
Acara yang meriah terdengar meriah, acara itu di selenggarakan di Keluarga besar Xiao keluarga termuka pertama mereka keluarga terpengaruh di kota A dan sudah menjadi tradisi 5 keluarga besar untuk mengadakan acara penyambutan penerus baru yang terpilih dan kali ini sudah penerus 80 generasi. Linger Xiao adalah penerus pertama dari 5 keluarga besar karna dia adalah istri sah pertama, tapi hari ini berbeda dengan sebelumnya karna sang ayah menikah lagi dengan seseorang dari rumah bordil di ibu kota karna hasutan sehingga mereka masuk dalam keluarga Xiao, mereka memanggil Nier terkenal dengan tampangnya yang cantik hingga ayah Linger masuk kedalam jebakanya. Nier melahirkan 2 anak yaitu Liang putra pertama dan Wouyu putri kedua, mereka kerap kali bertampang baik di hadapan linger dan nyonya sah Xiao Hana agar masuk ke dalam keluarga Xiao.
***
Di dalam ruang ganti pakaian linger wouyu berbicara dengan nada baik menyuruh mengenakan gaun yang sama dengan wouyu di acara penting penyambutan.
"Kakak hari ini pesta penyambutan kakak berati kakak harus tampil bedakan kenakan gaun yang sama denganku ya karna kita kan bersaudara hehe... hebat kakak jadi penerus pertama keluarga..." ucap Xiao
"Wouyu kamu tidak usah berlagak baik di hadapku kenakan gaunmu sendiri dan untuk gaunku sendiri bisakah kau ke luar ini ruang ganti khususku kamu cuma berlagak kan? " jawab Linger
"Apa maksudnya kakak aku hanya ingin dekat kakak kita kan bersaudara."
Linger yang melihat wouyu menangis sedu mengehela napas dan ia memanggil pelayan menyuruh wouyu pergi ke tempat gantinya sendiri. Wouyu yang melihat pelayan mengisyaratkan untuk mengikutinya wouyu hanya mengikuti dan ia pergi sambil menutup pintu.
__ADS_1
"brak..."
Linger hanya diam melihat wouyu bersikap seperti itu karna ia melihat sendiri kelakuan mereka yang mengacam posisinya di keluarga menjebak ibunya sendiri bermain tengah malam padahal ibunya berencana untuk mengadakan pesta kecil untuk sang suaminya, dan itu tidak bisa ia lupakan.
***
Wouyu yang di usir di depanya menjadi marah dan membanting apa pun yang di kamarnya.
"prang... sret..."
Nier membuka pintu kamar wouyu dengan pelan ia di beritahukan bahwa linger mengusir wouyu.
"WOUYU... kenapa kamu jadi gila tenang jangan hari ini, kenapa aku bisa mempunyai anak bodoh sepertimu tenang ibu bilang lihat barang hancur ibu harus bilang apa pada tuan... "(khawatir)
__ADS_1
"IBU....aku tidak bisa terima aja dia mengusirku argh... sial aku mau dia malu dan segera pergi dari kediaman ini harusnya aku jadi penerus pertama keluarga besar bu, argh... "
amarah wouyu tidak kunjung berhenti nier menarik lengan wouyu dengan keras hingga duduk mengisyaratkan untuk diam dan tenang.
"Ibu kenapa menarikku sakit bu aku terima kenyataan bahwa dia mengusirku. "ucap wouyu
"Hah.... ya ampun wouyu bisakah kamu tenang ibu punya cara untuk balas dendam kepada anak sial itu, posisi kita tidak kuat sayang jadi jangan ceroboh apa yang kamu mau jadi milikmu jadi kamu harus tenang jangan gegabah dan ikuti arahan ibu mengerti." jawab nier
Wouyu menjadi tenang dan ia menarik pelan tangan ibunya untuk memberitahu apa yang ibunya rencanakan Nier membisikan sesuatu di telinga wouyu seketika itu wajar menjadi senang.
"ibu aku senang hari ini tidak apa - apa kakakku sial itu menjadi bangga karena kesalahanmu akan menjadi petaka hehehe... " (muka licik)
"sekarang kita harus membereskan barang yang kamu pecahkan ini tuan akan marah kalau sampai putrinya menjadi emosional seperti ini ibu akan memanggil pelayan menyuruh membereskan ini jadi kenakan gaun yang kamu inginkan"
__ADS_1
Nier mengelus kepala wouyu dengan lembut dan pergi meninggalkan wouyu dengan gaun yang ia berikan.....