Lukisan tampan keluarga Xiao

Lukisan tampan keluarga Xiao
Episode 3


__ADS_3

Ninger dan wouyu mulai merencanakan niat jahatnya itu.....


Ninger mengajak wouyu ke kamarnya dan merapikan dandanan wouyu yang berantakan.


"Ibu tidak terima anak kesayangan ibu harus begini seharusnya kamu diam dulu jangan bertindak wouyu " ucap ninger


Wouyu hanya diam saat ibunya merias dirinya, dalam lamunan ia berpikir kenapa nasibnya berbeda tempat kasih sayang ayah tidak dapatkan melainkan saudara tirinya itu. Bunyi dorongan pintu terdengar sosok muncul Liang datang menghampiri wouyu


"Wouyu dari mana kamu seharusnya kamu di aula dan bergaul kalangan atas ini kesempatanmu agar orang mengenal bahwa keluarga Xiao punya 2 putri dan penerus keluarga akan diadakan lagi... " tanya Liang


"Kak Liang wouyu harus gimana ayah tidak sayang padaku kamu lihat gaun ini! apa aku ada muka seharusnya aku menjadi pusat perhatian dan lagi tadi ayah memarahiku dengan keras.. " jawab wouyu


Liang melihat dari atas dan bawah apa yang wouyu kenakan seketika Liang menjadi geram.


"Wouyu jawab kakak siapa yang memberikan gaun ini, gaun ini di kenakan untuk pelayan kediaman aula apa kamu tidak berpikir"

__ADS_1


Ninger kaget mendengar ucapan putranya itu tidak menyangka gaun yang ia berikan untuk putrinya malah justru untuk pelayan.


"A-APA.... bagaimana bisa gaun ini aku ambil dari ruangan tuan lemari khususnya kenapa jadi pakaian pelayan?" (terkejut)


Wouyu marah padam dan berlari meninggalkan mereka dengan campur aduk wouyu memasuki kamarnya membanting pintu itu dan menghapus riasanya dan merobek pakaian itu hingga lusuh.


"Ibu kamu memberikan kain ini untuk pelayan kediaman lucu sekali, ayah merasa jijik melihatku dengan pakaian ini kurang ajar... " (marah)


Sedangkan Ninger merasa kecewa ia ingin melihat putrinya tampak polos di hadapan suaminya malah menghina dengan kejam. Ninger mengejar putrinya hingga sampai pintunya dengan hati - hati membuka pintunya, ninger dengan cepat menutup pintu dan menguncinya ia memeluk wouyu meminta maaf apa yang dia perbuat, ninger segera menyuruh pelayan mengambil gaun di lemarinya dengan mengambil hati - hati.


"Wouyu dengarkan ibu maaf ibu tidak bermaksud seperti itu tuan selalu menyembunyikan kain in, ibu merasa jika kamu mengenakan kain ini tuan bisa berubah... maafkan ibu wouyu... "(sedih)


"wouyu kenakan ini, gaun ini punya ibu dulu pernah membelinya dan tidak pernah menyentuhnya jadi tampilah dengan cantik sayang..."


wouyu hanya melihat gaun itu memang nampak indah ia kembali ceria dengan cepat wouyu berdandan, setelah beberapa jam wouyu kini nampak cantik raut wajah terlihat jelas di dalam cermin. Wouyu dan ninger segera turun menuju aula pesta.

__ADS_1


***


"Nona nampak cantik sekali seperti dewi turun...."


Linger yang lama berhias dengan raut wajah senang memuji penata rambutnya dengan cantik, tampak berkata linger membungkuk pelan hormat dan pergi menuju pesta.


****


Acara meriah terdengar wouyu yang sendiri berjalan dari pintu samping mulai membaur kalangan sosial. Kalangan atas dari senior dan tertua ikut hadir yang paling penting keluarga besar juga ikut hadir.


"hey.... acara yang meriah... gimana kalau kita investasikan ini...."


suara berbicara anggun dan alunan musik khas menjadi penambah suasana, di puncak acara tertua angkat suara.


"KITA MULAI PENOBATAN KELUARGA BESAR... "

__ADS_1


Calon penerus melangkah maju di puncak acara mereka terpilih 4 pria tampan dengan sopan mengenalkan diri. Dari marga Yun, Qin, Jun, dan Lin. Tertua pun berkata untuk menjadi pewaris sah pertama mulailah berdansa pertama kalinya dengan para gadis kalangan atas.


Para wanita kalangan atas berbondong ingin berdansa tapi tidak ada yang mau mereka ingin berdansa, tiba - tiba langkah kaki terdengar wanita seisi aula fokus pada jalan utama tangga....


__ADS_2