
Semua terkejut saat Alfi menuang kecap ke seragam ketua OSIS.Wajah Bryan nampak tak senang hati,dingin,dan nampak seperti ingin membunuh orang.
Bryan sangat kesal dengan kelakuan Alfi.Waktu sebulan lalu Alfi membuat kesal dengan mencari perhatianya dan sekarang dia menumpahkan kecap ke seragamnya,membuat Bryan geram.
"Aduh dia kok berani banget si ngelakuin itu sama ketua OSIS tampan?"
"mungkin nggak lama lagi dia kena hukuman hahaha"
"itu wajah ketua OSIS juga udah marah banget" Siswa-Siswi yang melihat perdebatan tersebut bergosip dengan suara pelan.
BRAKKK!!!
"Lo !!! berani-berani nya kayak gini sama gue?" Kata Bryan sembari mendorong dan mengunci tubuh Alfi ke dinding dengan tanganya.
"Lo lama-lama kelewatan tau nggak?" gertak Bryan,dengan wajah marahnya yang membuat jantung Alfi berdetak kencang dan tubuhnya mulai bergemetar.
"siapa suruh lo nggak mau berbagi sama gue!??" tanya Alfi sambil membuang muka.
"Lo udah salah,terus bikin gue tambah marah?!! apa perlu gue buat lo kapok?" tanya Bryan yang tidak digubris oleh Alfi.
Bryan melepaskan tanganya yang mengunci tubuh Alfi,lalu berdiri ditengah-tengah kerumunan.Sepertinya Bryan ingin mengatakan sesuatu didepan Siswa-Siswi lainya.
"Semuanya dengerin gue!!!" ucap Bryan dengan nada tinggi.Semua Siswa-Siswi pun menatap ke arah Bryan.
"Dia ini adalah orang yang nggak tau malu!!! kemarin dia ngejar-ngejar dan nyari perhatian gue dengan penampilanya dan sekarang dia mau nyari perhatian gue dengan caranya yang barusan terjadi...BENAR-BENAR ORANG NGGAK TAU MALU!!!" Teriak Bryan.
Semua Siswa-Siswi pun ricuh dengan perkataan Bryan.Mereka mulai bergosip tentang Alfi.
"Ih!!! dasar cewek nggak tau malu...tetep aja nggak nyerah dapetin ketua OSIS kita"
"iya ih,nggak tau malu...kayaknya dia nggak punya muka deh?"
Wajah Alfi mulai geram dan matanya berkaca-kaca,mata tajam Alfi menatap tajam ke arah Bryan yang tersenyum puas.
"Fi sabar Fi...jangan dimasukin hati" gumam Ria sambil memeluk Alfi."iya Fi sabar,biar nanti mereka kita hajar" Chika pun ikut menenangkan Alfi sambil memeluknya juga.
Alfi menggenggam tanganya yang terkepal kuat,seperti ingin memukul.Alfi melepaskan pelukan kedua sahabatnya,lalu berjalan perlahan ke arah Bryan yang tersenyum sinis.
PLAKKK !!!
Tangan Alfi mendarat tepat dipipi milik Bryan membuat Bryan tercengang.Bryan menatap mata Alfi yang sudah meneteskan butiran bening dimatanya,membuat Bryan merasa bersalah.
__ADS_1
"Lelaki macam apa kayak lo? yang berani mempermalukan wanita?" Ucap Alfi dengan nada yang bersedih.
Alfi pun meninggalkan kantin tersebut dengan berlari sembari meneteskan air matanya dengan deras.
"Fi !!! Fi mau kemana!?" teriak Chika mulai mengejar Alfi.
"Fi tungguin kita !!" teriak Ria,lalu menyusul Alfi bersama Chika.
Bryan menatap ke bawah dengan mata yang masih membulat,dia benar-benar baru sadar bahwa dia melakukan hal yang salah.
Kedua sahabat Bryan melihat Bryan yang sedang merasakan campur aduk,segera membubarkan kerumunan yang mengelilingi tempat perdebatan tadi.
Setelah semua Siswa-Siswi bubar Radit dan Rafi mendekati Bryan yang masih terpaku berdiri tak bergerak sama sekali.
"Bry !!! lo kenapa? ayo duduk dulu" ajak Radit,sembari menarik Bryan duduk dikursi sampingnya.
Setelah Bryan duduk Bryan mengusap kasar wajahnya,merasa sangat kecewa dengan dirinya yang telah mempermalukan wanita didepan umum.
"Bry udah nggak usah dipikirin kejadian tadi !!!" Ucap Rafi sembari merangkul Bryan.
"Gue udah salah !!!!" Gumam Bryan dengan pelan.
Bryan hanya menganggukan kepalanya,masih memikirkan kejadian yang memalukan Alfi tadi."eh bukanya Alfi emang suka banget sama lo ya?" tanya Rafi.
"Iya!! tapi kok si Alfi kayak benci banget sama Bryan?!"Mereka bertanya-tanya perubahan sikap Alfi kepada Bryan yang telah beberubah.
"mungkin dia benci gue,karena tadi pagi kita tabrakan dikoridor terus kita berantem" jelas Bryan sambil menjenggut pelan rambutnya.
"Yaudah lo jangan lupa minta maaf sama dia" Radit mengingatkan kembali.
"eh lo kagak suka sama si Alfi?!! kalo enggak buat gue aja" ledek Rafi,sambil tersenyum.
PLAKKK
Sendok makan telah meluncur diwajah Rafi.Membuat Rafi tak berani berbicara lagi."ini bukan waktunya bercanda!!!" ucap Bryan.
TET TET TET TET
Bel masuk kelas pun berbunyi menandakan masuk kelas sudah tiba.Mereka bertiga langsung berdiri dan berjalan ke arah kelas.
Dilain tempat Alfi menangis tersedu-sedu,merasa telah dipermalukan.Kedua sahabat Alfi pun sedang menenangkan dan memeluk Alfi."Udah Fi tenang,ini udah bel loh!! ayo masuk" ajak Ria.
__ADS_1
"Iya Fi ayo,masuk kelas" ajak Chika menggenggam tangan Alfi.
"Eh emang bener? gue dulu ngejar-ngejar si brengsek itu hiks hiks"tanya Alfi sambil menangis.
"iya lo dulu ngejar-ngejar Bryan" jelas Chika mengelus-elus pundak sahabatnya yang tengah mrnangis deras.
"Tapi kok lo,lupa si kenapa?? udah jujur aja Fi lo sebenarnya kenapa?" tanya Ria membuat Alfi tak ingin membohongi kedua sahabatnya lagi.
"Jangan-jangan lo..."
"GAGAR OTAK!!!". Ucap Ria dan Chika serentak.
"apa jangan-jangan lo reinkarnasi kayak dikomik-komik gitu" ujar Chika mengada-ngada.
"Iya ya!! bener!! lo jangan-jangan reinkarnasi,soalnya lo beda banget sama Alfi yang dulu" ucap Ria.
"iya Alfi yang dulu kalem dan sekarang lebih asik hehehe" gumam Chika.
"Enak aja hiks hiks!!!" kata Alfi dengan nada tinggi.
"terus lo kenapa?" tanya Ria yang sangat penasaran.
"se'sebenarnya gue...."
ILUSTRASI: RADIT
ILUSTRASI: RAFI
HALO PARA READERS👋 KALAU KALIAN SUKA❤😍 JANGAN LUPA👆:
LIKES👍👍
COMENT💬💬
VOTE💪💪
JANGAN LUPA👆👆 BERIKAN SARAN💬 DAN KERITIK🔥🙏,SEMOGA KALIAN SUKA 😍😻DENGAN NOVELKU📖 DAN SELALU SETIA❤ MEMBACANYA 📖📖TERIMA KASIH🙏😍😊🔥❤
__ADS_1