
Disekolah Aurelia, Zira dan Dea belajar namun kali ini adalah pelajaran Matematika membuat Aurelia menjadi malas dan malah tidur di kelas.
"Hey pemalas bangun, nanti kau kena hukum" Dea mencubit pipi Aurelia agar dia terbangun namun Aurelia enggan membuka mata nya.
"Tau tuh, buruan bangun sebelum di marahin bu ratna" kata Zira lalu Beberapa menit kemudian bel istirarahat pun berbunyi dan dengan cepat Aurelia bangun.
"Ahh akhir nya istirahat juga" kata Aurelia sembari merenggangkan tangan nya. "Yuk kekantin aku sudah lapar" Ajak Aurelia.
"Tadi aku membangun kan mu tapi kau tidak bergerak sedikit pun. Giliran suara bel kau malah terbangun" Tidak heran bagi Dea melihat Aurelia yang begitu karena sejak dulu Aurelia memang seperti itu.
Ketiga gadis itu pun berjalan menuju kantin sembari bercerita. Tak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai dan segera memesan mie ayam untuk mengisi perut nya yang sedang demo.
"Aurelia, pulang sekolah kita ke toko cosmetik yuk, disana banyak diskon loh" kata Dea.
"Yuk kebetulan cosmetik aku udah habis nih"
"Lain kali aja yah, Aku harus membersihkan rumah kost dan mengatur barang" Jawab Aurelia.
"Rumah kost? memang nya kau tinggal sendiri"
"Yaa, mulai hari ini aku tinggal di rumah kost karena rumah ku sangat jauh, jika kau mau kita bisa tinggal serumah" Saran Aurelia.
"Emm nanti aku tanyak ibu ku dulu, kau kan tau ibu ku tidak terbiasa jika aku tidak ada di rumah katanya rumah jadi angker kalau aku tidak ada" Celoteh Dea.
__ADS_1
Aurelia hanya mengangguk dan sedikit tersenyum. Beberapa menit kemudian mie ayam yang mereka pesan pun sudah siap.
Setelah pulang sekolah Aurelia pun segera kembali ke rumah kost dengan terburu buru karena Aurelia lupa mengambil kunci yang masi bergantung di gagang pintu. Aurelia mengendarai sepeda motor nya dengan kecepatan agak tinggi karena takut jika seseorang akan masuk kedalam rumah nya.
Namun tiba tiba saja ada seorang pria yang melintas di depan Aurelia sontak Aurelia pun membating motor nya ke arah kiri hingga menabrak pohon besar.
"Hey apa kau buta yah, kau tidak melihat aku sedang nyebrang jalan" Ketus Evan sebelum melihat siapa yang hampir saja menabrak nya
"Apa kau bilang!! kau yang menyeberang jalan Tampa melihat kiri kanan dan kau malah menyalahkan ku" Aurelia tak abis pikir dengan pria yang ada di depan nya itu. jelas jelas dia yang nyebrang Tampa melihat kiri kanan tapi malah Aurelia yang di salah kan.
"Kau yang mengendarai motor butut dengan sangat kencang, harus nya kau lebih berhati hati" Evan pun mendekati Aurelia dan mengulurkan tangan berniat ingin membatu Aurelia. "Aurelia" Ucap Evan saat melihat Aurelia yang sedang membersikan sikut nya yang berdarah.
Aurelia pun mendongak kan kepala nya dan melihat Evan yang sedang mengulurkan tangan "Kau" pekik Aurelia dengan tatapan dingin nya.
"Sini aku bantu berdiri" Evan menawarkan bantuan namun Aurelia enggan meraih tangan Evan.
"Yasudah terserah kau saja" Kata Evan sembari menunduk dengan jarak yang begitu dekat dari wajah Aurelia.
"Eh eh kau mau ngapain" Aurelia terlihat sangat gugup dengan pipi yang memerah dan menutup mata nya rapat rapat.
"Hey pakai otak mu itu! apakah kau akan duduk di situ sepanjang hari" Evan berkata sembari mengambil ponsel nya yang terjatuh tepat di samping Aurelia.
Sedari tadi Evan berjalan sembari bermain ponsel sehingga Evan tidak melihat jika ada kendaraan yang sedang melaju.
__ADS_1
"Eh iyaa.." Aurelia pun berusaha berdiri namun terjatuh kembali karena lutut Aurelia juga luka dan berdarah "Aww" pekik Aurelia setelah berhasil berdiri dan berjalan meninggal kan Evan.
"Hey gadis bodoh" panggil Evan lagi.
"Apa lagi!!" Aurelia pun berbalik melihat Evan yang sedang cengengesan dan membuat Aurelia kebingungan.
"Kau mau pergi ke mana Tampa motor butut mu ini!! walaupun kau menyimpan hingga berhari hari aku yakin pencuri pun tidak akan menyentuh motor butut mu" Ledek Evan sembari tertawa kecil.
"Ahhhh bodoh nya aku, bisa bisa nya aku lupa dengan motor butut itu"Batin Aurelia. pun merasa malu dan segera menghampiri Evan yang masi saja tertawa di samping motor Aurelia.
"Minggir" Aurelia menyenggol tubuh Evan dengan kasar hingga Evan terjatuh karena Aurelia tiba tiba menyenggol nya sontak Evan pun menarik tangan Aurelia hingga terjatuh di atas dada Evan.
Seketika keheningan pun terjadi di antara mereka. Evan terus memandangi Aurelia begitu pun sebalik nya.
"Haduhhh anak muda jaman sekarang slalu saja bermesraan di tempat umum" Ucap seseorang yang melintas di jalan itu dan tampa sengaja melihat Evan dan Aurelia. Aurelia pun segera berdiri dari tubuh Evan dengan pipi yang merah seperti tomat.
"Kau mau pergi kemana" tanyak Evan sembari memperbaikin posisi motor Aurelia dan berniat ingin membantu Aurelia.
"Ke rumah kost cempaka" jawab Aurelia cepat.
"Kau tinggal di sana" tanyak Evan.
"Yaa"
__ADS_1
"Tapi aku tidak perna melihat mu di sana" Tanyak Evan lagi sembari mendorong motor Aurelia yang rusak.
"Yah karena aku baru pindah pagi ini" Jawab Aurelia sembari berjalan pincang di samping Evan. Tampa terasa mereka berdua pun sudah sampai di rumah kost cempaka dan ternyata Evan juga tinggal di rumah kost cempaka di kamar no sembilan sedangkan Aurelia tinggal di kamar no enam. Rumah kost yang mereka tempati hampir mirip dengan Apartemen. dan kamar mereka berada di lantai dua