
matahari baru saja akan terbenam,dan guratan keindahan senja mulai terlihat di saat itu.
satu bayangan hitam berkelebat sangat cepat dan berdiri di menara yang sangat tinggi.
hembusan angin sore itu membuat rambut panjangnya berkibar.
mata nya tajam menatap ke bawah gedung, seakan ada yang sedang di cari nya.
"dimana dia sembunyi"? suara nya lirih seakan sedang mencari seseorang.
"seperti apa kah dia"? manusia yang bisa bikin kak ku jatuh hati dan rela mati untuk nya"! ternyata wanita itu tak lain adalah jalih.
adek nya Kinanti,anak kedua dari raja iblis.
sekali lompat tubuh nya melayang terbang berpindah ke satu bangunan yang lain.
"aku akan masuk kedalam dunia manusia"! akan aku temukan kamu kiantara"! walaupun kamu bersembunyi di tubuh yang berbeda"!jalih tersenyum sinis.
sementara itu seorang pemuda tampan sedang asyik berbincang dengan dua sahabat nya.
"elang gua liat liat nila ada hati tuh Ama lu"! Dodi berbicara sambil menatap kearah elang yang sedang asyik main HP.
"kalau gua jadi lu udh pasti gua pacarin tuh si nila"! elang berhenti main hp nya tertawa mendengar ucapan Dodi barusan.
"ya udh kalau gitu tuh si nila buat lu aja"! si Dodi cengengesan.
"udh kaya barang aja lu Lang kasih ke gua"! nah itu cewe mau gak Ama gua"? elang dan Iwan ketawa ngakak mendengar ucapan Dodi barusan.
"kalau soal itu "!! kaya nya si nila gak mau dod Ama lu"! Iwan ngakak lagi.
Dodi cemberut dan membakar rokok nya dengan wajah asem.
"ya udh nanti gua tanyain ya"! syukur syukur tuh nila mau Ama lu DOD"! Iwan memesan minuman dingin yang baru saja habis di minum nya.
"susah ya jadi cowok jelek gak keren kaya lu Lang"! wajah DOD asem.
elang menatap sahabatnya itu sesaat lalu menggeleng cepat.
"kalau Tuhan udh kasih lu jodoh"! dia akan menerima lu apa adanya lu DOD"! Dodi menatap elang tajam.
"wuih tumben teman gua jadi pak ustadz"! mendengar ucapan Dodi Iwan kembali ngakak.
"ya udh yukk pulang"!! kasian mamah gua dari tadi TLP Mulu"! elang bangun dari duduknya.
"yaelah "!! baru juga jam tujuh Lang"! Iwan terlihat kecewa.
Lang menatap wajah Iwan tajam.
"ya kalau lu masih betah di sini gua tinggal ya"!gua gak mau mamah gua TLP gua lagi"! akhirnya Iwan mengalah dan ikut pulang bareng elang.
maklum mereka berdua itu numpang naik mobil elang.
mobil mewah itu pun melaju meninggalkan cafe tersebut.
sementara itu dua orang wanita sedang asyik bercanda di satu tempat hiburan malam yang amat terkenal di kota itu.
ternyata itu adalah dua wanita penghibur di tempat itu.
"tumben malam ini lu kelihatan pucat Risa"? teman nya Risa bertanya sambil menatap wajah sahabat nya itu dalam.
Risa meringis kesakitan,sambil memegang pundak nya.
"ada apa sama pundak lu"? lagi lagi sahabat nya itu penasaran.
"kaya nya gua harus pulang deh"! Risa berdiri dari duduknya dan mengambil tas nya yang tergeletak di samping nya itu.
"yakin lu bisa pulang sendiri RIS"? Risa mengangguk sambil pergi meninggalkan sahabat nya itu.
langkah Risa terlihat amat buru buru meninggalkan tempat itu .
langkah nya terhenti karena di hadang seorang lelaki berbadan besar dan berkulit agak hitam itu.
"mau kemana lu RIS"? mata lelaki itu tajam menatap Risa.
"gua mau pulang bang"! badan gua lagi gak enak kaya nya"! lelaki itu tersenyum penuh arti kearah Risa.
__ADS_1
dan sepertinya Risa paham dengan tatapan mata itu.
"maaf bang "!! gua gak bisa melayani tamu "! lelaki itu menarik tangan Risa dengan kencang, sehingga Risa terhempas kedepannya.
wajah Risa beradu dengan wajah lelaki itu.
"gua gak minta lu bicara gak bisa RIS dalam melayani gua"! lelaki itu menjilat leher Risa yang putih itu.
Risa meringis kesakitan karena tangan nya masih di cengkram oleh lelaki itu.
"aduuh bang lepasin tangan gua"! Risa merintih kesakitan.
lelaki itu melepaskan tangannya dan menarik rambut Risa.
"jangan pernah lu menolak keinginan gua RIS"!! gua gak akan bisa terima jika lu berani menolak gua "!! lelaki itu membopong tubuh Risa dan membawa nya masuk ke satu ruangan.
didalam ruang itu tidak ada tempat tidur cuma ada sofa besar dan meja .
tubuh Risa di jatuh kan di sofa itu dan dengan rakus nya lelaki itu ******* bibir Risa yang merah merona.
Risa hanya membiarkan lelaki itu melakukan keinginan, karena Risa tau seperti apa lelaki itu.
"bang "! Risa memanggil di telinga lelaki itu pelan.
"ada apa RIS"??suara lelaki itu mulai terdengar lembut.
"gua mau mandi dulu ya"! Risa membiarkan kan lelaki itu mengisap buah dada nya yang besar itu.
"lu gak mandi juga wangi RIS"! suara lelaki itu mulai semakin serak.
Risa mengusap rambut lelaki itu dan mengelus nya, seperti seorang ibu yang sedang menyusui bayi nya
"saya akan melayani Abang sampai pagi "! asal bayaran nya sesuai "! bagaimana bang"? lelaki itu melepaskan hisapannya dan menatap Risa.
"lu minta berapa RIS"? pasti gua kasih "!! Risa tersenyum dan menggambil pulpen di atas meja itu serta buku cek.
"saya minta lima puluh juta bang"! bagaimana"?? lelaki itu tak menjawab pertanyaan RIS,tapi tangan nya langsung mengambil pulpen di tangan Risa dan menulis nominal yang di minta Risa.
"ini uang yang lu minta"!! dan layani gua sampai pagi"!! Risa tersenyum dan mengangguk sambil mengecup bibir lelaki itu.
entah sudah berapa kali Risa merintih dan lelaki itu pun merasa kan puas.
tak lama kemudian terdengar jeritan yang panjang dari dalam ruangan.
suaranya cuma sekali dan menghilang di telan suara bising nya music.
matahari bersinar terang , cahayanya masuk kedalam kamar elang.
mata elang terbuka berlahan lahan, dengan cepat elang bangun dan berjalan kearah jendela kamar nya.
dia ingin menutup kembali jenderal itu, karena ingin kembali tidur.
tapi tiba-tiba mata nya menangkap bayangan hitam melayang dari satu gedung ke gedung yang satunya lagi.
dan bayangan itu berdiri diatas gedung itu menatap kearah samping.
elang cukup jelas melihat bayangan itu.
dan saat elang ingin mengambil kaca pembesar nya.
tiba tiba saja bayangan itu hilang dari tempat nya,dan elang kaget melihat nya.
"apa ya itu tadi"?? elang mencubit pipinya sendiri, meyakinkan kalau dia sedang tidak bermimpi.
"tadi gua yakin itu bayangan cewek"! tapi ngapain tuh cewek ada di atas gedung lantai dua lima "?? sejenak elang terdiam dan akhirnya dia sadar dan cepat cepat menutup jendela kamar nya.
wajah elang pucat mengingat hal tadi.
"pasti itu hantu"! tapi emang ada apa siang siang hantu"?? elang bergegas menuju lantai bawah.
niat nya ingin memberi tau kan hal itu sama mamah nya,tapi niat nya di batal kan.
karena dia takut di kirain mabuk, maklum semalam kan elang emang habis minum alkohol juga.
akhirnya elang kembali ke kamar nya dan langsung mandi.
__ADS_1
sementara itu di tempatnya Risa berkerja sedang ramai polisi.
seorang wanita muda bermata indah menatap tajam ke sekeliling ruangan itu.
mencari sesuatu untuk barang bukti,tapi tidak ada apa-apa selain darah berceceran dan mayat seorang lelaki bertubuh besar dengan dada berlobang.
"bagaimana ayu"? apakah kamu dapat bukti bukti nya tentang kejadian ini"? wanita muda itu bernama ayu dia seorang wartawan.
"belum ada her"! saya bingung her"ini udh kejadian yang kedua ya"! yang pertama itu dua bulan yang lalu di tempat hiburan juga"!tapi sama aja gak ada bukti nya"! ayu bicara sambil mengambil rokok yang ada di tangan Heri teman kerjanya itu.
"saya yakin ini bukan sebuah pembunuhan biasa"! pasti ada apa apa nya yu"!! ayu mengangguk sambil menghisap rokok nya
"ayokk kita keluar dari sini her"!! saya yakin nanti pasti akan banyak polisi kesini"! ayu mengajak Heri untuk keluar dari tempat itu.
sementara itu Risa menatap wajah nya di dalam cermin,dan ia menarik nafas nya dalam dalam.
"MMM ..apa yang terjadi dengan saya"?? Risa mengumah sendiri seakan tak sadar dengan apa yang terjadi di dirinya.
Risa berjalan kearah kamar mandi,di nyalah kan air Krang nya.
dan dia membasahi tubuhnya sedikit demi sedikit.
Risa mencoba mengingat apa yang terjadi dengan dirinya.
tapi tiba-tiba kepalanya langsung sakit ,Risa memegang kepala nya dan rasa nyerinya semakin menjadi jadi.
tiba tiba saja pundak nya langsung linu.
Risa berlari menuju cermin dalam keadaan telanjang bulat.
dilihatnya di dalam cermin,dan melihat kearah pundak nya dan terlihat bekas gigitan yang dalam di sana.
"ini sepertinya yang membuat saya seperti ini"!Risa meraba bekas gigitan itu.
dan tiba tiba saja terbayang oleh nya semua yang terjadi dengan dirinya.
dan hal itu membuat Risa merasa aneh,kenapa dia bisa seperti itu.
Risa ingat bahwa dia sekarang ini bisa menjadi mahluk seperti itu,mata indah Risa menyipit ada rasa sakit hati di hatinya.
"kalian akan aku bunuh satu persatu"! karena kalian yang buat aku seperti ini"! Risa menyisir rambut nya yang sebahu dan mulai berdandan.
sementara itu pak Bondan dan Bu Ratih sedang asyik berbicara di depan tv, sambil menunggu anak kesayangan nya pulang.
tak berapa lama suara mobil terdengar di luar rumah.
"tuh anak kesayangan mu telah pulang mah"!pak Bondan menatap wajah istrinya yang sejak tadi gelisah karena elang belum juga pulang.
Bu Ratih tersenyum.
"bukan nya itu juga anak kesayangannya kamu pah"??pak Bondan mengusap wajah Bu Ratih penuh kasih.
tak berapa lama terdengar suara langkah kaki memasuki rumah dan menuju kearah mereka.
"mah pah.."!suara elang agak kaget melihat kedua orang tuanya belum juga tidur.
"Lang sini kamu"!! suara pak Bondan agak keras memanggil elang.
elang menghampiri kedua orang tua nya,dan duduk di dekat mamah nya
"dari mana kamu Lang"??mata pak Bondan tajam menatap wajah tampan anak nya itu.
"maaf pah .."!tadi saya pergi mengantarkan Dodi "! orang tuanya sakit pah"! Bu Ratih menatap pak Bondan, meminta agar Bu Ratih saja yang bicara dengan anak semata wayangnya itu.
"Lang harus nya kamu TLP mamah nak"! agar mamah dan papah mu tidak cemas"! kan kamu tau sekarang banyak sekali terjadi pembunuhan "!! elang mencium pipi mamah nya dan tiduran di pangkuan mamah nya.
"maaf kan elang mah"! mamah nya mengusap rambut anak nya dan mengangguk sambil tersenyum.
"lalu bagaimana keadaan orang tua nya Dodi saat ini Lang"?Lang menceritakan semuanya tentang orang tuanya Dodi kepada mamah nya.
"kalau begitu besok mamah mau liat keadaan nya orang tuanya Dodi ya Lang "! kamu antara kan mamah ya nak"? elang mengangguk dan mencium tangan mamah nya.
pak Bondan tersenyum bahagia,dalam hati orang tua itu bersyukur mempunyai seorang anak seperti elang.
bersambung ya kak.
__ADS_1
terimakasih udh mau baca tulisan aku.