Luka Yang Kurindu

Luka Yang Kurindu
episode 1


__ADS_3

Bukankah perpisahan memang selalu lebih berat bagi yang di tinggal kan?


Ada rasa sesak seperti gelembung gelembung asam yang memenuhi ruang ruang di dadamu.


Tapi apakah mungkin cinta terpisah dari luka?


Itu seperti kamu mengharap kan pertemuan tanpa ada nya perpisahan.


Ibarat kamu mendambakan pagi tanpa pernah mengharap kan kedatangan petang.


Mungkin itu sebab nya perpisahan terasa sering begitu menyakitkan, karena kerap datang tanpa ada peringatan.


Nama ku SYAFIRA LEQSA biasa di panggil leqsa. Sekarang aku berusia 17 tahun. bahasa halus dan simpatik, tidak suka berbelit belit, aku orang yang suka mengambil keputusan sendiri walaupun keputusan tersebut akan merugikan diriku sendiri akan tetapi aku tidak menyesalinya. Aku mempunyai 2 sifat yang jarang di miliki banyak orang yaitu tidak mudah marah dan mudah untuk memaaf kan. Banyak hal yang ingin aku ceritakan tentang kehidupan, karir maupun tentang percintaan yang bagiku aku tidak pernah beruntung.


Aku memiliki seorang ayah yang terlalu mengekang, ayah ku galak dan satu hal tidak boleh pacaran sebelum menjadi orang sukses bagi ayah karir yang lebih utama. Ayah ku bekerja sebagai kapten kapal pesiar. Dan ibu ku orang yang sangat penyabar tapi ibu juga tidak jauh beda dari ayah ku karir kariir dan karir...


Ohh iya aku mempunyai seorang abang kami tidak terlalu dekat abang ku sma seperti ayah dan ibu ku lebih penting karir dari pada percintaan. Abang ku seorang pekerja keras. Abang ku juga bekerja sebagai kapten kapal pesiar.


Ayah dan abang ku berbeda kapal mereka pulang setiap 5 bulan sekali kadang juga mau lebih tidak bisa di tentukan...


Pusing dehh pokok nya hidup di keluarga yang serba mengekang...


Sekarang aku naik ke kelas 3 SMA jurusan IPA 1, ini lah awal kisah ku di mulai....


Hari ini hari pertama masuk sekolah seperti biasa aku ke sekolah naik angkot sampai di depan gerbang aku berjalan melewati ruang ruang adik kelas. "Gilaaa gilaaa badan kk ini cantik kali kek model". Dengar di kuping ku ocehan adik kelas aku hanya tersenyum dan lanjut masuk ke dalam kelas ku. Sepanjang jalan mereka semua memperhatikan ku dengan mata yang melotot karna wajah ku memang cantik dagu yang terbelah, hidung mancung dan badan seperti model. Di dalam kelas teman teman ku belum banyak yang datang cuman sekitar 5 orang.


Aku memilih duduk di bangku paling depan di sudut kanan. Sengaja sih biar nyandar di dinding hehe...


"Hey la apa kabar makin aja lo ya.." sapa jaya yang Baru datang dan mata nya mengedip menunjuk payu dara ku. Jaya teman kelas ku berbadan gendut tapi otak nya selalu berpikiran kotor.

__ADS_1


"Apaan sih lo mau gua tabok.." jawab ku sambil melempar sebuah penghapus yang ada di meja ku


"Upss selo dong gimana lancar open bo nya" sambung jaya sambil duduk di samping ku


"Udah kelas 3 dan sifat lo masih gini gilaa gilaaa tabok bilang!" Aku melayang kan tangan ku dan di tangkap oleh alvi


"Duhh ada apaa ni cs kok ga ngajak ngajak berapaan satu malam..?" Sambung alvi. Alvi adalah teman jaya mereka satu produk smaa sma otak mesum.


"Haha anjay banget sih kalian emang gua cewek apaan. Tu ada yang nganggur" tunjuk ku kearah maya. Gadis culun dan gigi monyong


"Up deh lo aja jay iklas gue..." ucap alvi sambil duduk di belakang bangku ku


"Enggak deh mending gue nanti malam sama ayam tetangga wuahahahah amnjay." sambung jaya dan duduk di samping alvi


"Mantap boskuu" jawab alvi


Aku hanya tertawa dan menggelengkan kepala dan membalik kan badan ke depan.


Aku membalik kan badan mencoba bertanya pada alvi dan jaya "woyy kalian tau nadya gak kok belum datang ya..?"


"Buset gini yang di katain sahabat sejati tapi sahabat nya udah nikah dianya gak tauu ngotak dong leq" jaya bangkit dari bangku nya dan mengetuk ngetuk kepala ku dengan tangan nya. "Tukk..tukk"


"Awww sakit tauuu jay" ucap ku dan menyingkirkan tangan jaya dari kepala ku


" ohh ternyata gak ada otak nya pantes aja" ucap jaya tertawa begitu pun dengan alvii


"Yiahahahhaa mantap bosku" sambung alvi tertawa puas


Aku hanya menatap sinis alvi dan jaya "gausah main main deh kali ini gua srius ni kenapa nadya" mata ku berkaca kaca

__ADS_1


Alvi dan jaya yang tadi nya tertawa mereka terdiam karena mata ku sudah menetes kan air mata yang membasahi pipi cuby ku


"Ehh jangan nangis dong kan cuman becandaa..." ucap alvi


"iyaa leq kan cuman becanda doang" sambung jaya "hmm si nadya kan udah nikah leq dia pindah ke bandung".


Jaya mengetahui semua nya karna jaya tetangga nadya


"kenapa dia ga ngasi tau gua" ucap ku yang terus mengalir kan air mata di pipi cuby ku


"lo nanyak gua? gua nanyak siapa dong" sambung jaya kebingungan " nanyak siapa gua vi" jaya menggoyang goyang kan pipi alvi


"Hiksss hiksss hikssss...." aku tidak dapat menahan tangis ku aku membalik kan lagi badan ku kedepan dan menangis di balik tas ku


"****** loo jay nangis dia..duhh tambah parah...mati lu jayy..." ucap alvi yang kebingungan


"Iri bilang bosssss." jawab jaya sambil menepuk pipi alvi pelan


"Ngapain bos iri sama kariawan.." sambung alvi sambil menatap dekat jaya


"Tringgggggggg....tringgggggggg.." bel masuk berbunyi guru mata pelajaran biologi buk erlin, masuk dan membawa seorang siswa laki laki tinggi dan berwajah tampan


Jaya dan alvi masih bertatapan tidak sadar kalo buk erlin sudah masuk


"Heeeh ya ampunn jaya! alvi..! apa apaan kalian ini mau mesum di dalam kelas?!" ucap buk erlin sambil menepuk jidat nya


Alvi dan jaya tersadar "gilaaa lo jayy ihhh jijikk..." ucap alvi


"Ihhh guee lebih jijik lebih baik sama ayam tetangga ihhh" jawab jaya

__ADS_1


"Heh udah udahh..." ucap buk erlin menggeleng geleng kan kepala nya


__ADS_2