Love Sparkling

Love Sparkling
Kencan Pertama


__ADS_3

"Cinta pertama kadang sulit untuk dilupakan.


Namun jangan jadikan cinta pertama sebagai Alasan untuk mendua. TETAPLAH SETIA."


Pagi yang sangat cerah, secerah hati Pria tampan yang sedang berjalan menelusuri koridor sekolah. Nampaknya Ia sedang mencari seseorang.


Tanpa banyak basa-basi Pria itu langsung memasuki ruang kelas yang disambut ramah oleh gadis cantik yang sedang duduk sambil memperhatikannya.


"Vero.." Gumamnya sambil beranjak untuk berdiri. "Ada apa kesini?" sambungnya lagi.


Mengernyitkan dahi nya, "Kenapa? Gak boleh?" Tanyanya dengan tatapan seolah akan membunuh gadis itu.


"Yaaaa bukannya gitu, tumben aja pagi-pagi kamu udah ke kelas aku." Jawabnya sambil menunduk.


"Nanti malem kita jalan yaa." Ujar Vero penuh semangat.


"Aku___" belum sempat bicara omongan Nada dipotong oleh Vero.


Menempelkan telunjuknya di bibir Nada "suuttt, Gak ada penolakan jam 07:00 tepat Aku jemput Kamu oke." tegasnya, disambut oleh anggukan Nada.


Vero yang sudah mendapatkan persetujuan dari Nada, Ia langsung pergi menuju Kelasnya.


"VEROO LO ABIS DARI MANA HAH? PAGI-PAGI UDAH NGILANG!" Teriak seseorang, Siapa lagi kalo bukan Brilliant sahabatnya.


"Berisik Bril."Ketus Vero.


Brilliant mengkerucutkan bibirnya so manja " Terus lo dari mana?" Tanya nya lagi penasaran.


"Najisss.. gak usah di gitu gituin muka lo makin jelek." Ujarnya sambil menahan Tawa. "Eumm.. Abis ketemuan." Sambungnya lagi.


"Ketemuan? sama siapa?" Tanya nya lagi.


"Ahh.. kepo lo."


"Helleh,, mulai Rahasia-rahasiaan niehh?" Godanya.


"Ehh nanti lu bantuin gue ya Buat nyebarin undangan." Ujarnya mengalihkan pembicaraan, Brilliant mengernyitkan Dahinya.


"Undangan? Undangan apaan? lu mai nikah? sama siapa ? atau kakak lu yang mau nikah?" Pertanyaan-pertanyaan itu keluar beruntun dari mulut Brilliant.


"EH BUSET, GAK ADA YANG NIKAHANUNDANGAN. INI UNDANGAN BUAT ULTAH GUE." Jawabnya sambil menoyor kepala Brilliant.


"Ouuu lu ultahhh." Jawabnya santai " APA, LU ULTAHH ? haisss gue lupa Ver." Brilliant Terkejut setelah sadar apa yang dibicarakan oleh Vero.


Sedang asyik mereka berbincang, perbincangan mereka pun harus terhenti karena bel tanda masuk sudah berbunyi.


Jam pelajaran pertama dan kedua telah selesai, dilanjut dengan pelajaran Ketiga dan ke Empat.


"Katanya Pak teguh Gak ada. Jadi sekarang kita Free.." Teriak Rijal sang ketua kelas.


'HUUUUU,'


'HOREEE...'


begitulah Teriakan-Teriakan Murid kelas 10 Ipa 2.


"Yaudah, berhubung Free Kita bagiin undangan ke temen kelas kita Dulu." Ujar Vero.

__ADS_1


"Yaudah Yukk." Ajak Brilliant.


Vero dan Brilliant pun Membagikan Undangan itu kepada teman-temannya tak terkecuali Febi musuh bebuyutan nya.


"Nih buat lo." Vero menyodorkan Undangan itu kepada Febi.


"Undangan apa?"Jawabnya ketus.


"Baca aja si, bisa baca kan?" Jawabnya lagi tak kalah ketus.


"Ohh undangan Ultah." Ujarnya. "Gue kira cuman manusia doang yang ULTAH ternyata monster juga." Gumamnya lagi pelan namun masih bisa terdengar oleh Vero.


"Siapa yang lo bilang monster?" Tanya nya ketus.


Febi pun terlonjak kaget "hehe gak ada gak ada" Jawabnya.


'Dasar monster jutek amat.' Ujar Febi dalam hatinya.


malam harinya Vero telah siap dengan rencananya untuk membawa pacarnya kencan.


***Drett Drettt**


"siapa si yang telfone*." Gumamnya


"Iya cincaw kenapa?" Tanyanya pada orang yang menelfone nya siapa lagi kalo bukan sahabatnya Brilliant.


"Ada yang lo sembunyiin ya dari gue?" Ujar Brilliant dari sebrang sana.


"Maksud lo?" Tanya Vero Ketus.


"Kepo lo." Jawab Vero yang diiringi dengan Tawanya. "Brisik cincaw udah ya gue mau pergi." Sambung Vero dan langsung memutuskan telfone.


"udah rapi waktunya jemput mbak pacar." Gumamnya.


.


.


sesampainya dirumah Nada, Vero pun tersenyum melihat Nada yang sudah stay di depan rumahnta. Nada pun memasuki mobil Vero dan sepertinya dia terlihat seperti grogi.


"Gak usah gerogi gitu, kayak yang pertama kali jalan sama cowok ganteng aja." Ujar Vero


"Apaan sih Ver lagian ini pertama kalinya Aku kencan, jadi wajar dong gerogi." Jawabnya.


"Hah? pertama kali? Emang mantan mantan kamu belum pernah ngajak ngedate gitu?" Tanya Vero.


"kamu kan pacar pertama Aku." Jawabnya Malu malu.


Vero pun hanya tersenyum melihat tingkah malu malu pacarnya.


"Nad,," panggilnya lalu melepaskan kecamata yang biasa dipake Nada.


"Kanpa?" Jawabnya malu malu.


"Malam ini kamu benar benar cantik." Katanya sambil mengelus elus pipi Nada.


"Jangan ngegodain Aku mulu, Kapan mau jalannya." Katanya mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Sekarang," jawab Vero lalu mengecup Bibir Nada sekilas.


Nada yang diperlakukan seperti itupun terlihat sangat syok. Sepanjang jalan didalam mobil Vero Hanya hening tak ada yang berbicara.


"Sayang, ini mau kemana?" Tanya Nada memecahkan kesunyian .


"Nanti juga Kamu tau," Jawab Vero sambil tersenyum.


Mereka telah sampai disebuah butik ternama, Nada pun merasa bingung Kenapa Vero membawanya kesini ?


"Ayo masuk" Ajak galang sambil menggandeng tangan Nada.


"Selamat malam mas, mbak ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan .


"tolong pilih kan koleksi terbaru butik ini untuk nona ini."


"Baiklah, nona bisa ikut saya." Nada kebingan masih belum mengerti, tapi ia tetap mengikuti pelayan itu.


sedangkan Vero Ia duduk diruang tunggu. sambil menunggu Nada, ia memilih memainkan hp nya.


pelayan itu keluar diikuti oleh Nada yang mengenakan Dress merah panjang dengan belahan yang cukup tinggi memperlihatkan pahanya.


Vero memperhatikan penampilan Nada ia menggeleng karena Ia merasa Dress itu terlalu ribet dan pasti akan membuat gadis nya kesusahan.


Pelayan itu kembali membawa Nada masuk untuk mencoba gaun lainnya.


Vero meneguk ludahnya melihat Penampilan Nada yang Eer sexy. dress super pendek, keta, tang menunjukan lekuk tubuhnya ditambah bahunya yang terpampang jelas. Vero yang melihatnya pun begitu terpesona ia tak menyangka jika kekasihnya memiliki tubuh yang begitu indah.


"gimana Ver?" Tanyanya, sebenarnya Nada sangat risih dengan tatapan Vero yang terlihat Nakal.


"Gak, gak boleh kamu gak boleh pake baju itu." Jawabnya dengan tegas.


Kali ini Nada keluar dengan menggunakan Dress yang tidak terlalu pendek berwarna pastel dengan renda dibagian bahunya simple namun tetap terlihat elegan.


Nada tersenyum saat menunjukan dress itu, dia menyukai dress itu berharap Vero pun menyukai nya .


Vero memperhatikan Nada dari atas sampai bawah seulas senyum terukir di bibirnya yang diiringi dengan anggukan.


Disela menunggu dress nya dibungkus Nada membuka suara.


"Kamu beliin aku Dress itu buat apa?" Tanyanya.


"Buat kamu pake di ulang tahun ku."


"Hah? Ulang tahun kamu dirayain?" Vero mengangguk Belum sempat Nada bertanya lagi pelayan itu datang dengan membawa pesanan mereka.


Nada terkejut bukan main melihat harga Dress yang baru saja mereka beli. 18 juta? itu bukan harga yang sedikit Woi.


"apa kamu gak salah Ver? kamu buang uang kamu buat beli dress ini seharga 18jt?" Perotes Nada.


"Itu gak berlebihan kok sayang, aku cuman mau ngeliat penampilan terbaik kamu di ulang tahunku nanti. udah gak ada kata lerotes lagi." Tegas Vero, Nada pun hanya menurut.


"Jadi sekarang Kita pulang?" Tanya Nada.


"Kita cari makan dulu." Jawab Vero ketus.


setelah melakukan perjalan beberapa menit dari butik tadi mereka pun sampai disebuah restoran mewah, mereka pun memesan makanan dan setelah selesai Vero pun mengantarkan kekasihnya kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2