Love Strory

Love Strory
Part 10


__ADS_3

Disisi lain terlihat Nadine yang terus saja mengomel karena Candra terus menyanjung Amelia dan berharapa Amelia akan kembali kepada nya membuat Nadine begitu murka.


"Pokok nya aku ingin menghancurkan hidup Amelia, bagaimana pun cara nya" Ujar Nadine berapi api sembari melempar vas bunga yang berada di meja kerja nya.


"Sebenarnya ada apa lagi dengan kalian berdua? kenapa kalian tidak bisa melupakan Amelia dan mulai saja hidup kalian yang baru tampa bayang bayang Amelia" Arini yang sudah tidak tahan mendengar ocehan Nadine pun angkat bicara.


Nadine pun terdiam namun raut wajah nya masi begitu kesal di tambah lagi Arini yang terus memojokkan nya dan tiba tiba saja Nadine mengingat bahwa Amelia berhasil masuk ke perusahaan nya dan menjadi sekretaris calon direktur nanti.


"Oh iya kau sudah dengar berita belum, Kalau Amelia lolos jadi sekretaris calon direktur nanti?" Tanyak Nadine.


"Ah kau serius" Arini tidak percaya karena setau nya Ameli itu punya Cafe Shop dan tidak mungkin Amelia bisa mengurus nya secara bersamaan


"Yaa kenapa aku harus berbohong dan aku juga mendengar kabar ini langsung dari mulut Candra, maka nya aku berdebat dengan nya pagi ini" Nadine kembali kesal mengingat perdebatan nya pagi ini karena Amelia lagi.


"Ck.. beruntung sekali dia" Arini pun mulai kesal dan iri akan keberuntungan Amelia.


"Kau mau tidak berkerja sama dengan ku untuk menghancur kan Amelia yang sok suci itu" Senyum licik terukir di wajah Nadine.


"Apa rencana mu" Tanyak Arini penasaran. Nadine pun membisikan sesuatu ke telinga Arini.


Setelah mendengar rencana busuk Nadine, Arini pun terdiam seolah olah tengah mempertimbangkan ide busuk Nadine.


"Sudah kau tidak usah banyak berfikir! lebih baik kau bergabung dengan ku. Kita kerjain putri sok suci itu" Senyum licik jelas terukir di wajah Nadine.


"Kau serius ingin melakukan itu" Tanyak Arini dan Nadine hanya mengangguk "Kau sangat licik, Nadine" Ucap Arini sembari tersenyum tanda setuju ingin bergabung di rencana kotor Nadine.


"Yaa sekalian aku ingin tau jika Amelia memang masi perawan atau tidak. Siapa tau aja kan ini hanya akal akalan dia agar Candra terus mengejar nya" Tukas Nadine.

__ADS_1


"Kalau begitu kita akan jebak dia di malam pesta penyambutan direktur baru, besok malam" Saran Arini.


"Yaa kau benar, aku yakin Amelia pasti akan hadir di acara peresmian direktur baru" Ucap Nadine.


Kini mereka berdua pun tersenyun licik membayangkan Amelia akan bercinta dengan seorang pria yang tidak ia kenal dan bisa di pastikan jika Amelia akan hancur berkeping keping. Tidak ada yang perna melihat Calon direktur baru kecuali Candra.


***


Di sisi lain terlihat Aurelia yang tengah melakukan olahraga senam bersama teman sekelas nya di lapangan.


"Evan kau harus ikut ke kantor guru sekarang" Ucap pak Tio kepala kedisiplinan di sekolah sembari mengejar Evan yang tidak mamakai seragam."Evaaaannn berhenti" Teriak pak Tio karena Evan terus berlari.


"Seragam saya masi di kelas pak, kalau ke kantor guru sekarang bagaimana saya mau ganti" Ucap Evan beralasan sembari terus berlari dan tampa sengaja melihat Aurelia yang terus melihat nya berlari.


"Eh Aurelia juga tidak pakai seragam pak" Evan menunjuk Aurelia sontak semua orang pun berbalik memandang Aurelia. Seketika wajah Aurelia pun pucat saat di pandang oleh seluruh siswa.


"Yang nama nya Aurelia, cepat keluar ikut bapak ke kantor guru, sekarang" Kata pak Tio dan kesempatan ini tidak di sia siakan oleh Evan untuk segera berlari melompati tembok beton yang tidak telalu tinggi.


"Evaaaaannnnn" teriak pak Tio saat diri nya sadar bahwa Evan lagi lagi mengerjainya.


Evan dan pak Tio hampir setiap hari berdebat karena ulah Evan yang selalu melanggar peraturan sekolah. Hal itu membuat Evan jadi terkenal siswa paling nakal di sekolah.


Dua jam kemudian waktu istirahat pun tiba. Aurelia dan Dea berjalan menuju kantin namun saat tiba di kantin tampa sengaja Aurelia bertemu Amar dan Evan yang sedang membeli jajan.


"Kenapa dia bisa bareng bareng gini. Waktu itu Evan bilang kalau dia ingin membatu ku lebih dekat lagi dengan kak Amar. Eh tapi Evan tidak langsung bilang kan kalau aku suka dengan kak Amar, bisa mampus aku kalau gini" Batin Aurelia menebak nebak.


"Aurelia, kalau ngak salah kita perna satu sekolahan pas masi Smp kan" Ujar Amar saat berada di depan Aurelia.

__ADS_1


"Ah iya kak"Jawab Aurelia malu malu.


"Kamu dulu adalah murid paling pendiam. Kalau kamu butuh sesuatu kamu cari aku aja yah" Ucap Amar sembari mengelus rambut Aurelia.


Seketika Aurelia pun mematung dengan pipi yang merah merona dan sekilas melirik Evan yang sedang mengedipkan satu matanya. "Eh kok tiba tiba kak Amar menyapa ku. Apa jangan jangan ini semua karena Evan. Dia beneran mau membantu ku" Batin Aurelia dan terus menatap kepergian Evan dan Amar.


"Hayoo kau lagi mikirin apa" tanyak Dea sembari menyenggol lengan Aurelia "Pesona kak Amar memang tidak di ragu kan lagi" sambung Dea yang juga terpesona melihat Amar.


"Kau benar, Aku aja suka pada nya" ceplos Aurelia.


"Ooo hoo ternyata kau jatuh cinta pada kak Amar" Tebak Dea dengan suara keras membuat Aurelia reflex menutup mulut Dea.


"Isss kau berisik sekali" Omel Aurelia merasa malu karena di lihat oleh beberapa orang yang tengah makan di kantin. Aurelia pun pergi meninggal kan Dea.


"Kau mau kemana Aurelia, kau hutang penjelasan dengan ku, Entar malam aku akan kerumah mu" Teriak Dea sembari mengikuti langkah Aurelia.Di kelas Aurelia mendapat kan pesan singkat dari Amelia "Pulang sekolah kamu ke Cafe Shop bentar yahh, ada yang mau kk omongin" itu lah pesan yang di kirim Amelia untuk Aurelia "Yaa" Jawab Aurelia singkat.


Tik tik waktu berdetik terus hingga tampa terasa waktu nya untuk pulang sekolah. "Ooi Aurelia, seperti nya entar malam aku ngak bisa kerumah mu tapi ingat yah kau hutang penjelasan kepada ku" Ujar Dea sembari merangkul pundak Aurelia


"Iya iyaa" Jawab Aurelia singkat.


"Aku duluan yah, mama udah jemput aku di bawah" Dea pun pamit dan segera berlari kebawa menghampiri ibu nya.


Setelah Dea pergi, Aurelia pun berjalan menuju Cafe Shop milik Amelia. Semenjak kecelakaan waktu itu Aurelia mulai trauma memakai motor hingga mulai saat itu Aurelia selalu berjalan kaki ke sekolah dan kemana pun.


"Kak Amelia" Ucap Aurelia saat masuk kedalam ruangan pribadi Amelia. "Aku kangenĀ  banget dengan mu kak" Aurelia memeluk Amelia dengan erat erat.


"Hey lepaskan, kk bisa mati karena tidak bernafas tau ngak" Keluh Amelia.

__ADS_1


"Oh iya ada apa kk memanggil ku ke sini" Tanyak Aurelia penasaran sembari menyeruput Cappucino di atas meja kerja Amelia dengan santai.


"Besok ulang tahun mama, kau mau kasi hadiah apa?" tanyak Amelia.


__ADS_2