
HAI GUYS KALI INI AKU NULIS CHAPTER LAGI YA PASTIKAN KALIAN LIKE KOMEN DAN FAVORITKAN DAN MAAF APABILA ADA KESALAHAN DALAM CERITA KALI INI ENJOY MY STORY PASTIKAN KALIAN LIKE VOTE DAN FAVORITKAN YAK
__________happy reading everyone__________
" Hah ... Aku tak peduli jangan kan menghancurkan patner mu akan ku buat negara ini tunduk pada ku ha "
" ..."
" Dasar seharus nya di saat saat begini kau harus berteriak meminta belas kasihan pada ku tapi kau malah hah " uajr Zara dengan mengehal nafas nya sesekali membenturkan kepala nya ke dinding markas nya
KALIAN SEMUA JIKA KALIAN INGIN SELAMAT TAK SEPERTI TANGAN KANAN KETUA KALIAN LETAKKAN SENJATA KALIAN JIKA ADA YANG BERANI KAMI TAK AKAN SEGAN SEGAN MEMBEUNUH KALIAN SEMUA ". Teriak arga dengan suara nyaring nya gimana tak nyaring ia tak mengunakan pembesar suara atau pun yang lain
" Kakak suara mu membuat gendang telinga ku pecah jika kau berteriak seperti itu " ujar Zara kesal saat Arga berteriak tanpa mengunakan aba Aba
" Maaf ya dek udah kebiasaan kakak jika berteriak seperti itu " ujar arga sambil menemui Zara yang bersama tangan kanan musuh mereka
__ADS_1
" Sial mereka kakak beradik jika tau begitu aku akan membuat mereka membenci satu sama lain " pikir nya sambil melihat mereka kesal
" Hei di mana kau melihat atau aku congkel mata mu jika tak menutup pandangan mu dari kami " ujar Arga kesal melihat nya melihat mereka dengan tatapan kebencihan
" Cih "
" Dasar kalian berdua nggk punya hati kamu hanya menjalankan perintah atasan walaupun kalian membunuh ku aku tak kan menyesal"
" Kau dengar itu kakak bagaimana pun kita juga menjalankan tugas dari atasan kami atau kita bisa sebut nona dan tuan besar atau apa itu kak kakak pasti tau " seru Zara di telinga pria yang ia bawah tersebut
" Jangan banyak bicara lakukan saja dengan maksimal dek kakak akan melihat bagaimana kau melakukan hal itu sendiri " ucap Arga sambil menyeringai dengan mulut nya sambil tersenyum
Bercak merah di mana mana mulai dari dinding gang sampai ke dalam penuh sekali dengan darah di mana mana seorang gadis di temukan dengan membawa pisau ia hanya menangis melihat kejadian ini
" Ini untuk Zahra walaupun.... E....enggak semua be....benar kan ka... Kakak " ujar Zara dengan terbata bata melihat apa yang ia lakukan karena hilang kendali
__ADS_1
" Kakak.... A... Apa yang ka... Kau laku....lakukan " ujar Zara sambil memegang tangan arga yang menutup matanya dengan memeluk nya
" Shhh jangan bicara lagi aku tau kau takut walaupun kau sudah melakukan ini 2 3 kali kau masih takut melihat darah kan biar aku membantu mu " ujar arah di telinga Zara yang terima dengan aksi kakak nya
" Kakak "
Suara sirene polisi memenuhi ruangan itu polisi melihat beberapa orang tewas menengah kan di tempat nyaris tak ada yang selamat mau pun yang hidup dalam kejadian itu
" Ketua seperti nya tempat ini di bantai habis oleh sebuah organisasi kemungkinan"
" Seperti nya yang kau bilang ada benar nya menurut keterangan saksi yang mendengar teriakan 10 menit yang lalu mengatakan bahwa ada suara tembak menembak" ujar devano dengan serius sambil melihat catatan kriminal nya
" Apa kalian sudah mengecek cctv yang ada di sekitar sini tidak mungkin kan tak ada cctv karena ini juga tempat kriminal " ujar Devani mengerinyitkan dahi nya sambil melihat sekeliling
" Siap.... tidak ada walaupun ada cctv itu di rusak karena petugas menemukan serpihan cctv di beberapa daerah tertentu ketua "
__ADS_1
" Hah ini akan menjadi hari sulit bagi kita jika komandan tau kita tak memiliki petunjuk kita bisa di usir dari kepolisian karena ini udah beberapa kali terjadi tapi tak menemukan apa pun " ujar devano pasrah melihat pasukan nya yang sedang menyelidiki satu per satu