Luna : Vampire Princess

Luna : Vampire Princess
15


__ADS_3

“Luna Putriku, sebagai seorang Vampir. Kita tentu tidak bisa terkena sinar matahari, tapi kau berbeda. Sayang.”


“Kamu mewarisi kekuatan Ayahmu, Luna. Satu hari hampir berlalu, setelah melahirkanmu. Kekuatan Ibu akan melemah, dan Ibu yakin para manusia yang tamak akan kekuatan itu akan memanfaatkan hal ini dan mengincar ibu. Ibu tau, kamu adalah anak yang spesial. Luna, meskipun ibu tidak ada nantinya. Pamanmu akan merawatmu dengan baik menggantikan Ibu, Ibu harap. Kamu bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan patuh pada pamanmu.”


“Jika bisa, Ibu ingin melihatmu tumbuh dewasa dan menjadi anak yang cantik. Tapi sayangnya, takdir tidak berkata demikian.”


✯✯✧✯✯


Air mata mengalir tanpa sadar, Luna perlahan membuka matanya. Dia mengerjap beberapa kali dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. ‘Di mana aku?’


“Ah, Nona. Anda sudah sadar?”


Luna menoleh ke asal suara, seorang gadis cantik dengan pakaian minim dan telinga mirip rubah berjalan masuk dengan sebuah mangkuk yang terbuat dari tanah liat di tangannya. “Siapa.. kau?”


“Perkenalkan, Nona. Saya Aileen, saya dari Klan Rubah. Nona berasal darimana?”


“Aku tidak ingin tau tentang rasmu. Aku hanya bingung, kenapa kau bisa dengan mudah membocorkan identitasmu pada manusia.”


“Manusia?” Gadis Rubah bernama Aileen itu memiringkan kepalanya dengan penuh kebingungan. “Nona bukan manusia kan?”


“Tunggu, kenapa kau tau?? Padahal aku sangat lemah dan.. tunggu sebentar, kenapa aku bisa ada di sini?”


Aileen meletakkan mangkuk berisi cairan merah yang sedikit kental. “Saya berasal dari klan Rubah, Nona. Kami memiliki kemampuan spesial, yaitu membaca pikiran dan mengubah penampilan kami. Aku Adik pemimpin Klan Rubah, Aileen Carmia.”


“Adik pemimpin.. aku pernah dengar, jika Adik dari pemimpin Klan rubah memiliki kekuatan yang berbeda dari ras yang lain. Dia bisa membaca pikiran musuhnya meski sedang tidak sadarkan diri. Apa itu artinya, kau mencoba membaca ingatanku??”


“Hahaha.” Aileen menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Saya perlu mengetahui identitas orang yang saya tolong, tapi saat saya ingin melihat ingatan Anda. Saya tidak bisa, seperti yang Anda tau. Saya hanya bisa membaca ingatan orang yang berada di level yang lebih rendah dari saya. Tapi saya tidak bisa membaca pikiran Anda, yang artinya. Anda lebih hebat dari saya, dan seorang manusia biasa tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Klan Rubah. Apalagi saya adik pemimpin Klan Rubah.”


“Ternyata begitu.” Luna menunduk dengan senyum tipis, dia menoleh ke arah Aileen. “Namaku Luna, aku dari klan Vampir. Dan terima kasih karena sudah menolongku.”


“Klan Vampir? Ada banyak Klan Vampir dan itu berbeda-beda.” Aileen memegang dagunya berpikir, dia tersenyum. “Sudahlah, jika Nona Luna tidak mau memberitahuku dari mana Anda berasal. Maka tidak perlu, dan juga. Silahkan minum obat ini, ini obat yang dibuat dengan bunga langka yang ada di kawasan klan vampir. Warnanya memang seperti darah, tapi ini bukan darah dan jangan khawatir. Ini tidak mengandung efek samping.”

__ADS_1


Luna tertawa kecil. “Terima kasih, tapi aku baik-baik saja. Aku harus segera kembali karena Ayahanda pasti mengkhawatirkanku.”


“Tidak boleh!” kata Aileen sambil berkacak pinggang dengan raut wajah dibuat segalak mungkin. “Anda masih terlalu lemah untuk bergerak! Terlebih lagi, saya mendengar berita kalau Keluarga Vampir Courn menyatakan perang pada keluarga Vampir Arod. Jika Anda pergi sekarang, Anda bisa saja benar-benar mati!”


“A-apa??” tanya Luna terkejut. ‘Ayahanda.. menyatakan perang dengan keluarga Arod?!’ Dia segera berdiri, namun. Rasa sakit di seluruh tubuhnya membuat tubuh Luna menjadi lemah.


“Nona tenanglah, Anda belum pulih!”


“Tidak bisa, Aileen. Aku harus segera pergi!” Luna tetap berusaha untuk bangun, namun ditahan oleh Aileen.


“Aku mengerti! Aku mengerti! Kau bisa pergi setelah meminum obat itu,” kata Aileen sambil menunjuk mangkuk berisi cairan merah kental itu.


Luna tanpa pikir berpikir panjang langsung mengambil mangkuk itu dan meminum obatnya dalam sekali tegukan. ‘Ugh.. rasanya pahit!’ Tanpa basa-basi, Luna langsung berjalan pergi.


Aileen kini tak menghalanginya dan membiarkan Luna pergi begitu saja, dia hanya memperhatikan gadis itu dengan tatapan tak terbaca. Aileen tersenyum tipis. ‘Semoga beruntung, Nona. Saya senang bisa membalas budi kebaikan Nona Arandelle.’


✯✯✧✯✯


‘Kekuatanku mulai pulih, sepertinya cairan yang diberikan Aileen benar-benar ampuh! Tapi itu tidak penting! Aku harus segera menghentikan pertarungan mereka! Ayahanda dan Kakak dalam bahaya!!’ Luna segera berlari secepat yang dia bisa. ‘Sial! Aku tidak mungkin sempat jika berlari seperti ini! Apa yang harus kulakukan?? Apa yang harus..’ Dia berhenti berlari, Luna menutup matanya dan memfokuskan pikirannya. ‘Copycat Shadow, Wing.’


✯✯✧✯✯


“Ayahanda, kita sudah terdesak! Keluarga Arod benar-benar licik! Mereka memanfaatkan saat kita lengah dan menyiram kita dengan ramuan 'itu'!”


Alverd yang juga mulai melemah tidak bisa banyak membantu, dia melirik ke arah langit. Dimana matahari perlahan mulai terbit. “Matahari mulai muncul, segera bawa semuanya pergi!”


“Tapi Ayahanda--”


“Ini perintah!”


“Kenapa? Sudah mulai lemah ya?” tanya Frenzy dengan nada mengejek, dia bersedekap dada. “Menyerah saja, aku akan membiarkanmu tetap hidup jika kau menjilat sepatuku.”

__ADS_1


“Kau--” Alester hendak melangkah maju namun dihentikan oleh Alverd.


“Jangan termakan ucapannya dan segera bawa yang lain untuk kabur, ayah akan menghalangi mereka.”


Alester menatap Alverd sesaat, dia mengalihkan pandangannya. “Saya mengerti, Ayahanda.” Alester berbalik ke anggota keluarga Courn. “Segera mundur!”


Para vampir langsung mundur saat mendengar perintah Alester, dan kini. Hanya tersisa Alverd melawan keluarga Arod.


“Hm.. kau ingin melawan kami sendirian? Kau sangat percaya diri, Alverd. Mungkin dulu kau bisa mengalahkan beberapa dari kami, tapi kau sangat lemah sekarang. Kau tidak mungkin bisa mengalahkan satupun dari kami.”


“Heh, kau sangat percaya diri. Frenzy, kau bahkan tidak bisa mengalahkan adikku yang lebih lemah dariku,” kata Alverd sinis.


“Kau! Cih, sudahlah. Tidak ada gunanya marah pada orang yang akan mati. Karena kau meremehkan keluarga Arod, maka akan kubiarkan Putraku menunjukkan kekuatan keluarga Arod yang sebenarnya.”


“Tentu, Ayahanda.” Steward berjalan maju sambil menggerakkan bahunya. “Aku tidak sabar untuk melakukan pemanasan.”


“Steward, kau bisa melakukan apapun padanya. Dan pastikan dia mati dengan menyedihkan!”


“Tentu saya, Ayahanda. Aku tidak akan membiarkan musuhku mati dengan mudah.”


“Hng, kau terlalu muda seratus tahun untuk melawanku.”


Tanpa basa-basi, keduanya saling bertarung dengan tangan kosong.


Meski Alverd melemah, dia tetap bisa menghindari serangan beruntung yang diberikan Steward.


Sementara Steward sendiri terus menyerang Alverd secara bertubi-tubi tanpa jeda sedikitpun.


Tiba-tiba, seorang vampir menyelinap ke belakang Alverd, vampir itu kemudian berlari secepat mungkin ke arah Alverd dengan mata tertutup.


Sementara Steward, pria itu langsung melompat mundur dengan seringai.

__ADS_1


“Ayahanda!!”


(✯✯✧✯✯)


__ADS_2