everything I do, I do it for you


Look into your heart – you will find


There's nothin' there to hide


Take me as I am, take my life


I would give it all, I would sacrifice***


Semua orang terdiam mendengarkan Vero bernyanyi. Dengan suara Khasnya Vero, Dia dapat membius semua orang yang ada disitu.


I can't help it, there's nothin' I want more


You know it's true:


Everything I do, I do it for you, oh, yeah


There's no love like your love


And no other could give more love


There's nowhere unless you're there


All the time, all the way, yeah***


Vero terus menatap Nada intens mengutarakan semua isi hatinya lewat lagu itu. begitu juga dengan Nada yang tidak berpaling sedikitpun dari Vero.


***Look into your heart, baby...


Oh, you can't tell me it's not worth tryin' for


I can't help it, there's nothin' I want more


Yeah, I would fight for you, I'd lie for you


Walk the wire for you, yeah, I'd die for you

__ADS_1


You know it's true:


Everything I do, oh, I do it for you


Everything I do, darling


You will see it's true


You will see it's true


Yeah!


Search your heart and your soul


You can't tell it's not worth dying for


I'll be there


I'd walk the fire for you


I'd die for you


Oh, yeah


I'm going all the time, all the way***.....


Suara tepuk tangan terdengar bergumuruh ketika Vero mengakhiri Lagunya. semua orang tersenyum kagum tetapi tidak dengan gadis yang menjadi objek nyanyiannya Nada malah menitikan air mata.


"Gimana, suka lagunya?" Tanya galang, Nada hanya mengangguk.


"Suara kamu bagus, Aku baru tau." Vero hanya tersenyum lalu menarik Nada ketengah tengah penonton untuk berdangsa.


"Kalo kami suka kenapa kamu nangis?" Tanya galang sambil menuntun Nada untuk memgikuti tariannya.


Nada hanya menatap Vero. "darimana Aku harus memulainya? Aku benar benar tidak bisa melakukan ini." Ujarnya dalam hati.


"Kenapa?" Tanya Vero. "Ada yang mau Kamu omongin?" Sambungnya lagi.


"Nggk kok yank." Jawab Nada singkat.


Sedangkan mereka masih menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disitu.


"Oh iya Aku mau ngenalin Kamu sama Ayah dan Bunda Aku." Ujarnya diiringi dengan Anggukan Nada.


Vero pun menghentikan kegiatan dansa mereka. dan mencari Kakak dan kedua Orang tuanya.


Tersenyum karena menemuka seseorang yang mereka cari. " Itu dia mereka, Ayo" Katanya. "Kak, Ayah, Bunda. Aku mau ngenalin seseorang sama kalian." Katanya.


"Siapa?" Penasaran Dava.


"Yank, kenalin ini Kak Dava. Kakak Aku." Memperkenalkan kakaknya Yang diringi senyuman dikeduanya. "Ini bunda Ku. dan ini Ayah Ku" lanjutnya memperkenalkan kedua Orangtuanya. " Dan kak, Bun, Yah kenalin Ini pacar Aku, Nada." Sambungnya lagi.


"HAH? PACAR?!" Kaget Dava. Vero Hanya mengangguk. "Heh bocah masih kecil udah pacara." Sambung Dava.


"Masalah buat lo? IRI BILANG BOS!" Sahut Vero. " Ayah sama Bunda aja gak papah kan?" Melirik Orang tuanya.


"enggak dong justru Bunda sama Ayah seneng banget udah punya calon Mantu aja." Goda Riska.


Tidak memerlukan waktu yang lama Nada sudah Akrab dengan keluarga Vero. Namun gimana Soal dia yang pindah Ke london? apa Vero akan menerimanya?

__ADS_1


¤


Next part ya readers jangan lupa jejak!


__ADS_2