
Ninger melihat suaminya tersenyum bahagia pada Hana menjadi benci seharusnya tempat duduk utama menjadi miliknya, kursi itu untuk menjadi nyonya utama sah sebanding dengan Tuan utama, ninger hanya istri tidak sah bisa dianggap istri kedua yang tidak sah karena siasatnya pada tahun lalu, muka menjadi geram padam dan rasa cemburu memuncak pada hana....
***
Kalangan atas sibuk bersosialsi, bercanda saja untuk masuk kelas pasar internasional. Wouyu yang berdiri di tengah kerumunan menepi menghampiri meja makanan, iri tidak bisa masuk perkataan mereka menanam saham pada teman mereka. Dalam batinnya ia menyesal kenapa tidak mau membicarakan masalah pewaris.
..."Ibu kenapa harus seperti ini mau masuk kalangan atas saja susah begini, wouyu saja merasa bukan tamu di sini padahal wouyu keluarga ini. Ini salah Linger yang tidak mau mengalah padaku lihat saja setelah ini dia tidak bisa bahagia..."...
Dalam lamunannya seketika terkejut nepuk bahunya dengan pelan.
"Hei....kamu kalangan atas dari mana kenapa tidak bergabung dengan saham kami ceritakan tentangmu kalangan mana... " tanya orang itu
Wouyu menjadi gugup untuk menjawab, jangankan saham untuk tata krama saja ia lupakan.
"Hei...kenapa kamu diam apa kamu sakit? kamu kelihatan pucat?" tanya orang itu khawatir.
Wouyu yang enggan menjawab pertanyaan menjadi ragu.
__ADS_1
"Oh... tidak apa - apa aku baik - baik saja terimakasih..." jawab dengan gugup
"Oh syukurlah, maafkan aku lupa memperkenalkan diri nama Nisa dan ini teman saya kami kalangan atas, kalau kamu dari kalangan mana? " tanya Nisa
Nisa yang membukuk hormat pada tata lama ajaran lama dengan anggun menunggu dibalas. Wouyu yang tidak mendapatkan pengajaran itu melihat sekeliling mencari ibunya untuk meminta bantuan, Nisa yang lama menunggu menjadi tersinggung.
"Maaf kenapa kamu tidak membalas penghormatan kami apa kamu menghina kami? atau kamu merasa kami tidak pantas mendapatkan balasan penghormatan?" ucap nisa tersinggung.
Wouyu yang mulai panik menjawab dengan gugup dan balasan penghormatan salah.
Nisa yang penghormatan dengan anggun menjadi marah padam bersama dengan temannya itu dan seketika wouyu hendak pergi mendapatkan tamparan dengan keras.
"PLAK... "
bunyi tamparan dengan keras terdengar di aula seketika itu aula menjadi hening dan fokus pada wouyu.
"Dasar wanita kenapa kami harus mendapatkan penghinaan ini? apa kamu dari kalangan bermartabat dari kami? kami sudah memberi kamu penghormatan agung malah dihina dengan tidak malu siapa kamu dasar...." ucap nisa dengan marah.
__ADS_1
Wouyu yang mendapatkan tamparan itu menjadi terpaku diam, tamparan itu membekas merah di pipi wouyu. Dari kejauhan Ninger melihat itu mengahalangi menjadi petengah mereka dengan canggung ninger berbicara pada nisa.
"Maafkan saya nona nisa dan yang lain kerabat kami tidak tahu akan kalangan sosial ini atas nama keluarga ini saya meminta maaf... " ucap ninger dengan canggung.
Tuan besar yang melihat dan mendengar kegaduhan itu menjadi marah besar ia mengakat tangan menyuruh yang tidak berkepentingan mengunjungi taman kediaman dan kini yang tersisa keluarga besar dan calon pewaris.
"NINGER APA YANG KAMU KATAKAN TADI MEMINTA MAAF ATAS KEKACAUAN INI? SALAH APA KELUARGA INI PADA ANAK ITU? " ucap tuan dengan marah
Ninger yang tanpa sadar menjadi menutup mulut dan ketakutan ninger mendekat pada tuan.
"Maafkan saya tuan tanpa sadar saya mengatakan itu, saya tidak tahu harus apa?" jawab ninger ketakutan.
Hana yang melihat itu dari tempat duduknya mengisyaratkan pada pelayan untuk nona nisa menunggu di ruang khusus sekaligus mengarahkan calon pewaris pindah tempat. Wouyu yang tidak terima mulai mengamuk.
"cukup kalian semua atas dasar apa aku harus mendapatkan penghinaan ini dan tamparan ini? apa aku tidak boleh mendapatkan identitas lagi? jawab aku IBU? "
Ninger yang mendengar itu menjadi syok dan melihat sekeliling dan tuan yang terkejut atas apa ucapan wouyu dengan muka yang marah besar tuan memerintah semua keluar dengan segera....
__ADS_1