Love Strory

Love Strory
Part 21


__ADS_3

Sejenak Amel terpukau melihat Mansion mewah yang mirip kastil seperti layak nya istana Rapunsel. Dan di satu sisi Amel juga takut, jantung Amel berdetak begitu cepat karena rasa takut berada dalam hutan yang begitu mengerikan.


Amel masuk kedalam mansion dengan sambutan beberapa pelayan dan ngawal yang membungkukkan tubuh nya menyambut kedatangan Amel.


"Selamat datang Nona Muda" ucap pelayan dan pengawal secara bersamaan.


Amel yang tidak terbiasa pun merasa canggung dan kebingungan dengan keadaan nya sekarang.


"Apakah aku bener benar manjadi nona muda dadakan di mansion ini? Rasa nya seperti mimpi buruk saja" Batin Amel melirik pelayan dan pengawal bergantian "Mengapa hidup ku begitu menyedihkan" Lanjut Amel begitu frustasi.


"Mari Nona Muda, aku akan mengantar anda ke dalam kamar" Ucap salah satu pelayan yang sudah berumur bernama bibi Fu.


"Kamar siapa?"


"Kamar anda nona, kamar siapa lagi?" bibi Fu tersenyum melihat Amel yang nampak kebingungan.


"Oh iya" jawab Amel singkat dan pelayan itu pun mengantar Amel masuk kedalam kamar yang begitu mewah dan luas.


"Semoga saja dia tidak ada di dalam kamar" batin Amel.


Awal nya Amel ragu ragu untuk masuk ke dalam, takut suami nya menunggu di dalam namun dengan terpaksa Amel masuk dengan lankah gontai.


Amel berjalan ke tepi ranjang dan melihat seisi kamar mewah itu, tapi Amel tidak melihat suami nya setelah keluar dari Altar pernikahan.


"Nona Muda, apakah anda menginginkan sesuatu?" tanyak pelayan itu.


"Tidak" Jawab Amel cepat.


Bibi Fu seorang pelayan senior yang tampak berpengalaman tersenyum pada Amel sedangkan Amel hanya diam saja.


Entah mengapa Amel yang sedari tadi sibuk melihat furniture kamar itu pun terhenti dan membayangkan malam pertama nya yang begitu menyedihkan. Amel semakin kalut dan ketakutan.


"Baiklah, jika anda membutuhkan sesuatu panggil aku saja" ucap bibi fu dengan tersenyum sembari berjalan keluar dan menutup pintu kamar dengan perlahan.

__ADS_1


Amel lalu duduk di sebuah sofa dekat jendela sembari meratapi nasip nya sembari menatap bulan dan bintang yang bertebaran di atas langit berwarna hitam.


Cukup lama Amel termenung dekat jendela hingga suara ketokan pintu dari luar membuat Amel kaget.


tok


tok


tok


Suara ketukan membuyarkan lamunan Amel hingga beberapa menit kemudian Amel mempersilahkan pelayan itu untuk masuk.


Bibi fu kembali masuk ke kamar Amel dengan membawa beberapa paper bag dan berjalan mendekati Amel "Nona, ini pakaian yang harus anda kenakan malam ini di depan Tuan Muda Arka" Bibi fu berkata sembari menaruh paper bag itu ke atas ranjang king zize.


"Makasih" Amel hanya melirik nya sebentar.


Setelah kepergian Bibi Gu, Amel berjalan dan berniat melihat isi paper bag itu. "Baju macam apa ini!! Jika aku mengenakan nya aku pasti akan masuk angin" Amel terkejut melihat isi paper bag itu yaitu baju haram yang kekurangan bahan.


Amel berfikir sejenak, apakah dia harus mengenakan baju haram itu atau terus memakai gaun pengantin ini. Karena di dalam kamar itu Amel tidak melihat koper nya atau barang-barang yang Amel bawa dari rumah nya sendiri.


***


Kilau cahaya mentari dari sela sela jendela beranda kamar menusuk mata Amel yang setengah terbuka.


Amel terhentak melihat kamar yang aneh, kamar yang tidak perna Amel liat sebelum nya. Amel duduk di tepi ranjang dan mengumpul kan puing puing nyawa yang entah kemana.


Mata Amel terbelalak melihat tubuh nya yang masih memakai gaun pengantin dan make up yang belum di bersikan.


Tok


Tok


"Nona, apa kami boleh masuk" tanyak seorang pelayan dari balik pintu kamar Amel.

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuat Amel tersentak dan segera mengambil selimut agar menutupi tubuh nya yang masih memakai gaun pengantin.


"Silahkan masuk" jawab Amel cepat.


Setelah mendengar jawaban Amel, para pelayan itu pun masuk mengahampiri Amel. Ada sekitar tiga orang pelayan yang menghampiri Amel.


"Selamat pagi Nona, Saya bibi fu, kepala pelayan di mansion ini" bibi fu membungkukku kan badan nya 90 derajat di depan Amel.


"Selamat pagi Nona, Saya Lili asisten pribadi Nona Amel dan saya akan melayani Nona sebisa saya" Lili juga ikut membungkukkan badan nya di depan Amel.


Entah ini mimpi seperti apa, kehidupan Amel berubah 180 derajat sejak masuk di keluarga Abraham. Hidup bagaikan ratu di sebuah mansion mirip kastil ini membuat hidup Amel lebih suram.


Mendengar kepala pelayan dan asisten pribadi nya, Amel hanya tersenyum sembari mengangguk.


"Kalau begitu saya permisi Nona" bibi Gu pamit undur diri dan melangkah keluar dari kamar Amel.


Kini Amel bangkit dari duduk nya dan akan segera beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi Lili membantu Amel menyiap kan Pakaian dan menata rambut Amel.


"Oh iya sejak kemarin aku tidak melihat Tuan Muda, apakah di juga tinggal di sini?" tanyak Amel sembari melihat Lili dari balik cermin yang sedang menata rambut nya.


"Semalam tuan Arka begadang di ruangan kerja nya, maka dari itu beliu tidak datang ke kamar anda" Jawab Lili.


"Bagus lah, semoga saja dia tidak punya waktu untuk ku" oceh Amel lagi namun Lili tidak menbalas ocehan Amel.


"Sudah selesai Nona, mari sarapan dulu, Tuan Muda pasti sudah menunggu" ucap Lili.


Setelah mendengar ucapan Lili, Amel pun segera berdiri dan berjalan ke ruang makan dengan mengikuti langkah Lili.


Amel di antar ke ruang makan, di sana ada meja makan yang lumayan panjang, luas dan besar. Namun hanya ada dua kursi di meja itu.


Semua pengawal dan pelayan membungkukkan tubuh nya saat Amel melewati nya.


Amel terpesona melihat Tuan Muda Arka duduk dengan berkarisma dan dengan cepat Amel duduk di samping Tuan Muda Arka.

__ADS_1


"Selamat pagi Tu.. Eh suami ku" Amel merasa geli mengucap kan kalimat itu namun demi menghormati Tuan Muda, Amel rela melakukan nya. Namun Arka tidak menjawab sapaan istri kecil nya.


Amel tidak bisa memanglingkan mata nya dari wajah Arka, Wajah Arka benar benar gagah, walaupun tidak ada senyuman di bibir tipis nya.


__ADS_2