
ayah nya Lisa terkejut melihatku dengan penampilan sederhana ku ayah Lisa menyepelekan ku,
ayah lisa :"ini pria yang kamu aja hahahaha...penpilan nya saja seperti orang jalanan, emang bisa apa dia"
Lisa :"ayah tidak boleh begitu dia ini baik"
Ayah Lisa :"baik sih baik tapi bisa jamin setelah kalian bersama kamu bisa kaya"
bukan hanya itu ayah nya juga menghina bahkan mencaci ku dan aku hanya bisa terdiam tidak mau mempermasalahkan. Tapi semakin lama ku tahan semakin banyak hinaan yang di lontarkan ayah nya Lisa, Lisa hanya terdiam karna sebelum sudah ku beri tahu untuk diam jika aku di hina. Emosi ku tidak tertahan kan aku langsung pergi dari rumah ayah nya Lisa aku tahu seperti ini pasti terjadi dan hal ini sudah sering ku alami, seiring berjalannya waktu aku terbiasa dengan ini semua tapi karna aku di bandingkan dengan seseorang yang akan di jodohkan dengan Lisa yang bernama Joni dan ayah Lisa bernama anto,
Anto( ayah Lisa ) :"Lisa lebih baik kamu bersama Joni, dia pria yang sukses dari pada dia ( melihat ke aku ) penampilan nya saja seperti ini bagai mana bisa membiayai mu nanti"
Lisa. :"sudah lah ayah jangan menghina nya hidup seseorang tidak dapat di pastikan dan kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok"
emosiku pun sudah tidak tertahankan lagi Aku langsung pergi dari rumah Lisa
aku. :"Lisa lebih baik aku pergi saja, lebih baik kita tidak bertemu sebelum nya dan semua ini akan aku ingat"
Anton. :"pergilah kamu kamu tidak akan bisa mengalahkan kekayaan kami"
Lisa. :"tapi.... "
aku. :"sudah lah Lisa lupakan saja perjanjian kita aku sudah muak semua ini"
Anton. :"pergilah kenapa dari tadi tidak pergi"
aku. :"ok saya akan pergi tapi saya yakin kan anda menyesal karna saya pemilik perusahaan C2I"
ayah Lisa terkejut dan saya langsung pergi dari rumah ayah nya Lisa
Anton. :"Lisa kenapa tidak memberi tahu ayah kalau dia pemilik perusahaan C2I"
Lisa. :"itulah ayah yang selalu meremehkan kan orang lain"
Anton. :"pantas saja wajah nya seperti ayah kenal ternyata bener dugaan ayah. ya sudah kamu kejar dia selagi tidak jauh"
Lisa. :"lebih baik ayah yang menjumpai nya"
Anton. :"ayah tidak akan bisa"
ayah Lisa begitu menyesal karna ini kesempatan emas tapi terbuang sia-sia, di dalam perjalan aku melihat cafe dan aku singgah di cafe tersebut
aku pun memesan secangkir kopi
aku. :"mbak"dri tempat duduk memanggil)
pemilik cafe. :"iya mau pesan apa mas"( sambil menunjuk daftar menu )
aku. :"saya pesan kopi kapucino satu saja ya mbak"
pemilik cafe :"ok mas sebentar lagi saya antar"
di kamar tidur di rumah nya Lisa Lisa sedang berbaring dan memikirkan ku
Lisa. :"oh ya bagai mana dengan nya"
Lisa pun mengambil hp nya dan menelpon ku
kring kring kring (suara hp )
aku melihat hp ku dan mematikan langsung, Lisa semakin khawatir dan mengirim pesan
__ADS_1
Lisa :"aku minta maaf atas apa yang ayahku perbuat"
aku pun membalas pesan nya
aku. :"sudah lah jangan di permasalahkan emang benar yang ayah mu pikirkan aku memang tidak pantas buatmu dan tidak akan layak bersanding dengan mu"
aku pun mematikan hp ku. Lisa merasa sedih berulangkali Lisa menelpon tu tapi tidak bisa terhubung karna hp ku aku matiin
"maaf nomor yang anda tuju tidak bisa di hubungi atau di luar jangkauan area" ( suara hp yang tidak terhubung )
pemilik cafe. :"ini mas kopi nya"
aku. :"terimakasih mbak. oh ya mbak nya sendiri namanya siapa"
pemilik cafe :"nama saya Intan purnama sari mas tapi biasa di panggil intan"
aku. :"oh hebat ya mbak masih muda sudah menjalankan cafe"
Intan. :"biasa saja kok mas, ini saya jalankan pun tidak begitu lancar masih ada beberapa hal yang terkendala"
aku. :"kalau boleh tahu apa itu ya mbak, maaf mbak saya lancang bertanya"
Intan. :"cuman terkendala dana mas untuk merenovasi cafe agar lebih menarik lagi"
aku. :"saya bisa bantu mbak tapi Mbak bisa temani saya satu malam saja"
Intan. :"maksudnya mas apa ya" ( nada marah )
aku. :"maaf mbak bukan yang aneh kok, saya cuman minta jadi pendamping saya besok malam di sebuah acara saya"
Intan. :"oh bilang dong mas, saya bisa mas memang acara apa ya mas dan jam berapa"
aku. :"acara peresmian cabang perusahaan saya mbak di luar kota acaranya jam 8 malam kita berangkat nya mulai jam 4 sore naik pesawat saja agar lebih cepat"
aku. :"panggil saja saya Law mbak"
Intan. :"maaf mas kok nama nya seperti pemilik perusahaan C2I ya"
aku. :"ya itu memang milik saya mbak"
Intan langsung kaget seakan tidak percaya bisa berjumpa dengan ku karna yang dia anggap saya sebagai pemimpin perusahaan adalah orang tua pada hal saya masih muda, intan Langsung minta Poto bersama saya.
aku. :"ok mbak besok saya akan ke sini menjemput mbak jam 3 dan jangan sampai telat"
Intan. :"baik mas saya siap" ( dengan wajah yang bahagia )
di tempat lain Lisa menelpon saya berkali-kali hingga tertidur.
karna malam ini sudah larut malam saya putuskan tidak pulang ke rumah di tengah hutan tapi saya pulang ke rumah yang saya
miliki di kota.
keesokan lagi Lisa mendatangi rumah di tengah hutan dan memanggil saya tapi karena saya tidak di situ Lisa pun kembali ke toko nya dengan wajah sedih dan menyesal. di rumah saya saya terbangun dan di hidangkan makanan oleh ART di rumah saya dan setelah saya sarapan saya duduk di halaman rumah sambil mengurus berkas perusahaan dengan laptop saya.
tidak lama asisten saya datang dan berkata
Gita. :"pak ini ada telpon yah dari siapa"
aku. :"siapa namanya"
Gita. :"dari Lisa pak"
__ADS_1
aku :"sini biar saya yang berbicara"
aku pun mengangkat telpon dari Lisa dan berbicara
aku. :"halo. ya ada apa"
Lisa. :"dari mana saja kamu kenapa baru di angkat"
aku. :"aku tidak ke mana-mana aku hanya ingin sendiri tidak mau di ganggu"
Lisa. :"sekarang kamu di mana aku khawatir loh mikirin kamu"
aku. :"seharusnya yang kamu pikirkan Joni bukan aku"
Lisa. :"aku tidak menyukai dia, aku cuman sayang sama mu loh"
aku. :"sudah lah aku tidak mau membuat kamu kecewa lebih baik kamu memilih Joni"
langsung ku matikan telpon
Gita. :"ada masalah apa ya pak"
aku. :"tidak apa kok itu hanya masalah kecil Masalah pribadi saja"
Gita. :"oh ok pak saya kembali bekerja dulu ya pak"
aku. :"ok sekalian kamu selesai kan dokumen yang tertinggal"
Gita. :"ok pak"
setelah jam 3 saya bergegas ke tempat Intan untuk menjemputnya dengan mobil Ferrari, intan sudah menunggu saya rupanya
aku. :"sudah siap intan jika sudah kita langsung berangkat saja jika belum saya akan menunggu"
Intan. :"sudah kok mas"
aku. :"ayo buruan masuk ke mobil"
kami pun menuju ke bandara. tiba nya kami sampai saya memulai acar nya dan membuka peresmian cabang perusahaan saya, selama acara intan selalu di samping saya dan menggandeng tangan saya. dalam hati saya berkata "seharusnya Lisa yang menemani ku"
ketika sudah selesai kami mencari hotel terdekat untuk bermalam akan tetapi hanya ada satu hotel yang tersisa dan itu pun hanya satu kamar yang kosong mau tidak mau saya harus menginap karna sudah tengah malam
di kamar saya mengobrol dengan intan
aku. :"intan kamu tidur di atas saja biar saya yang di bawah"
intan. :"tidak mas seharus nya mas yang di atas tempat tidur dan saya yang di lantai tapi kalau mas mau kita bisa tidur bareng"
Intan melepas pakaian nya sehingga tinggal pakaian minim nya saya kaget
aku. :"intan apa yang kamu lakukan"
Intan. :"di sini sedikit panas mas jadi saya membuka baju"
aku. :"tapi tidak begini"
intan menggoda ku tapi saya tetap bertahan untuk Lisa akhir nya saya terbaring di tempat tidur dan intan mendekati saya.
#NungguinYa
#mohonDukungannya
__ADS_1
#SemogaBisaLancarMembuatNovelnya🙏