
“Kyaa!!”
Murid-murid langsung berkerumun di asal suara, bahkan para profesor yang tengah mengadakan rapat pun ikut memperhatikan situasi yang tidak biasa.
“Apa yang terjadi??” tanya Profesor Sofie sambil berjalan masuk melewati beberapa murid, dia seketika tertegun saat melihat seorang gadis belia terkapar di lantai dengan keadaan tak bernyawa.
Wajahnya dicakar oleh sesuatu dan seragam akademinya tampak compang-camping.
“Segera panggil Profesor Seraphine kemari!”
“Ba-baik profesor!”
Profesor Sofie kembali mengamati mayat di hadapannya, dia mengerutkan keningnya saat melihat sebuah simbol aneh di bahu gadis itu. Profesor Sofie berjongkok dan sedikit menarik seragam gadis itu hingga bahunya terekspos sepenuhnya, ekspresi Profesor Sofie langsung berubah terkejut sekaligus takut saat mengenali simbol di tubuh gadis itu.
Tepat saat itu, Profesor Seraphine menggeser beberapa murid dan berjalan cepat ke samping Profesor Sofie. Dia berjongkok dan mengecek denyut nadi gadis itu. “Sepertinya dia sudah mati sekitar 3 jam yang lalu, apa Profesor tau gadis ini?”
“Ya, namanya Vivian. Dia murid jenius dari kelas A2.”
“Vivian? Sepertinya dia pernah ikut turnamen sihir melawan akademi lain dan memenangi juara pertama, apa akademi lawan yang menghabisinya?” Profesor Seraphine memegang dagunya berpikir.
Profesor Sofie tiba-tiba berdiri dan membuat Profesor Seraphine mendongak untuk bisa melihat ekspresi Profesor Sofie yang tidak biasa.
“Profesor, ada apa?”
Profesor Sofie tak menjawab, dia hanya menoleh ke arah gerombolan murid. “Segera panggil tim medis untuk membawa mayat Violetta ke ruang kesehatan dan kirim seseorang untuk menyampaikan berita ini pada keluarganya.”
“Baik, Profesor.”
Profesor Sofie menoleh ke arah Profesor Seraphine dengan ekspresi serius di wajahnya. “Kita harus kembali ke rapat, ada hal penting yang harus disampaikan.”
✯✯✧✯✯
“Apa kau yakin?”
“Tidak salah lagi, Profesor. Itu adalah lambang milik keluarga Vampir Courn, saya sudah memastikannya dan tanda itu asli.”
__ADS_1
Profesor Ramond memegang dagunya berpikir, dia menatap Profesor Seraphine yang tampak cemas. “Apa kau menemukan sesuatu saat memeriksa Vivian?”
“Ya, Profesor. Vivian hanya kehabisan darah karena luka seriusnya, terlebih lagi. Tidak ada tanda-tanda dari gigitan vampir atau semacamnya, saya berasumsi. Vampir ini kemungkinan menyerang ViviN bukan karena menginginkan darahnya, tapi hanya untuk bersenang-senang.”
“Yang dikatakan Profesor Seraphine masuk akal, tubuh Vivian penuh dengan cakaran, bahkan seragamnya pun sudah tidak beraturan lagi,” jelas Profesor Sofie setuju.
“Jika benar yang para profesor katakan, maka kita harus meningkatkan keamanan akademi.” Gadis yang tampak baru berumur 20 tahun itu angkat bicara. “Saya tidak yakin, tapi kita tidak boleh meremehkan vampir ini. Karena sensor yang saya pasang di sekitar akademi pasti akan berbunyi jika ada orang asing yang masuk, tapi saya tidak mendapat sinyal bahaya sejak kemarin malam.”
“Kemungkinan, Vampir itu memiliki semacam sihir yang bisa menyembunyikan kekuatannya. Atau bisa saja.. vampir itu telah masuk ke akademi dan berbaur tanpa kita sadari.”
Para profesor yang berada di ruang rapat saling melirik.
“Jika benar demikian, maka kita harus memanggil Cleopatra untuk membunuh vampir itu.”
“Apa kita juga perlu memanggil Tuan Dexter yang pernah membunuh vampir? Meskipun Cleopatra adalah pemburu yang berpengalaman, tapi jika vampir yang tengah bersembunyi itu sangat kuat. Saya tidak yakin Cleopatra bisa mengatasinya, akan lebih baik jika kita menyiapkan rencana B untuk berjaga-jaga.”
“Ucapan Profesor Seraphine benar, Profesor Violetta. Segera hubungi Cleopatra dan Tian Dexter, sebagainya bisa. Kita juga akan memanggil Nona Saintess.”
“Sepertinya itu tidak mungkin, Nona Saintess tidak boleh meninggalkan kuil sama sekali. Jika katedral tau Nona Saintess pergi hanya untuk membantu akademi Equestria, takutnya Katedral akan dendam dan mencemarkan nama baik akademi.”
✯✯✧✯✯
“Sudah, Nona Muda. Saya sudah menyelidiki seluruh Anggota keluarga Courn, setiap anggota memiliki alibi masing-masing dan memiliki bukti. Hanya saja..”
“Hanya saja?” Luna berbalik menatap pria tampan dengan rambut merah yang berlutut dengan sebelah kaki sebagai tumpuan.
“Hanya saja, saya tidak menemukan Tuan Muda Charles dimanapun. Saya telah bertanya pada beberapa anggota keluarga, tapi mereka semua bilang jika Tuan Muda Charles menghilang 3 hari yang lalu.”
Luna terdiam dengan tatapan rumit, dia menganggukkan kepalanya. “Informasimu sudah kuterima, kau harus segera pergi sebelum matahari muncul seutuhnya.”
“Ya.” Pria yang dipanggil Asher berdiri dan langsung menghilang begitu saya.
Tepat saat itu, pintu asrama terbuka.
Luna yang masih berdiri di balkon menatap heran Alysha yang tampak sangat lesu, tidak seperti biasanya yang ceria dan bahagia. Luna berjalan masuk dan duduk di samping Alysha. “Ada apa? Kau terlihat sangat lesu dan tidak bersemangat, apa terjadi sesuatu?”
__ADS_1
Alysha hanya diam, tidak berselang lama. Dia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan dan menangis tersedu-sedu.
“Alysha..” Luna mengusap punggung Alysha dengan lembut. “Sebenarnya ada apa? Kenapa kau tiba-tiba menangis?”
“Terjadi pembunuhan di akademi.”
Luna menoleh ke arah Raven yang baru saja memasuki asrama, dia menutup mulutnya kaget. “Pembunuhan?? Siapa? Apa pembunuhnya sudah ditemukan??”
“Belum, para Profesor juga belum memberikan jawaban pasti. Tapi aku lihat, Profesor Violetta mengirim gagak pembawa pesan entah pada siapa.”
‘Apa mereka tau kalau keluarga Courn adalah dalangnya? Apa mereka ingin memanggil pemburu vampir dan mencari tau siapa yang menghabisi gadis itu?’ Mata Luna memicing. ‘Apa kau berniat mengkhianati keluarga, Kak? Jika benar, maka aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri!’
“Luna?”
Luna tersadar dari lamunannya, dia menatap Raven. “Apa itu sebabnya Alysha menangis seperti ini?”
“Ya, begitulah.” Raven duduk di tepi kasur dengan kedua tangan di tengkuk leher. “Sebelum kau datang, Alysha, Alexa, dan Vivian sering menghabiskan waktu bersama dan sudah seperti saudari.”
“Begitu ya,” gumam Luna, dia tampak lesu. Mungkin ketularan Alysha.
“Omong-omong, apa kau bisa menebak siapa yang membunuh Vivian?”
Luna tersenyum tipis. “Aku tidak melihat mayatnya, bagaimana aku bisa tau?”
“Aku juga tidak melihatnya karena banyak murid yang mengganggu, tapi aku sempat melihat simbol aneh di bahu Vivian. Apa menurutmu, simbol itu adalah sebuah jejak atau sengaja ditinggalkan oleh si pembunuh?”
“Entahlah, aku tidak tau. Siapa saja yang mengautopsi mayat Vivian?”
“Tidak ada autopsi-an, profesor Seraphine menggunakan sihirnya dan memeriksa penyebab kematian dan waktu kematian Vivian.”
“Woah, Profesor Seraphine juga bisa mengetahui waktu kematian orang ya?? Keren sekali.”
“Begitulah.” Raven tampak sangat sombong tanpa sebab.
“Apa kau tau sihir apa yang digunakan Profesor saat mendeteksi waktu kematian mayat orang?”
__ADS_1
“Aku tidak tau dengan jelas, tapi dari yang kudengar. Profesor Seraphine mengubah sedikit energinya saat menyembuhkan sesuatu, aku hanya mendengarnya dari gadis-gadis tukang gosip. Mereka juga bilang, hanya profesor Seraphine yang tau bagaimana caranya.”
(✯✯✧✯✯)