Luna : Vampire Princess

Luna : Vampire Princess
21


__ADS_3

Luna menutupi kedua matanya dengan tangan. “Penglihatanku tidak begitu jelas, apa ini efek samping dari racun?”


“Efek samping? Mungkin saja.. apa perlu kupanggilkan Profesor Seraphine?”


“Tidak perlu, aku baik-baik saja. Mungkin penglihatanku akan lebih jelas nantinya. Omong-omong, di mana Lethean?” tanya Luna sambil menurunkan tangannya dan membuka matanya.


“Oh, Lethean sedang- Luna..”


“Hm, ada apa?”


“Kenapa matamu.. menjadi merah?”


Luna langsung terdiam. “Mataku.. jadi merah?”


Alysha menganggukkan kepalanya. “Iya, matamu.. jadi merah, seperti.. mata Vampir,” katanya ragu-ragu.


Luna langsung diam membeku. ‘Kenapa.. aku kembali ke wujud asliku?’ Dia menyentuh mulutnya dan memeriksa giginya. ‘Tidak ada taring, apa artinya aku kembali ke wujud setengah vampir??’


“Ada apa, Luna? Apa kau merasa tidak nyaman di mulutmu?”


“Oh, aku baik-baik saja.” Luna menurunkan tangannya dan tersenyum manis. “Penglihatanku juga sudah mulai membaik, aku sudah baik-baik saja sekarang.”


“Sungguh? Syukurlah, aku senang kalau kau sudah baik-baik saja.”


“Iya. Tapi sepertinya kakiku masih tidak bisa digerakkan, jadi kau mau minta tolong. Kalau kalian bertemu Lethean, tolong sampaikan terima kasihku padanya.”


“Tentu, kau istirahatlah dulu. Aku dan Raven tidak akan menganggu.” Alysha tersenyum manis, dia kemudian menarik Raven pergi.


Tepat setelah Raven menutup pintu, raut wajah Alysha berubah serius.


“Apa kau sudah menemukan siapa yang meracuni Luna?”


“Belum, tapi makanan yang terakhir dia makan adalah kue yang diberikan Sahira. Bisa saja Sahira yang meracuni Luna karena cemburu, mau bagaimanapun. Dia menganggap dirinya sebagai tunangan Lethean, jadi Sahira bisa menjadi tersangka paling utama.”


“Begitu ya.” Alysha menatap serius. ‘Luna sangat baik dan lembut, dia sangat gampang percaya pada orang lain. Jadi aku harus melindunginya dari masalah apapun.’


✯✯✧✯✯


“Saya sungguh tidak tau, Master. Anda tiba-tiba berubah wujud menjadi setengah vampir saat Anda tak sadarkan diri. Bahkan Anda sempat mengeluarkan aura mengerikan saat tak sadar.”


‘Aku mengeluarkan aura tak terkendali?’


“Benar, Master. Tapi itu hanya sesaat karena energi lain langsung menutupi aura Anda dan membuat orang-orang di akademi tak menyadari aura Anda.”

__ADS_1


Luna terdiam sambil memegang dagunya berpikir. ‘Apa saat aku bertemu Ibunda? Aku juga mengeluarkan aura tak terkendali karena amarah, dan Ibunda langsung menutupi auraku dengan auranya.. jadi, apa yang kualami saat itu bukanlah mimpi?’


“Master.. apa yang membuat Anda sangat marah? Apa Anda memimpikan hal yang membuat Anda marah?”


‘Tidak, aku baik-baik saja. Phoe, aku justru memimpikan hal yang paling menyenangkan.’


“Menyenangkan?”


Luna tersenyum tipis. ‘Aku bertemu Ibunda.. di dalam mimpi.’


“Ibunda? Maksud Anda, Nyonya Arandelle?!”


‘Benar.’ Luna menutup matanya. ‘Ibunda memberitahuku kalau Ayahanda masih hidup dan terkurung di suatu tempat, karena itu aku ingin mencari Ayahanda secepat mungkin.’


Tidak ada balasan apapun dari Phoe.


Namun hal itu tidaklah penting bagi Luna, yang dipikirkan Luna saat ini adalah cara untuk menemukan sang Ayahanda yang menghilang secara tiba-tiba beberapa tahun yang lalu.


✯✯✧✯✯


“Luna.” Alysha melambaikan tangannya setinggi mungkin dengan senyuman manis.


Luna tersenyum dan berjalan ke arah Alysha. “Hai. Alysha, kita jadi mengunjungi taman?”


“Ya! Aku tidak sabar memperlihatkan taman padamu!” jelas Alysha semangat 45.


“Oh, dia. Dia sedang membersihkan perpustakaan dan tidak bisa ikut.”


“Membersihkan perpustakaan? Kenapa?”


Alysha menghela napas. “Dia membuat kekacauan di perpustakaan dan membuat buku-buku menjadi berantakan, jadi Alexa dihukum membereskan kembali perpustakaan.” Dia mengangkat bahunya acuh.


“Ah, sayang sekali.” Luna tampak kecewa. “Padahal aku ingin lebih dekat dengan Alexa.” Dia tersenyum. “Sepertinya Alexa tidak begitu menyukaiku.”


“Itu tidak benar, Luna. Kau itu sangat baik dan perhatian, bagaimana mungkin ada orang yang membencimu,” jelas Alysha dengan cepat. “Alexa memang terlalu sensitif, tapi kalau sudah kenal lama. Sifatnya bakal berubah kok.”


Luna hanya membalas ucapan Alysha dengan senyuman manis.


Alysha segera merangkul lengan Luna manja. “Ayo kita ke taman, aku akan memperlihatkan bunga yang pa~ling indah di akademi.”


“Iya, tentu.”


✯✯✧✯✯

__ADS_1


“Wah, indahnya. aku tidak tau kalau di akademi ada bunga Daphne di sini.” Luna hendak menyentuh bunga tersebut namun langsung dihentikan oleh Alysha.


“Katanya itu bunga beracun, jadi lebih baik kau menjauhi bunga itu. Terlihat indah namun mematikan.”


“Ah, benarkah?” Luna kembali menarik tangannya dengan raut sedih. “Padahal Daphne itu sangat indah, tidak kusangka bunga itu beracun. Tapi, kenapa ada bunga Daphne di taman akademi?”


“Tidak tau, beberapa murid sudah memberitahu profesor. Tapi malah diacuhkan.”


Luna menatap bunga Daphne itu sesaat, dia kemudian menoleh ke arah Alysha dengan senyuman. “Mungkin Alexa sudah menyelesaikan bersih-bersihnya, bagaimana kalau kita menemuinya?”


“Tentu.”


✯✯✧✯✯


“Selamat malam, Profesor Seraphine. Hari ini bulan terlihat sangat indah ya.”


Profesor Seraphine sontak menoleh ke asal suara, betapa terkejutnya dia saat melihat seorang gadis yang tengah duduk di tepi jendela dengan mata merah darah dan senyum manis yang memperlihatkan taring runcingnya. “V-vampir.”


Gadis itu tersenyum lebar. “Anda dapat mengetahuinya hanya dalam sekali amatan, hebat sekali.”


Profesor Seraphine langsung waspada, meskipun dia tidak begitu pintar dalam bertarung. Tapi profesor Seraphine pernah belajar beberapa sihir dari Profesor Ramond. “Apa yang kau inginkan sampai menemuiku seperti ini?”


“Anda tidak perlu waspada begitu, Profesor.” Gadis itu melompat turun dan merapikan gaun hitam selutut yang dikenakannya. “Saya kemari hanya untuk menyampaikan pesan Majikan saya.”


“Majikan?”


“Benar, sebelum itu. Perkenalkan, saya Elmira, pelayan setia Nona Courn. Senang bertemu dengan Anda profesor.” Gadis yang memanggil dirinya Elmira sedikit membungkuk dengan anggun.


“Elmira. Pesan apa yang ingin disampaikan oleh Nonamu itu?”


Elmira berdiri tegak dengan senyum manis. “Majikan saya berharap Profesor Seraphine selalu menjaga kesehatan dengan baik, beliau merasa senang bisa bertemu dengan Profesor dan beliau juga ingin profesor berjaga-jaga.” Ekspresi wajah Elmira langsung berubah datar. “Karena ada iblis yang menyusup ke akademi.”


Profesor Seraphine tampak terkejut, namun dia berusaha mempertahankan ekspresi datarnya. “Kenapa Nonamu memberitahu kami hal ini?? Apa yang kalian inginkan dari akademi?! Beberapa hari yang lalu, seorang vampir juga--”


“Ah, beliau adalah Nonaku.”


Profesor Seraphine terdiam membeku. “Apa..?”


Elmira tetap mempertahankan senyuman manisnya. “Saya berkata, vampir yang menyelamatkan akademi dari serangan para goblin.” Matanya memicing dengan senyum misterius di wajahnya. “Adalah majikanku, Nona Courn.”


Profesor Seraphine melangkah mundur, dia menutup mulutnya terkejut. “Kau, ucapanmu..”


“Benar, Nona Courn yang membantu membasmi para goblin tempo hari, beliau melakukannya bukan karena rasa kasihan. Tapi hanya ingin..”

__ADS_1


“Memberi makan peliharaannya.” Profesor Seraphine langsung terduduk, kedua kakinya seolah kehabisan tenaga untuk menopang tubuhnya. Dia menutup mulutnya tak percaya. “Bagaimana bisa.. Putri keluarga Courn, muncul di akademi.”


(✯✯✧✯✯)


__ADS_2