
Mom Arka berdiri dan menghampiri Amelia yang sedang terduduk di atas ranjang dengan air mata tampa henti sembari menggenggam selimut yang menutupi seluruh tubuh nya.
"Kamu mau kan nikah dengan anak saya?" tanya mom Arka begitu lembut.
"Maaf tante saya tidak bisa, lagian saya dan pak Arka belum melakukan sesuatu kok jadi masih aman" kata Amel dengan menunduk sangking malu nya.
"Ngak ada penolakan, pokok nya minggu depan kalian harus nikah!" ucap mom Arka dengan tegas membuat seluruh orang yang berada di dalam kamar sontak melotot tak percaya dengan keputusan nya.
Setelah berunding akhir nya Amel di antar pulang oleh kedua orang tua Arka, sekaligus ingin meminta kepada Lusy untuk Amel jadi calon menatu nya.
*****
Satu minggu kemudian.
Kini pagi pun menyambut dengan sinar matahari yang masuk ke sela² jendela kamar Amel.
Amel yang sedang tertidur pulas pun terbangun karena silau dari sinar matahari yang mengganggu mata nya.
"Amel bangun sayang" kata Lusy sembari menarik selimut yang kenakan oleh Amel
"Ahh Amel masi ngantuk Ma" Bukan nya bangun, Amel malah menarik kembali selimut itu dan menutup seluruh tubuh nya.
"Hari ini kita akan pergi ke rumah calon suami mu, ayo bangun dan bersiap" ucap Lusy menarik kembali selimut Amel.
Amel yang baru bangun pun mengangkat sebelah alis nya "Calon suami apa?" Amel mengulang perkataan Lusy barusan.
__ADS_1
"Nikah sama siapa coba? pacar saja aku ngak punya" Kata Amel dengan lirih.
"Sudah tidak usah banyak berfikir, sana mandi cepat" Amel pun bergegas masuk kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan ucapan Lusy
Setelah selesai mandi Amel duduk sembari melihat wajah nya di pantulan cermin dan sekarang Amel sudah mengingat bahwa hari ini dia akan menikah dengan lelaki asing yang tidak sengaja dia jumpai.
Lusy yang tengah berdiri di depan pintu melihat Amel yang sedang termenung dengan wajah murung nya.
"Amel, Ibu membawakan gaun cantik untuk mu, pakailah dan ibu akan merias wajah mu agar makin cantik" ucap Lusy sembari menaruh gaun itu di samping Amel.
Bukan nya bergegas, Amel meraih gaun itu dan menatap nya lama lalu membuang nya ke atas sofa.
"Amel"
"Kenapa ibu setuju dengan usul mereka! aku bahkan tidak kenal dengan pria itu" ketus Amel tak terima.
"Ibu tau Amel pasti tidak akan setuju dan mungkin menurut Amel ibu ini egois tapi tidak mungkin ibu menolak usulan mereka sedangkan kalian saja sudah ketahuan dan ketangkap basah sedang melakukan nya"
"Bahkan ibu saja tidak percaya dengan ku! aku sudah mengatakan jika aku dan dia hanya di jebak oleh teman lucknut saja dan aku bersumpah tidak melakukan apapun" Keluh Nara sembari memeluk tubuh Fatma dengan terisak.
"Sudah lah, ibu tau mana yang terbaik untuk putri ibu dan ibu yakin Amel akan bahagia bersama nya" Walaupun Amel masih kecewa dengan keputusan ibu nya tapi mau tidak mau Amel harus menikah dengan pria itu.
Setelah mendengar kalimat penenang dari ibu nya, Nara pun bergegas mengganti pakaian dan setelah itu di make up oleh Fatma.
****
__ADS_1
Selama di perjalanan Amel hanya diam. Amel meremas gaun yang sedang dia kenakan dengan tangan bergetar. Sepatu bertumit yang tidak perna Amel minati harus menghiasi kaki nya yang dingin.
Amel memang gadis yang humoris, ceria dan pantang menyerah. Entah mengapa di saat seperti ini Amel hanya terdiam dengan seribu bahasa.
Di pertemuan ini Aurel tidak ikut karena tidak tau sama sekali masalah perjodohan ini Dan Tanpa terasa mereka bertiga sudah sampai di sebuah mansion besar dan mewah.
Lusy turun lebih dulu sedangkan Amel mengikuti nya dari belakang Dan beberapa pengawal yang menuntun mereka masuk kedalam mansion.
Pandangan Amel tertuju pada sosok pria yang seperti nya perna dia jumpai tapi entah di mana karena Amel sudah lupa.
"Ibu masuk lebih dulu, aku sangat gugup, aku akan masuk beberapa menit lagi" ucap Amel beralasan karena sebenarnya Amel tidak gugup hanya saja Amel sedang memutar otak nya agar terhindar dari perjodohan konyol ini.
Lusy pun setuju dan masuk lebih dulu meninggalkan Amel sendirian. Amel berjalanan entah kemana sembari terus menggerutu.
"Mana mungkin aku menikahi nya sedang kan aku saja tidak perna mengenal nya" Gerutu Amel sembari terus berjalan.
Amel tidak perduli seberapa kaya calon suami nya.
Amel berjalan kembali ke dalam mansion sembari terus menggerutu dan menghentakan kaki.
*Skip
Pertemuan itu berjalan dengan baik, di dalam mobil Amel hanya diam membisu, entah apa yang sedang Amel pikir kan yang jelas tatapan Amel begitu kosong dan air mata yang berjatuhan di pelupuk mata.
Kini mobil yang di tumpangi Amel telah sampai di rumah, Setelah mobil itu berhenti Amel segera berlari keluar melewati semua orang dan berlari menuju kamar.
__ADS_1
Lusy dapat merasakan apa yang di rasa oleh Amel namun ini adalah pilihan yang terbaik untuk mereka berdua.