
Sesampai nya Evan di rumah kost, Evan pun segera memperbaiki Foto Aurelia menggunakan selotip. Setelah selesai Evan memfoto ulang dan membawa nya ke tempat foto copy setelah itu Evan memasukan foto itu ke sebuah bingkai foto cantik dan lumayan besar. Walaupun hasil nya kurang bagus tapi setidak nya Evan sudah berusaha memperbaiki nya.
Setelah selesai Evan pun mengetuk pintu kamar Aurelia, Hampir setengah jam Evan berdiri di depan pintu namun tidak ada suara apapun di dalam membuat Evan sangat cemas, takut jika Aurelia melakukan hal bodoh.
Hampir dua jam Evan menunggu sembari sesekali mengetuk pintu kamar Aurelia namun tetap saja tidak ada jawaban dari dalam. Evan pun semakin khawatir takut Aurelia kenapa kenapa dan tampa rasa takut Evan pun berlari kebawa dan memanjat pohon besar berniat ingin memastikan jika Aurelia berada di dalam atau pergi ke tempat lain. Sesampai nya di atas pohon Evan mengintip melalui jendela yang terhubung dengan balkon kamar Aurelia untuk menjemur pakaian.
Evan pun celingak celinguk mencari keberadaan Aurelia dan betapa kaget nya Evan saat melihat sebuah tangan di lantai samping meja dan Evan yakin yang tergeletak di samping meja itu adalah Aurelia. Dengan cepat Evan pun melompat masuk ke balkon dan segera menghampiri Aurelia.
"Aurelia bangun" Kata Evan setelah melihat yang tergelatak benar Aurelia dan segera memindahkan Aurelia di sofa sedangkan Evan duduk di samping sofa tepat di samping Aurelia. Hidung Aurelia pun mengeluarkan darah namun darah itu sudah mengering.
Evan pun bingung apa yang harus dia lakukan apakah dia harus membawa Aurelia ke rumah sakit atau bagaimana, Evan benar benar bingung.
"Ayo bangun Aurelia, Aku mohon bangun lah" Evan mengoleskan minyak kayu putih ke hidung Aurelia sembari menggosok gosok telapak tangan Aurelia. Beberapa menit kemudian Aurelia pun sadar.
"Aurelia" Kata Evan dengan perasaan lega, akhirnya Aurelia sadar.
"Oo_obb_baattt ku" Aurelia berbicara gagap meminta sesuatu.
"Hah, Apa yang kau katakan? kau butuh apa biar aku ambil kan" Tanyak Evan kebingungan.
"Ttt_ta_ss ku mana" Ucap Aurelia lagi masi terbata bata. Dengan cepat Evan pun keluar mencari tas yang tadi Evan simpan di depan pintu bersama bingkai foto dan belanjaan Aurelia.
"Ini tas kau" Evan menyerahkan tas itu kepada Aurelia dan menyimpan beberapa barang di samping meja. Dengan cepat Aurelia mengeluarkan obat yang biasa dia makan tampa meminum air.
"Eh kau minum obat tampa minum air" tanyak Evan kebingungan dan segera mengambil kan segelas air untuk Aurelia.
"Kenapa kau masuk ke kamar ku" Tanyak Aurelia saat mulai sadar sepenuhnya.
__ADS_1
Evan pun menjelaskan semua nya sembari memperlihat kan bingkai foto yang ia bawa tadi. "Aku minta maaf" Kata Evan dengan menyesal.
Aurelia pun tersenyum bahagia melihat foto kenangan nya "Wah bagus sekali, Apa kau yang memperbaiki nya" tanyak Aurelia dengan tersenyum manis dan Evan hanya mengangguk."Makasih" ucap Aurelia lagi.
"Oh iya sebagai ganti nya aku akan memasak kan sesuatu untuk mu, kau belum makan kan?" tanyak Aurelia.
"Belum" dengan cepat Evan pun menggeleng kan kepala.
"Baiklah aku akan memasak dan kau tunggulah di sini" Aurelia pun berdiri namun Evan malah menggengam tangan nya. "Ada apa" tanyak Aurelia sembari menoleh melihat Evan.
"Bersihkan dulu sisa darah di hidung mu" Kata Evan.
"Eh iya aku lupa" Aurelia pun segera masuk ke dalam kamar mandi. beberapa menit kemudian Aurelia keluar dengan wajah yang lebih segar serta rambut yang di ikat asal asalan, membuat Aurelia terlihat sangat cantik.
Aurelia pun mulai memasak dengan bantuan Evan. Tak butuh waktu lama akhir nya beberapa menu sudah tertata rapi di atas meja makan dan mereka pun makan bersama.
"Oh iya sebagai permintaan maaf ku, aku berjanji akan membatu mu lebih dekat lagi dengan Amar" Ujar Evan dan Aurelia kaget hingga tersendak oleh makanan. "Nih minum dulu" Evan menyodorkan segelas air.
"Yaa" Jawab Evan mengangguk "Tapi kau harus berjanji harus merahasia kan pertemuan ku dengan wanita yang tadi" Lanjut Evan.
"Memang nya kau bertemu dengan siapa tadi" tanyak Aurelia penasaran.
"Tidak usah kepo" jawab Evan sembari melanjutkan makan nya."Apakah kau benar benar tidak akan pergi ke perusahaan hari ini, Arka" tanyak Aiden pada sepupu nya yang baru saja kembali dari Prancis
"Besok saja, Kau kan tau jika aku sudah menginjak kan kaki di perusahaan itu maka semua kebebasan ku akan hilang" Ujar Arka sembari menaikan kaki nya ke atas meja.
"Lagak mu!! Turun kan kaki mu" Ujar Aiden sembari menggeser kasar kaki Arka.
__ADS_1
Sedari kecil Arka dan Aiden memang sering bertengkar namun jika di tanyak siapa sepupu yang Arka sayangi maka jawaban nya adalah Aiden dan begitu pun sebalik nya. Kalau jauh selalu saja merasa rindu pada Arka, kalau dekat rasa nya pengen di suntik mati saja.
"Oh iya apakah kau sudah tau jika ayah dan ibu mu sedang mengatur kencang buta untuk mu" Tanyak Aiden sembari membaca status pasien VVIP yang berada di atas meja nya saat ini.
"Emm sudah.. Kalau tidak salah ini adalah kencang buta yang ke sembilan puluh sembilan kali nya mereka mengatur kencan buta untuk ku dan selalu gagal!!" Kata Arka sembari tertawa.
"Terus kau akan melakukan hal yang sama" Tanyak Aiden sembari menoleh ke arah Arka "Eeehh kapan kaki ini naik lagi" Kesal Aiden sembari memukul kaki Arka menggunakan palu yang biasa dia bawa di dalam saku jas dokter nya.
"Sure!! Datang dan buat mereka pergi dengan sendiri nya" Jawab Arka dengan percaya diri.
"Rencana yang sama" Tanyak Aiden dengan geleng geleng karena Aiden sudah hapal betul apa yang ada di otak Arka.
"Bisa jadi" Jawab Arka singkat.
"Emm Kau mau melakukan apa lagi? Pura pura jadi cowok brengsek, Cowok tengil atau wanita hamil yang datang marah marah" Sebut Aiden satu persatu rencana yang biasa nya di gunakan oleh Arka.
"Menurut mu yang mana" Tanyak Arka balik.
"Mana ku tahu, terserah kau saja" Jawab Aiden sembari mengambil beberapa berkas pasien sebab sudah waktu nya Aiden melakukan visit "Oh iya kau jangan sentuh apapun di dalam ruangan ku" Aiden memperingati Arka.
"Siaapp" Jawab Arka dengan tampang tidak meyakinkan.
"Awas jika kau menyentuh barang ku, akan ku suntik kau hingga mati" Ancam Aiden sembari berjalan keluar ruangan.
Arka Sebastian seorang pria cassanova yang baru saja kembali ke tanah air dan akan segera menggantikan ayah nya sebagai Ceo di perusahaan besar. Namun untuk sementara Arka di tempat kan sebagai direktur dengan status yang berbeda. Tuan Sebastian tidak ingin jika Status Arka sebagai pewaris akan terpublis. Untuk sementara Tuan Sebastiaan menyembunyikan Status Arka karena tidak ingin jika musuh Tuan Sebastian berbalik mengincar Arka.
Selama lima tahun Arka tinggal di Prancis menghabis kan waktu untuk bersenang senang dan sekarang waktu nya Arka untuk fokus ke perusahaan.
__ADS_1
Aiden Marten seorang dokter muda yang ganteng idaman semua cewek. Aiden terlihat dingin dan cuek tetapi tidak untuk Arka dan adik nya yaitu Evan Marten.
***