Makhluk Berdarah Dingin

Makhluk Berdarah Dingin
tidak akan puas


__ADS_3

di malam yang sepi tepat nya di jam 12 malam saya yang berdiri sendiri di sebuah jembatan menatap indahnya langit yang diterangi beribu bintang sambil tersenyum menunjukkan ekspresi yang licik untuk melakukan penyiksaan.


"hahaha...


aku akan menyiksa seorang wanita agar aku tenang.... teriak ku


" hari pun silih berganti..adegan lagi di rumah sambil melihat poto target korban


selanjutnya, sebelum nya saya yang bernama Law yang memiliki hasrat untuk menyiksa hanya mendapat ketenangan semata.


aku duduk di kursi tua sambil mengatur rencana untuk menyiksa seseorang agar tidak ketahuan polisi, setelah mengatur rencana aku beranjak ke kasur untuk beristirahat lalu tidur.


keesokan harinya aku berada di dalam mobil sambil mengamati target yang akan ku siksa, target ku bernama Lisa seorang gadis berusia 22 tahun, dia memiliki tubuh langsing dan postur yang tinggi.


aku berkata "kamu begitu sangat cantik tapi sayang kamu adalah target ku"


Lisa. :"ke taman yang di pinggir danau ya pak"


supir taksi :"baik dik kita akan sampai kira-kira 30 menit lagi, mohon bersabar ya dik"


Lisa :"tidak masalah pak asalkan selamat"


supir taksi. :"ada keperluan apa ya dik kalau bapak boleh tahu"


Lisa. :"tidak ada pak !, saya cuman mau ketenangan saja makanya saya ke taman"


supir taksi. :"oh gitu ya dek,hehehe masih muda kok banyak pikiran dik" sambil tertawa


Lisa. :"hehehe iya pak, di tambah lagi jodoh tidak ketemu" sambil tersenyum manis


supir taksi. :"sabar dik, nanti juga ketemu"


 


aku membuntutinya dengan mobil lama yang aku gunakan sekarang, di suatu tempat yang sepi banyak pepohonan dan di pinggir danau aku menyalip lalu memberhentikan taxsi yang dinaiki Lisa lalu aku menodongkan sebuah pistol ke arah supir sambil menyuruh Lisa keluar dengan berkata


 


aku :""keluar kamu perempuan"


karna takut Lisa akhirnya keluar dari taxsi serta aku suruh telungkup di tanah dengan tangan di atas lalu supir taxsi tersebut ku arahkan untuk telungkup di samping Lisa sambil tangan di atas,


aku :"cepat kalian menjauh dari taksi lalu telungkup di tanah dengan tangan di atas jika tidak nyawa kalian yang akan hilang"

__ADS_1


ku mendekati taxsi mereka untuk memutuskan rem yang ada di taxsi tersebut lalu Lisa saya ikat langsung ku masukan ke mobil serta menutupi kepala Lisa dengan kain yang sudah ku sediakan kemudia supir taxsi tersebut ku arahkan untuk naik ke taxsinya sambil menodongkan pistol, saya naik ke mobil saya sambil berkata


aku. :"cepat pergilah dari sini"


karna supir nya teramat takut ia langsung menginjak gas taxsi nya dan aku membuntutinya dari belakang, karna rem taksi nya sudah ku putus akhirnya taksi nya blong dan menabrak sebuah pohon, rencana ini ku atur agar seperti kecelakaan dan sebelum itu tali rem nya ku putus kan dengan menggesekkan dengan pisau tumpul agar tidak terlihat bekas potongan. sambil melihat taksi menabrak pohon aku pun tersenyum dan melaju dengan kecepatan tinggi.


tibanya aku di suatu tempat di tengah hutan aku membawa Lisa keluar dari mobil dan berjalan ke rumah tua tempat biasa ku menyiksa korban hingga tewas,


aku :"cepat kamu keluar dari mobil"


Lisa. :"hanya diam dan menangis"


setelah masuk di dalam rumah aku menduduki Lisa di sebuah kursi dan mengikat nya kemudian aku kembali ke mobil tua dan mengendarainya mengarak ke sebuah pinggir danau dan meluncur ke arah danau hingga mobil tua yang ku gunakan tenggelam lalu s


aku keluar dari mobil dengan keadaan basah,


setelah itu aku kembali ke rumah tua di mana Lisa berada. di sudut ruangan ku mengambil topeng agar muka ku tidak di ketahui, aku pun menghampiri Lisa dan membuka tutup kepalanya,


Lisa :"mau apa kamu mengikat saya, tolong jangan apakan saya, saya akan beri kamu uang yang banyak dan saya akan diam serta tidak melaporkan kamu ke polisi"


aku menjawab


aku : "saya tidak menginginkan uang atau harta benda"


Lisa. : "apa mau kamu sebutkan ?"


aku mejawab


aku :"yang saya inginkan hanya lah kepuasan !" sambil tertawa kejam,


Lisa berkata sambil menangis


Lisa. :"tolong jangan perkosa saya"


aku menjawab dengan kesal


aku : "saya bukan pria bajingan yang mau memperkosa wanita lalu meninggalkan nya. besok kamu akan mengetahui nya".


 


ke esokkan hari nya aku dan Lisa berada di sebuah salah satu ruangan di rumah tua, Lisa terbangun dengan selang di hidung nya yang telah ku pasang sebelum nya,


 

__ADS_1


Lisa :"selang apa ini ?"


aku. :"selang tersebut terhubung dengan dua bom, cara kerja nya ketika kamu bernapas terlalu lama bom akan aktif jika kamu tidak bernapas bom nya juga akan aktip lalu meledak"


setelah ku jelaskan kepada Lisa, ku memberikan waktu,


aku. :"waktu kamu 15 menit untuk bertahan di sebuah penyiksaan ini"


 


dari kejauhan ku mengamati Lisa yang susah payah bernapas agar bom nya tidak meledak. waktu berlalu hingga di menit 14 Lisa menagis Sabil melakukan usaha terbaiknya, waktu pun selesai aku mendatangi Lisa dan melepaskan selang yang ada pada nya lalu ku memasang rantai di lehernya yang terhubung dengan mesin potong kayu yang siap memotong kepalanya,


 


Lisa :"buat apa kamu rantai leher saya"


saya :"hahahaha(hanya tertawa)"


 


aku meletakkan lima bola kasti di sebuah tempat, ku menjelaskan ke pada Lisa


 


aku. :"peluang kamu hanya lima bola itu(sambil menunjuk bola kasti) kamu lemparkan bola itu ke arah tombol yang ada di tiang"


aku pun melepaskan ikatan tangan nya, langsung berlari menjauh, sepontan Lisa mengambil bola tersebut dan melempar bola pertama dengan rasa takut akan tetapi bola nya malah meleset, Lisa langsung mengambil bola kedua dan melempar bola nya dengan rasa cemas, Lisa melihat rantai yang tergulung mengarahkan nya di mesin potong namun lemparan keduanya juga meleset dengan takut Lisa mengambil dua bola sekaligus langsung melempar kedua bola tersebut sambil teriak keras dan tersisa satu bola lagi.


Lisa :"haaaaaa...., kamu kejam "


aku tertawa sambil memberi tahu Lisa


aku. :" jika melempar bola harus lah dengan hati yang tenang"


Lisa mengambil bola terakhir sambil menarik napas dan hati nya mulai tenang, Lisa pun melempar bola tersebut dengan tepat mesin potong nya pun langsung berhenti, Lisa mengambil napas lega dengan leher masih ter'ikat rantai,


aku pun keluar dari ruangan tersebut sambil meninggalkan sebuah makanan yang ku siapkan untuk Lisa. sambil tersenyum di dalam hati ku lalu berkata kepada Lisa


aku :"ini belum berakhir bsok kamu akan melewati hal yang lebih sulit lagi".


#bersambung


#lanjut episode seterusnya ya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2