Lupa Ingatan Berujung Cinta

Lupa Ingatan Berujung Cinta
Mencoba Minta Maaf Dengan Tulus


__ADS_3

Beberapa jam kemudian,matahari mulai tenggelam,bel pulang sekolah telah berbunyi dan hukuman Alfi dan kedua sahabatnya tersebut telah selesai dan kini mereka tengah berjalan beriringan menuju keluar gerbang sekolah.


"Aduh pinggang gue pegel banget,gara-gara dihukum berdiri kelamaan...." gerutu Ria sambil memegangi pinggangnya.


Alfi dan Chika menatap malas ke arah Ria yang bergerutu sedari tadi tak berhenti.Bukan Ria saja yang merasa tubuhnya pegal,tetapi Alfi dan Chika pun merasa tubuhnya sangat pegal,namun mereka tak mengeluh seperti Ria.


"huh !!! Aduh pak guru kejam banget sama kita !!! udah kayak guru killer deh" kata Ria menghembuskan nafas.


"Nggak ada kata lain apa? selain mengeluh dari tadi??" gumam Alfi dalam hati.


Mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju ke gerbang keluar sekolah,sampai akhirnya mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Dah !!! hati-hati ya" Alfi berbasa-basi kedua sahabatnya sembari melambaikan tangan dan masuk kedalam mobilnya yang sudah ada supir yang menunggunya didalam.


"Ya hati-hati Fi !!! jaga diri baik-baik ya" ucap Chika melambaikan tangan kembali pada Alfi.


"Jangan lupa makan ya Fi,terus jangan lupa ngerjain PR,jangan cari masalah,jangan lupa mandi" ucap Ria menyeringai dan melambaikan tangan.


PHAKGH


Chika memukul kepala Ria dengan pelan lalu berkata"Biasa aja kali !!! udah kayak ibunya Alfi aja,Lagian besokan hari libur sekolah mana ada PR" Protes Chika.


"iya,iya gue tau gue kan cuman khawatir sahabat kita kan lagi lupa ingatan harus jaga diri baik-baik" jawab Ria masih menyeringai ke arah Alfi sembari mengelus kepalanya yang habis dipukul Chika.


Alfi hanya menggelengkan kepala berpikir memiliki dua sahabat yang begitu konyol."Yaudah gue pulang bye!!!"


Mobil Alfi pun berjalan menuju ke rumahnya,sementara Chika dan Ria kembali melanjutkan perjalanan mereka ke arah rumah mereka yang bersebelahan dan dekat dengan sekolah.


Alfi melamun melihat ke luar jendela mobil.Memikirkan semua kejadian yang akhir-akhir ini terjadi terutama perdebatanya dengan Bryan.


"Huh !!! semangat Alfi,menghadapi hidup lo yang penuh rintangan !!! apa lagi ngadepin si brengsek"

__ADS_1


CHITTT!!!


Mobil Alfi seketika berhenti ditengah jalan pulang membuat Alfi keheranan apa yang terjadi."Pak !!! kenapa mobilnya berhenti? ada halangankah?" tanya Alfi.


"Saya nggak tau non,tapi nanti dulu saya cek mobilnya ya" jawab pak supir,lalu segera keluar mobil untuk mengecek keadaan mobil tersebut.


"Em,maaf ini non kayaknya ban mobilnya bocor !!!" jelas pak supir dari luar jendela mobil.


"HAH?!! BOCOR?? kok bisa pak?? emangnya bapak nggak ngecek mobilnya dulu sebelum jemput saya?" tanya Alfi.


"Saya cek non,tapi nggak tau tiba-tiba aja udah bocor,maaf ya non kayaknya non nggak bisa pulang naik mobil ini" jelas pak supir.


"aduh !!!! gue sial banget deh hari Ini ,masa gue harus jalan kaki ke rumah masih jauh lagi,uang jajan nggak cukup buat naik kendaraan umum,kalo nelfon orang tua pulsa hp gue nggak cukup"


Alfi turun dari mobil,lalu memikirkan caranya untuk pulang kerumah.Tak lama Alfi mendapatkan ide."Oh iya !!! pak saya pinjam hp bapak dong buat nelfon orang tua saya" pinta Alfi dengan tersenyum.


"e,emm Maaf non !!! saya nggak bawa hp,hp nya saya lupa bawa" jelas Pak supir.


BRUMMM...


Sebuah motor Sport bewarna merah berhenti tepat didepan Alfi,Alfi hanya menatap pengendara motor tersebut yang masih menggunakan helm.


"Ini orang siapa ya?? kok berhenti didepan gue?" kata Alfi dalam hati.


Pengendara motor tersebut segera mematikan mesin motornya,lalu melepaskan helm dari kepalanya dan terlihatlah wajah tampan milik Bryan.


"Lo? lo ngapain disini??" heran Alfi dengan wajah terkejut dan mata membulat.


"Mobil lo kenapa? kok berhenti ditengah jalan?" tanya Bryan dengan wajah datar.


"emm ban nya ada masalah !!!" jelas Alfi sambil memasang wajah dingin dan memalingkan pandangan.

__ADS_1


"Bawa ban ganti nggak?" tanya Bryan sembari memperhatikan wajah Alfi yang nampak tak suka melihatnya.


"Kayaknya nggak" jawab singkat Alfi masih memalingkan pandangan.


"Yaudah ayo naik!!!" Ajak Bryan,merasa agak canggung,namun mencoba berbaikan dengan Alfi.


"Mau kemana?"


"Gue anterin pulang dari pada disini kelamaan,bentar lagi gelap bahaya cewek masih diluar kalo malem" jelas Bryan sambil menyalakan mesin motornya.


"gimana nih?? dia bener juga sih bahaya kalo gue gelap-gelap masih diluar,lagian badan gue udah capek !!! tapi masih sebel sama dia huh". batin Alfi menghembuskan nafas dengan kasar.


"Nggak usah!! udah duluan aja,ada supir gue kok yang jagain gue" Alfi menolak ajakan Bryan,membuat Bryan agak marah namun berusaha menahan amarahnya.


"Dia aja belom minta maaf,gue yakin dia cuman bisa bikin orang marah dan nggak bisa minta maaf" kata Alfi dalam hati sembari memasang raut wajah kesal pada Bryan.


"Sabar !!! sabar,jangan dibawa emosi,gue harus minta maaf sama dia,walau dia orang pemarah". Batin Bryan.


"Gue...minta maaf gue salah" kata Bryan berusaha dengan tulus meminta maaf pada Alfi.


"Hah dia bisa minta maaf ?? gue pikir dia cuman bisa bikin orang kesel doang". Oceh Alfi dalam hati.


HALO PARA READERS👋👋 !!! MASIH PENASARANKAH?😯😆 APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA??😃😍 AYO TETAP SETIA❤ MEMBACA NOVELKU📖DAN JANGAN LUPA👆:


LIKES👍


COMENT💬


VOTE💪


KASIH SARAN 💬❤DAN KERITIK🔥🔥 !!! DAN PENCET FAVORIT !❤👍🙏😊!! TERIMA KASIH...😊😍🙏👍😻❤

__ADS_1


__ADS_2