Love Strory

Love Strory
Part 13


__ADS_3

Kali ini Aurelia bener bener merasa kesel dan marah karena ulah Evan yang sangat meresahkan. Walaupun kurang ikhlas Aurelia tetap saja membersihkan rumah Evan yang mirip kandang sapi.


Beberapa menit kemudian Evan pun datang  setelah membeli bahan bahan kue.


"Wahh bahan kue nya sangat lengkap yahh, tampah buku resep pun kau sudah tau" Decak Aurelia sembari berkacak pinggang dengan tatapan tajam setajam silet.


"Sudah tidak usah protes, cepat kau buat kue nya sebelum malam" Ucap Evan mengalihkan pembicaraan "Oh iya aku sudah membeli buku resep yang baru, kau pakai yang itu saja untuk buat kue ulang tahun" Saran Evan yang sebenarnya Evan tidak memiliki buku resep. Maka nya Aurelia tidak dapat menemukan buku resep nya bahkan saat rumah Evan pun sudah bersih.


"Jika kau ingin membeli nya, lantas mengapa kau menyuruh ku membersihkan rumah mu sembari mencari buku resep, Haaah"  Kesel Aurelia sembari melempar batal sofa ke arah Evan.


"Dari tadi kau marah marah terus, ngak capek apa" Evan mendorong tubuh Aurelia agar masuk ke dapur untuk membuat kue "Aku percaya dengan IQ mu yang rendah, jadi kau buat kue sesuai intruksi di buku yah, jangan sampai salah" Lanjut Evan lagi saat mereka berdua sudah berada di dapur.


"Ehh kau mau kemana, kau kan janji mau bantuin aku buat kue" Tanyak Aurelia saat Evan malah putar balik dan tidak masuk ke dapur bersama Aurelia.


"Aku kegerahan, mau mandi bentar, setelah mandi aku akan membatu mu" Jawab Evan Enteng sembari masuk ke dalam kamar untuk mandi.


"xxxxxxxxxxxx" Anggap aja Aurelia lagi toxic tapi di sensor.


Beberapa menit kemudia Evan pun selesai mandi dan mendengar suara keributan di dapur.

__ADS_1


"Hadeeh bikin kue aja kok berisik banget si" Kata Evan sembari berjalan menuju dapur "Astaga Aureliaaa" Pekik Evan saat sudah sampai di dapur dan melihat tubuh Aurelia penuh dengan terigu "Apa yang kau lakukan" tanyak Evan heran.


"Ehehe.. bungkus tepung nya tadi susah di buka jadi.. " Jawab Aurelia sembari memainkan jari jari nya.


"Sana bersihin badan kau dulu, biar aku yang bersihin dapur nya"


"Baiklah" jawab Aurelia sembari berjalan menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama Aurelia pun sudah selesai membersihkan badan nya.


"Nih pakai dulu" Evan memaikan kan celemek ke  Aurelia agar tidak kotor saat membuat kue "Tepung nya udah ngak bisa di selamat kan gara gara kau tapi untung saja telur nya masi bisa di pakai" Ucap Evan.


"Bisa di pakai si tapi tadi pas mecahin telur aku ngak sengaja masukin cangkang nya juga" Lirih Aurelia sembari membelakangin Evan karena takut kena sentil oleh Evan.


Dua jam kemudian akhir nya kue yang mereka buat jadi juga. Walaupun penuh dengan drama.


"Ahh Akhir nya kue pertama ku jadi juga. semoga mama suka kue nya" Aurelia sangat senang karena berhasil membuat kue untuk pertama kali nya.


"Oi oi jangan seneng gitu, kue pertama mu ada di sini" Kata Evan sembari memperlihat kan tong sampah yang hampir penuh karena kue buatan Aurelia yang selalu gagal.


"Ohh.. Hehe" Jawab Aurelia cengengesan.

__ADS_1


"Sudah jam delapan malam, Ayok kita ke Cafe Shop untuk menghias nya" Saran Evan "Kau simpan kue itu di kulkas" Pinta Evan.


Aurelia pun menuruti perintah Evan dengan menyimpan kue nya di kulkas dan segera pergi ke Cafe Shop. tapi sebelum pergi ke Cafe Shop Aurelia mengganti pakaian nya terlebih dahulu setelah itu berangkat ke Cafe Shop.Malam ini Dea tidak jadi ke rumah Aurelia karena harus mengantar ibu nya ke sebuah bandara.


"Untuk sementara kau tinggal di rumah Aurelia saja karena ibu tidak tega meninggalkan mu sendirian di rumah" Saran Sintia agar Dea tidak merasa kesepian berada di rumah sendirian.


"Iya ibu ku sayang" Jawab Dea sembari memeluk ibu nya begitu hangat.


Di satu sisi Dea merasa senang karena beberapa hari akan tinggal di rumah Aurelia selama ibu nya belum kembali dari Prancis. Namun di sisi lain Dea juga merasa sedih ibu nya pergi ke Prancis karena ada beberapa perkerjaan yang harus dia selesaikan.


Sintia ibu Dea adalah seorang desainer hebat dan karya nya dalam mendesain sebuah gaun memang sangat bagus dan patut di ajukan jempol.


Beberapa menit kemudian akhir nya pesawat yang akan di naiki oleh Sintia akan segera lepas landas


"Ibu pergi dulu yah sayang, kau jangan nakal dan ingat pesan ibu pada mu" Ujar Sintia.


"Siaap buk boss" Jawab Dea sembari memberi hormat kepada ibu nya dan Sintia hanya tersenyum melihat tingkah putri semata wajang nya.


Setelah ibu Sintia pergi, Dea pun melajukan mobil nya dan segera pulang ke rumah nya. Awal nya Dea ingin ke rumah Aurelia namun Dea mengurungkan niat nya karena Dea berkali kali menelfon Aurelia namun Aurelia tidak mengangkat nya karena masi sibuk menghias Cafe Shop.

__ADS_1


__ADS_2