MAFIA KECIL MILIKU

MAFIA KECIL MILIKU
Draft


__ADS_3

HAI GUYS KALI INI AKU NULIS CHAPTER LAGI YA PASTIKAN KALIAN LIKE KOMEN DAN FAVORITKAN DAN MAAF APABILA ADA KESALAHAN DALAM CERITA KALI INI ENJOY MY STORY PASTIKAN KALIAN LIKE VOTE DAN FAVORITKAN YAK


__________happy reading everyone__________


" oh ya ini Tante bawain cake dari toko langganan saya pasti kalian suka deh tange yakin kalian kan suka sama kue kan "


" baik Tante Tante tau kan Zara suka makan cake biar aku yang menyoba nya " ucap Zara dengan membuka bingkisan tersebut


" Ra kamu yakin mau makan kamu kan sudah makan makanan dari ayah Zara masa mau makan lagi sih " rengek Zahra sambil menggoyang tubuh Zara yang ingin makan kue karena ia mengingatkan bahwa dia adalah musuh mereka bukan kawan mereka


" ah aku tau tapi kalo di ambil entar dia curiga loh kayaknya dia udah was was loh walaupun aku kenapa kenapa Jan ada Zahra yang selalu menjadi kak Arga dah papa kan " jawab Zara dengan tersenyum manis kepada Zara walaupun ia berat harus melakukan ini


" ingat kata kata mama kalo mau menang kita butuh pengorbanan kan " jawab Zara lagi kepada adik nya tersebut,


Zahra yang mengetahui itu hanya mengangguk dengan wajah menunduk nya ia juga belum siap jika keluarga nya terpencar satu dan satu gara gara seseorang

__ADS_1


#flash back of


Zahra hanya termenung dalam pelukan arga Yang mencoba menenangkan nya ia tak habis pikir seharusnya yang ada di sini itu dia tetapi mengapa Zara harus mengorbankan diri nya


" Kaka ikut aku aku mau bantai mafia yang tersisa " jawab Zara sambil melepaskan pelukan arga yang memeluk nya


" kau yakin kondisi mu belum fit "


" iya kak aku yakin hanya ini saja bisa menenangkan pikiran ku saja jadi jangan melarang ku aku tak akan buat onar kok aku janji lagian ini juga ... " jawab Zara dengan serius kali ini ia tidak main main karena mafia itu berhubungan dengan orang yang hendak menyelakai mama nya


Zara hanya terdiam sesekali melihat arah yang cemas dengan keadaan nya sekarang ia hanya tersenyum setelah melihat Arga ia berjalan mengambil jubag kebesarannya untuk pergi


" kakak kita harus selesaikan dengan baik aku tak ingin mengulang kejadian sama " ujar Zara sambil melihat markas di depan nyaserah kan pada ku dek aku pasti akan membuat tugas ini muda jangan kawatir" ujar arah dengan antusias


Zara melihat sekeliling markas musuh dengan teliti dan berusaha membaca keadaan sekitar nya

__ADS_1


Suara nyaring dari senapan pistol yang di tembakan dan darah yang di mana mana teriakan memakak dari telinga telinga


" Dasar bod*h itu karena sudah berkerja sama untuk menjadi musuh kami aku tak akan membiarkan nya begitu saja " Zara sambil menembak satu persatu musuh yang ingin menghalangi nya


" Keparat kau queen blood devil aku pasti akan membuat mu menyesal karena kau sudah menyerang markas kami "


" Kau berteriak kepada siapa siapa yang mengizinkan mu untuk menaikkan nada bicara mu " ujar Zara sambil menggenggam kepala musuh seraya mengacungkan pistol nya kearah muka nya


" Hah ... Aku tak peduli jangan kan menghancurkan patner mu akan ku buat negara ini tunduk pada ku ha "


" ..."


" Dasar seharus nya di saat saat begini kau harus berteriak meminta belas kasihan pada ku tapi kau malah hah " uajr Zara dengan mengehal nafas nya sesekali membenturkan kepala nya ke dinding markas nya


bersambung

__ADS_1


__ADS_2