
setelah kejadian itu saya bergegas menjauh dan saya keluar rumah dan pikiran ku sepertinya mulai mengingat sensasi membunuh
keesokan harinya nya aku mulai mendapat telpon untuk melakukan pekerjaan yang kejam yaitu membunuh mafia besar
krinnnnnngggggg krinnnnnngggggg ( bunyi telepon )
aku. :" iya "
penelpon. :"saya punya pekerjaan buat mu saya yakin hanya kamu yang bisa melakukan nya"
aku. :"saya sudah tahu, kirim saja Poto target dan hadiah apa yang saya dapatkan"
penelpon. :"sudah saya kirim potonya dan sebagai hadiah nya saya bayar $1000000"
aku. :"ok saya terima"
penelpon. :"kamu harus jaga kerahasiaan ini"
aku. :"hanya satu aturan Diam dalam sunyi, saya akan membunuhnya waktu 3 hari"
setelah menutup telpon saya mulai mempersiapkan senjata saja seperti pistol dan alat pelacak lain nya.
hari pertama aku mulai mengamati target dan mengikuti nya kemana pun target pergi, aku melakukan misi ini di balik bayangan.
di pinggir jalan sambil duduk memegang koran dengan secangkir kopi aku terus mengamati nya serta mencari tahu di mana target tinggal
pada hari kedua aku terus mengikutinya dan berniat membunuh nya langsung
ketika kami memasuki sebuah gedung dan menaiki lift aku pun menawarkan rokok kepada target.
aku. :"apakah kamu mau merokok"
target. :"tidak terima kasih. apakah kamu tidak tahu saya"
aku. :"saya tahu anda dan anda tidak tahu saya"
setelah life terbuka saya mulai menembaknya dengan pistol dengan peredam
ciuuuuuuuuuuu ( suara pistol )
target mulai terjatuh dengan bagian dada nya berdarah setelah itu aku pergi untuk mengganti penyamaran dan pergi ke ruangan pengamanan dan mengubah rekaman yang barusan terjadi
aku pun keluar dari ruangan pengaman dan pergi ke toilet, setelah itu aku duduk di tempat duduk dengan orang lain
seperti biasa aku mulai merokok
orang lain :"maaf di tempat ini tidak boleh merokok"
aku. :" oh maaf saya tidak tahu"
orang lain:" saya hanya menunggu seseorang, dan kamu apa yang kamu lakukan di sini"
aku. :" saya menunggu seseorang juga dan menjemput nya pulang"
tak lama kemudian terdengar teriakan dari depan pintu lift
aaaaaaaaaaaaaaa (teriakan wanita )
__ADS_1
wanita itu. :" tolong tolonnnnngggg "
ternyata orang yang duduk bersama ku adalah pengawal target ku, mereka pun langsung lari ke tempat target ku yang sudah tewas sambil berkata pada ku
orang lain. :" sebaiknya kamu pergi dari sini karna tempat ini berbahaya"
aku. :" terima kasih (sambil berlari)"
tanpa ada kecurigaan di muka orang itu aku keluar dari gedung itu bersama kerumunan orang yang sedang di evakuasi
setelah itu datang pengawal nya begitu ramai dan juga para polisi serta bnyk wartawan yang meliput
karena target aku adalah orang yang terkenal serta mafia besar.
ternyata ada siaran berita, ternyata yang aku bunuh tadi adalah adik nya.
keesokan hari nya aku mencoba untuk kembali menghabisinya dengan peralatan snaiper, walaupun targetku di kawal dengan ketat karena insiden semalam.
kali ini aku mencoba menghabisi nya dengan menembak dari atas gedung
aku. :"peralatan sudah siap sekarang tinggal menunggu target"
tak lama kemudian targetku keluar dari sebuah bangunan, dengan segala perhitungan dan kehati-hatian aku menembak target ku dan mengenai jantung nya.
setelah itu aku bertemuan dengan penelpon di suatu tempat tanpa memandang wajah satu sama lain
dan aku berkata
aku. :"ada aturan yang harus kamu ikuti jika kamu ingin selamat"
penelpon :"apa itu ?"
penelpon. :"baik bagai mana rencananya"
aku. :" pertama kamu harus mengirimkan uang ku dengan tiga kali, pertama kita akan bertemu di di sebuah pasar dan bertukar mobil dengan uang yang ada di mobil itu, ke dua saya akan pergi ke rumah tua kamu harus menyiapkan uang nya di sana terlebih dahulu dan yang ke tiga saya akan mengambil televisi dari kamu dengan uang yang di dalam nya. ini semua demi kerahasiaan"
penelpon. :"baiklah saya terima syaratnya, kamu adalah pembunuh yang hebat"
aku. :" baiklah sampai di sini dulu pertemuan kita nanti sore kita akan bertukar mobil" ( berbalik sambil melempar hp ke tepi danau )
sore hari kami pun bertemu di pasar tanpa mengucapkan kalimat apapun kami bertukar kunci mobil sambil berjalan.
saya segera pergi dengan uang yang banyak dan menuju ke rumah.
aku pun kaget melihat intan di dalam rumah ku, tapi aku tidak pedulikan aku langsung masukan tas berisi uang ke dalam brangkas ku
intan. :" kamu dua hari ini ke mana saja"
aku. :" melakukan pekerjaan"
intan. :" pekerjaan mu apakah selama ini sampai tidak bisa pulang"
aku. :"itu bukan urusan mu dan kamu tidak perlu mengetahui nya"
intan. :" baiklah, kalau begitu saya akan menyiapkan air hangat untuk mandi dan makanan"
aku :" terserah apa yang kamu lakukan selagi kamu tidak menggangu ku"
__ADS_1
setelah pembicaraan tadi aku langsung masuk ke kamar mandi dan melepas pakaian ku semua serta langsung berendam di bak mandi
tiba" intan mengetuk pintu kamar mandi ku
tukk tukk (suara ketukan)
aku kaget
aku. :" ya ada apa"
intan. :" makanan nya sudah siap"
aku tidak memperdulikan nya
selesai mandi dan sudah berganti pakaian aku langsung ke meja makan.
di meja makan kami makan berdua dengan pembicaraan sedikit
intan. :" bisa kah kamu memberitahu ku apa pekerjaan mu"
aku. :" kamu tidak perlu tahu "
intan. :" terus untuk apa kamu tidak pulang"
aku tidak menjawab dan langsung ke tempat tidur untuk istirahat. tak lama intan masuk ke kamar ku lagi dan lagi bertanya hal yang sama,
intan. :"tolong beritahu aku pekerjaan mu"
aku pun langsung tidur lelap nya
di pagi hari aku terbangun dengan pikiran bingung dan bepikit,
di dalam pikiran ku :" seorang pembunuh dan berdarah dingin bisa tinggal dengan seorang wanita"
tak lama intan pun bangun
intan. :"kamu sudah bangun, kenapa tidak membangunkan ku"
aku. :" seperti nya kamu kelelahan
jadinya aku tidak membangun kan mu "
akhirnya kami pun tertidur di tempat tidur lagi tanpa memperdulikan nya, tubuhku merasakan lelah.
selesai bangun aku langsung melihat televisi untuk mengetahui apa pembunuhan semalam di liput berita,
ternyata masuk dan target yang aku habisi tetap, hatiku merasa lega dan mengambil napas ketenangan.
aku. :" tinggal mengatur rencana bagai mana caranya untuk mengambil pengiriman uang ke dua"
dengan tenang aku duduk di kursi dan berkata
aku. :" ah sudah lah hal itu bsa aku pikirkan nanti, sekarang yang harus aku lakukan bagai mana menjauh dari wanita itu"
dengan senyum kecil yang licik
#Maaf ya udah lama gak muncul
__ADS_1
#dukung terus ya
#mohon dukungan nya