
Ninger yang mendengar itu menjadi syok dan melihat sekeliling dan tuan yang terkejut atas apa ucapan wouyu dengan muka yang marah besar tuan memerintah semua keluar dengan segera....
Tuan segera memanggil pelayan pribadinya di hadapannya, tuan mulai mengisyaratkan meminta mengambil sesuatu pada pelayan.
"Ambilkan aku benda yang sudah lama aku simpan itu dan jangan ada berani memasuki aula ini kepung sisakan inti keluarga ini mengerti..." bisikan tuan.
Aula kini menjadi penuh penjagaan ketat tanpa cela, di dalam aula tersisa ninger, wouyu, linger, tuan dan nyonya. Linger yang kebingungan mulai bertanya pada ayahnya.
"Ayah kenapa harus begini? maafkan saja wouyu ayah wouyu mungkin terlalu emosi dan juga bibi ninger yang terlalu gegabah... " bujuk linger
__ADS_1
Tuan besar menepuk pelan kepala linger dan menyuruh linger duduk di tempat tuan besar menyuruh pelan melayani linger dengan baik. Di sisi lain Ninger yang ketakutan terpaku diam, ninger melihat wouyu perasaan marah dan mulai memarahi wouyu dengan keras, menarik keras lengan wouyu ke hadapannya .
"WOUYU ..... kamu apa yang kamu lakukan tuan marah, cepat minta maaf dan bersujud jangan sampai benda itu datang ke sini cepat jika tidak ibu akan menghukum kamu dengan cara mengerikan mengerti wouyu" marah ninger
Wouyu yang kesakitan di tarik ibunya dan tidak tahu menahu benda itu menjadi naik pitam kenapa harus menjadikan mereka raja segalanya...
"CUKUP.... ibu wouyu tidak akan meminta maaf pada orang itu, memang kenapa ? wouyu darah daging keluarga ini kenapa harus menjadi identitas kerabat rendah....kenapa ibu....wouyu mau identitas nona keluarga ini baik di luar kediaman maupun di dalam ibu...." latang wouyu.
bunyi tamparan 2 kali terdengar ninger memukul wouyu dengan keras hingga memerah dan menarik bahunya mendekat.
__ADS_1
"wouyu....cepat minta maaf pada ayahmu dan tarik ucapanmu itu, jangan sampai benda itu datang wouyu, ibu tidak akan bicara lagi jika tidak maaf wouyu... " marah ninger.
Wouyu yang tertampar merasa sakit amat dalam hatinya menjadi marah pada kondisinya itu mencoba meminta maaf pada hal yang tidak ketahui, Wouyu menyerah dan mulai meminta maaf akan tetapi di dalam hatinya mengutuk keluarga ini, saat akan berbicara pelayan sudah masuk membawa kotak besar diiringi pelayan lainnya, pelayan itu mulai mengisyaratkan nona Linger pergi dengan lembut untuk pindah memawakili kediamannya dan sedangkan hana duduk di tempat lantai atas aula di temanin pelayannya. Tuan besar melangkah maju perlahan diiringi kotak besar itu di sampingnya, Ninger mulai pucat dan panik mulai memohon menyudahi permasalahan ini apa daya ninger hanya istri tanpa nama.
"TU... tuan... mohon maafkan ninger dan wouyu dia masih kecil jangan keluar benda itu ninger akan mendidik lebih keras lagi saya mohon tuan... " mohon ninger
Tuan menghiraukan ninger bicara apa padanya, menatap muka dengan dingin pada konser dan wouyu, tuan besar saat akan membuka kotak itu dan menyuruh pelayan hana memakai penutup telinga dan mulai mengantar ruang tunggunya, tibalah tuan mengambil tali pecut berduri yang keadaan bersih di pegangnya tetapi di bagian talinya terdapat bercak noda darah yang sudah lama.
"ah... sudah lama aku tidak menyentuhnya aku rindu padamu, bertahun - tahun aku menggunakan temanmu sekarang giliranmu, apa kamu rindu beberapa tahun yang lalu saat nyonya membuat kesalahan..." sinis tuan
__ADS_1
ninger mulai ketakutan dan memeluk wouyu dan menangis dan memohon ampun apa yang terjadi apa dayanya tuan mulai mendekat dan bayangan besar provokasi datang....