
"se'sebenarnya gue...."
Chika dan Ria dibuat penasaran oleh Alfi yang memperlambat mengucapkan kebenaranya.
"Se'sebenarnya gue lupa ingatan" Ucap Alfi sembari menyeringai.
"APA?!!!" teriak Chika dan Ria bersamaan.Mereka dibuatnya terkejut oleh kenyataan yang dialami sahabatnya.
"Nggak usah teriak juga kali !!! kuping gue budek nih" Kata Alfi sambil mengorek telinganya.
"ya ampun Fi,tuh kan lo tuh kenapa-napa,kita tau lo tuh beda banget" Celoteh Chika membulatkan matanya dengan sempurna.
"yaampun Fi !!! lo kenapa dari tadi nggak jujur aja sih? tapi kok lo pas tadi kita kagetin lo langsung akrab sama kita? nggak nanya kita siapa gitu??" Ria bertanya-tanya dengan wajah serius.
Alfi membuang nafasnya dengan kasar,karena merasa lelah untuk menjelaskan pertanyaan yang diajukan kedua sahabatnya tersebut.
"Ya pertamanya gue ngerasa binggung kalian ini siapa?? tapi gue pikir lo berdua teman yang baik bagi gue sebelum lupa ingatan,jadinya gue pura-pura akrab sama lo berdua aja" jelas Alfi.
"yaampun Alfi !!! lo udah lupa ingatan,untung aja kita masih tetap akrab ya !!! kita pasti bakal selalu setia dan baik sama lo" Chika dan Ria memeluk Alfi.
"Eh karena kalian udah tau gue lupa ingatan kalian jangan bilang-bilang ke siapapun lagi ya,jangan nyebar okay?"
"Okay sip bos,semoga ingatan lo bisa kembali ya Fi" ucap Chika,lalu melepaskan pelukanya bersama Ria.
"Yaudah ayo kita masuk,takutnya guru udah masuk kelas,nanti bisa-bisa kita kena hukuman" ajak Ria.
"Yaudah ayo !!!" jawab Chika dan Alfi bersamaan.Lalu mereka segera berlari ke arah kelas mereka dengan beriringan.
DISISI LAIN...
Guru sudah masuk ke kelas Bryan,dengan cepat guru tersebut menyadari keadaan seragam milik Bryan yang terkena kecap.
"Bryan,kenapa dengan seragam kamu?" tanya Bu guru.
__ADS_1
"Seragam saya nggak sengaja terkena kecap bu" jawab bohong Bryan yang tak mau memperpanjang masalah.
Semua Siswa-Siswi tak ada yang berani melaporkan pertikaian yang terjadi dikantin tadi.Karena mereka tau,jika hal tersebut dilaporkan pasti Ketua OSIS yang tampan dan banyak dikagumi tersebut akan ikut terkena masalah.Lagi pula,baru kali ini Bryan terjerat dalam pertikaian disekolah.
"Yasudah ganti seragam mu dengan seragam cadangan yang telah disediakan sekolah" suruh Bu guru.
"Baik bu,kalau begitu saya permisi" Ucap Bryan,lalu Bryan segera pergi keluar kelas menuju ruang OSIS dimana seragam cadangan disimpan.
Disisi lain Alfi,Ria dan Chika masuk ke dalam kelas dan langsung bertatap muka dengan guru yang sedang mengajar dikelas.
"Eh,Pak guru" sapa Ria dengan canggung.
"Kalian !!! apa kalian tau ini sudah mulai jam pelajaran setelah jam istirahat??" tanya Pak guru dengan tegas.
"Kami tau pak" jawab mereka bertiga dengan serentak,sedangkan semua murid dikelas tersebut memperhatikan mereka sambil berbisik-bisik.
"Kenapa kalian baru masuk kelas??" tanya Pak guru.
"hm,hm kami tadi...masih capek pak,jadi kami lanjut istirahatnya" bohong Ria sambil menyeringai.
"Baiklah !!! jika kalian masih mau istirahat sihlakan kalian Berdiri di koridor" Perintah Pak Guru mempersihlakan mereka keluar.
"Ah Ria benar-benar buat kita dihukum". gumam Chika dengan wajah datar.
"Ta'tapi Pak ki..." Ucap Ria,tak berlanjut bicara karena dipotong oleh Pak guru.
"Sudah sana !!! cepat ikuti perintah saya atau kalian mau hukuman tambahan?" tanya Pak guru dengan wajah sinis.
"Baik..." Jawab mereka serentak,lalu segera keluar dari kelas dan berdiri berjajar di koridor.
"Ria lo bisa nggak kasih alasan yang lebih meyakinkan terus nggak bikin kita dihukum" Oceh Chika.
"Ya !!! kan gue jantungan binggung pengen alasan apa tadi" Jawab Ria dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"udah-udah jangan berantem !!! pusing gue dengerin lo berdua berdebat" Gumam Alfi sambil berkacak pinggang.
"IYa,ya Sip bos" jawab Chika dan segera memberhentikan perdebatanya dengan Ria.
Beberapa menit kemudian dari ujung Koridor terlihat Bryan yang menuju ke arah ruang OSIS dan yang pasti akan melewati Alfi dan kedua sahabatnya.
"Fi tuh Bryan" ujar Ria sembari menepuk bahu Alfi.
"Hm !!! bodo amat" Alfi hanya menjawab singkat,merasa tak peduli dengan Bryan.
"iya Fi !!! kalo bisa lo jangan ada hubungan lagi sama dia,jauh-jauh deh lo sama dia" Chika memperingat kan Alfi dengan wajah datar.
"Iya,gue tau kok" jawab Alfi sembari mengangguk.
"Kayaknya mereka lagi bicarain gue nih? tapi kenapa jam segini mereka nggak masuk kelas ya?? apa mereka lagi dihukum??" kata Bryan dalam hati.
"pengen minta maaf,tapi kenapa rasanya canggung banget ya?? udahlah,kayaknya waktunya nggak tepat buat minta maaf".
Bryan melewati Alfi,Ria dan Chika dengan menoleh sebentar,sedangkan Alfi hanya membuang muka tak ingin melihat Bryan.
"tuh orang !!! nggak mau minta maaf sama gue apa?? udah salah nggak minta maaf!!! orang kayak gitu nggak pantes jadi ketua OSIS" Gumam Alfi dalam hati dengan wajah kesal.
"Fi,lo kenapa kok muka lo kesel banget??" tanya Chika terus memandang wajah marah Alfi.
"Gue,gue nggak papa kok" jawab singkat Alfi.
"si brengsek itu,bikin gue kesel kenapa gue bisa jatuh cinta sama brengsek itu ya". dalam hati Alfi mengherankan kenapa dulu dia bisa jatuh cinta dengan orang yang dia benci sekarang.
HALO TEMAN-TEMAN👋👋 KALAU KALIAN SUKA😊😍JANGAN LUPA👆:
LIKES👍👍
COMENT💬💬
__ADS_1
VOTE💪
DAN JANGAN LUPA👆 BERIKAN SARAN💬🙏,KERITIK🔥🔥 DAN TEKAN FAVORIT ❤UNTUK NOVELKU📖 INI TERIMA KASIH❤😊😍🔥🙏