
aku. :"aku begini karna menyembunyikan identitas ku dan bisa saya pesaing dalam bisnis ku dapat membunuhku bahkan ayahmu"
Lisa. :"ayah ku mana mungkin melakukan hal itu"
aku. :"itu pemikiran mu saja, dalam dunia bisnis itu mungkin saja"
Lisa. :" mau kah kamu bekerja sama dengan ayahku"
aku. :"itu tidak akan terjadi melihat perusahaan ayah mu banyak para koruptor hanya saja ayah mu tidak mengetahui"
Lisa. :"boleh aku meminta tolong kepada mu!"
aku. :" minta tolong apa ?"
Lisa. :"aku ingin kamu membantu ku untuk menyelamatkan perusahaan ayahku!"
aku. :"hahahahaaa....aku membantu perusahaan yang menjadi sangaingan ku hahahahahaha...yang benar saya pastinya aku tidak mau"
Lisa. :"aku mohon"
aku. :"aku tidak mau melakukan nya" ( dengan wajah yang masih tertawa )
sekian lama Lisa membujuk ku untuk membantu nya dan akhirnya aku tertarik dengan tawaran nya.
Lisa. :"aku berjanji jika berhasil aku akan memberikan sebagian saham ku untukmu"
aku. :"berapa besar yang mau berikan?"
Lisa. :"aku memiliki 35% saham, jika kamu berhasil aku akan memberikan 20% dari saham ku"
aku :"ok aku akan melakukan nya"
Lisa. :"terimakasih telah membantu ku, dan aku ada rencana" ( dengan senang nya Lisa memeluk ku dan mencium ku )
aku. :"apa yang harus aku lakukan"
Lisa. :"kamu harus menjadi karyawan dulu setelah itu tugasmu hanya mengumpulkan data serta informasi siapa" saja yang melakukan korupsi"
aku. :"baiklah itu hal mudah, ok bsok aku akan mempersiapkan berkas lamaran ku dan menyusun strategi"
Lisa. :"tapi sekarang bantu aku menyelesaikan tugas disain baju ku"
aku. :"tidak mau. Itu bukan bagian dari rencana"
Lisa. :"karna ini juga bagian dari rencana makanya aku meminta bantuan mu"
aku. :"tidak mau"
Lisa. :"pliss" ( memohon dengan wajah andalan wanita )
aku. :" hadeh.. baiklah aku akan membantumu"
Lisa. :"aku sedang menggambar disain baju pernikahan, aku minta tolong bagai mana pendapat mu bagus atau tidak"
aku. :" mana coba lihat....disain nya sungguh jelek motif nya begitu kuno"
__ADS_1
Lisa. :" jadi bagai mana ini"
aku. :"kamu bisa menggambar tidak, sini biar aku yang menggambar"
aku pun mengambil kertas kosong serta pensil dan memulai menggambar, sungguh terkejutnya Lisa melihat aku menggambar dan dalam hati nya berkata "cukup bagus bagi seorang pria yang dingin sepertinya serta dia memiliki banyak bakat"
aku menggambar dari garis demi garis dari warna demi warna dan mencocokkan konsep yang akan di gunakan pada akhirnya gambar disain nya sudah selesai
Lisa. :" sudah siap ?, ini kopi buat mu"
aku. :" sudah, ini dia bagai mana menurutmu. sini kopi nya aku mau duduk sebentar"
Lisa. :" gambar mu lumayan bagus dari mana kamu mempelajarinya"
aku. :" dengan susah payah aku mengerjakannya kamu bilang lumayan, sungguh sia-sia kerja ku hadeh...." ( sambil duduk di sofa )
Lisa. :"iya iya iya gambar mu bagus, gitu aja marah. aku mau bertanya" ( datang dan duduk di sampingku )
aku. :"jelas lah urusan kayak gini gampang bagiku. apa yang kamu mau tanyakan ?"
Lisa pun menatap mataku dengan serius dengan seketika aku pun merasa canggung dan pipi ku memerah dengan heran.
Lisa. :"bagai mana pendapat dirimu tentang diriku"
aku :" biasa aja tidak menarik hahahahaaa..." ( dengan jawaban santai )
Lisa. :"masa sih, apakah kamu menyukaiku ?"
aku langsung kaget jantungku berdetak kencang dan pipiku memerah, aku hanya bisa diam karena sebenarnya aku sudah mulai menyukai tapi aku tidak mau merasa kelihatan.
Lisa. :" yang bener pada hal aku menyukaimu dan mulai nyaman dengan mu karna kamu sudah memperlakukan ku begitu istimewa" ( sambil memelukku )
aku. :" hmm.....( diam sejenak ) sebenarnya pun aku mulai menyukaimu" ( pipi ku memerah jantung ku berdetak kuat hingga Lisa merasakan nya karna dia memelukku)
Lisa. :"hihihi... jantung mu berdetak kencang, bagai mana jika kita menikah"
aku. :"hahahaha....tidak semudah itu Lisa semua itu ada proses nya kita harus menjalankan nya saja dan percaya"
Lisa. :"untuk pertama kali nya kamu menyebut nama ku dan aku senang, ya di permudahkan saja lah kalau begitu" ( dengan senyum nya yang manis )
aku. :" tugas kita sekarang bukan itu tapi bagai mana kita menyelesaikan perusahaan nya ayahmu dari koruptor"
lalu menatap mata Lisa dengan santai aku mencium bibir Lisa dengan mesra, Lisa pun kaget dan pipinya memerah jantung nya berdebar kami tidak menghiraukan nya kami pun terbawa suasana cinta sampai akhir nya aku mau meniduri Lisa di sofa yang kami duduki
kring kring kring (suara telpon Lisa )
kami pun duduk kembali dan Lisa mengangkat telpon dan aku pun meminum kopi ku setelah Lisa mengangkat telpon dan kembali duduk di sampingku
aku. :"ada apa "
Lisa. :"ada panggilan dari ibuk untuk makan bersama nanti malam ini"
aku. :"ok aku akan mengantar mu"
Lisa. :" buat apa kan lebih baik kita datang berdua sebagai kekasih serta mengenalkan dirimu ke keluargaku"
__ADS_1
aku. :"sebenar nya aku malas tapi karna kamu yang mengajak ku ya aku mau"
Lisa. :" ok makasih nnti kita akan bersiap dan datang jam 4"
Lisa memeluk ku lagi dan ingin mencium bibirku tapi aku menghindar
Lisa. :"mengapa kamu menghindar bukan kah tadi kamu begitu semangat
aku. :"itu tadi tapi sekarang tidak. lebih baik kita menunggu waktu nya saja yaitu setelah kita menikah hihihhihi...."
Lisa. :"hahahahahaha...kamu janji ya kita akan menikah"
aku. :"hahaha tergantung jika kamu memilihku hahahahaaa..." ( sambil memegang kening nya )
waktu demi waktu kami lalui sambil menunggu jam 4 dengan menceritakan pengalaman kami dan sekali-kali Lisa memelukku dan tiduran di pangkuanku serta sering kali menggoda ku dan seperti biasa karna sifat ku yang dingin aku biasa saja dan tidak tergoda hingga waktunya sebentar lagi kamu keluar dari ruangan dan mengambil pakaian yang mau aku kenakan di toko Lisa serta kami menggandeng tanganku. Tapi aku melihat asisten nya Lisa tidak senang seperti dia tidak suka aku mendekatinya tapi hal sekecil itu tidak ku pedulikan, aku mencoba satu persatu pakaian yang di pilih Lisa untuk ku sambil mengambil Poto ku setelah memakai pakaian yang dia pilih dia hal tersebut dia beritahu untuk sekalian untuk promosikan pakaian nya dan memasukkan ke media sosial
Lisa. :"kamu bagus pakai pakaian apa pun boleh aku promosikan Poto mu ke teman-teman ku"
aku. :"boleh kok, tapi nanti teman-teman mu menyukaiku hahahahaaa.."
Lisa. :" aku akan bilang kepada mereka kamu milikku dan kamu akan jadi suami ku"
aku. :"hahahaha... lucu juga kelihatan kamu takut kehilangan aku"
Lisa. :"aku mencintaimu dan aku tak mau jauh dari mu dan aku ingin menikah karna ibu dan ayah ku menginginkan cucu"
aku. :"hahahahahaha.. pikiran mu terlalu jauh" ( sambil mencubit pelan pipinya )
Lisa. :"justru kamu yang terlalu jauh hahaha.."
aku. :"sudah lah lupain, intinya jangan membuatku kecewa"
Lisa. :"pakaian ini menurutku bagus dengan setelan jas"
aku. :"baik lah lelah aku mencoba semua nya"
Lisa. :" ok kita ke mobil dan berangkat"
aku. . :"berapa yang harus aku bayar untuk pakaian ini"
Lisa. :"tidak perlu membayarnya karna kamu telah membantu ku dan sebentar lagi ini semua akan jadi milik kita berdua"
aku. :"berarti perusahaan ku juga"
Lisa. :"hahahaha.. bukan itu perusahaan ayah ku akan bergabung dengan mu karna kamu akan menjadi menantunya hahaha... "
aku. :"aku tidak menginginkan nya karna aku mencintai mu bukan karna hal semua itu tapi aku tertarik dengan mu karna kamu begitu manis dan baik ya walau pun kamu patah hahahahahaha.."
Lisa pun memelukku dengan senang dan kami bergegas ke rumah Lisa tapi kami tidak menyangka bahwa ayah nya terkejut melihatku....
ayah nya Lisa. :". ......
#nexsEpisodeSelanjutnyaYa🙏🙏😎
#terimakasihSudahMebacaDanMohonDukunganNya🙏😎🎉
__ADS_1