
pertempuran itu semakin seru saat jalih di keroyok dua orang iblis tersebut.
"serahkan bayi siluman itu jalih"bentak salah seorang dari mereka dengan keras.
jalih menggeleng kan kepala nya dan tersenyum.
"apakah kalian masih ingin memakannya?"jalih menatap tajam wajah keduanya.
"tentu saja",,kau kan tau kalau siluman itu memang musuh kita sejak dulu",,jalih membuang ludah nya ketanah.
"jangan kau bicara masalah permusuhan",,yang saya sendiri tidak tau asal mulanya"! kedua iblis lelaki itu terlihat sudah tidak sabar dengan sikap jalih yang melindungi bayi siluman itu.
keduanya menyerang jalih berbarengan dan dengan cepat jalih menghindari kedua nya.
"ternyata mereka sudah tidak main main lagi dengan ku",,jalih mengeluarkan pecut sakti nya dan pertarungan semakin sengit, kedua nya saling menyerang dan memukul.
dan saat ada kesempatan pecut jalih melilit leher salah satu dari iblis itu dan pecut itu berubah jadi ular kobra Hitam yang sangat besar.
"jawab oleh kalian berdua"! mau pergi atau aku patahkan leher dari teman mu ini",, keduanya mengakui akan pergi dari tempat itu, dengan cepat jalih melepaskan lilitan pecut nya, dan kedua iblis itu dengan cepat pergi meninggalkan tempat itu.
matahari sudah akan terbit, jalih mengajak bayi siluman itu masuk mobil dan menyuruh bayi itu untuk tidak rewel.
seperti nya bayi itu mengerti dan masuk kedalam tas besar itu dan tertidur.
"aku harus cari tempat aman untuk beristirahat",, karena bayi ini harus aku kasih siapa?"jalih merasa kebingungan sendiri.
mobil meluncur ke jalan dan menuju ke satu hotel mewah yang ada di kota tersebut.
sementara itu Bu Ratih sedang asyik menonton TV dengan acara berita dalam kota
tiba tiba ada berita meninggalnya wanita malam di kamar hotel mewah.
gemetar Bu Ratih karena takut.
"Lang",,cepat kesini nakk"!! mendengar teriakkan dari mamah nya elang berlari dari lantai atas menuju kearah mamah nya.
"ada apa mah?"mamah kenapa?"terlihat wajah elang terlihat cemas.
Bu Ratih menyuruh elang duduk dan mematikan tv nya.
"elang tadi mamah liat berita",,ada pembunuhan di hotel papah kamu nak"! elang kaget mendengar nya
"pembunuhan?"elang tak percaya dengan pendengaran nya .
Bu Ratih mengangguk pelan,elang segera mengambil hp nya yang ada di saku celananya.
dengan cepat jari nya memencet nomor papah nya yang memang sudah berangkat ke sana.
no yang anda hubungi sedang sibuk,elang semakin yakin kalau apa yang di ucapkan mamah nya barusan adalah benar
"mah elang mau pergi menemui papah ya?"Bu Ratih mengangguk sambil memegang tangan elang.
"Lang ",,kamu harus jagain papah kamu ya nak",,papah kamu sudah tua Lang"! seharus nya papah kamu itu istirahat di rumah Lang",,Bu Ratih menangis sambil memegang tangan anak nya semata wayangnya itu.
melihat mamah nya menangis,elang langsung memeluk mamah nya dan mencium tangan mamah nya, wanita yang paling dia cintai itu
"mah nanti elang akan bicara sama papah ,biar elang saja yang mengurus semua usaha papah"! jadi mamah sama papah baik baik saja di rumah ya",,Bu Ratih mencium pipi anak nya dan mengangguk bahagia.
elang bangkit dan menuju kamar atas untuk berganti pakaian, karena elang mesti ke hotel untuk menemui papah nya.
sebelum elang pergi,elang menghampiri mamah nya yang sedang menatap foto keluarga,di sana terlihat foto elang yang masih balita.
__ADS_1
elang memeluk mamah nya dan mencium pipi nya.
"mah ",,,elang pergi dulu ya ,mamah jangan berpikir macam-macam "tentang papah dan saya ",, percaya mah sama elang ya"!elang mencium tangan mamah nya dengan lembut.
Bu Ratih terharu dengan sikap elang yang sekarang sudah semakin dewasa.
"hati hati Lang",,mamah percaya Ama kamu nak"! elang pergi meninggalkan mamah nya yang menatap nya dengan tatapan mata haru.
tanpa sadar air mata Bu Ratih membasahi pipinya yang sudah mulai keriput itu.
mobil elang meluncur ke jalan raya menuju hotel papah nya.
sementara itu Risa tersenyum menatap kearah seorang wanita muda yang tak lain adalah sahabat nya sendiri yaitu Nina.
"sudah lama lu nungguin gua nin?"Risa duduk di bangku depan Nina.
gadis mungil itu menggeleng cepat,dan memberikan tau kan sesuatu yang ada di ponsel nya.
mata Risa kaget, karena gambar dirinya ada terekam kamera sehingga Risa menjadi salah seorang yang di cari polisi.
"emang ini bener lu RIS?"Nina menatap sahabatnya tak percaya, karena di dalam gambar itu wajah Risa terlihat berlumuran darah.
dengan cepat Risa tersenyum kaku.
"tentu saja bukan",,kan lu tau semua baju bisa sama tapi masa iya gua kaya gitu "!Risa pura pura marah kepada sahabatnya itu.
Nina memegang tangan Risa dan tersenyum seperti biasa nya.
"gua percaya Ama lu RIS,lagi pula kita temanan kan udh lama",,jadi gua tau lu kan teman gua yang paling cantik"!! Risa bangkit dan memeluk sahabat satu satu nya itu,ya Nina tidak pernah tau apa yang sekarang terjadi terhadap sahabat nya itu.
seorang pelayan datang dan menyiapkan hidangan yang di pesan Nina.
Nina yang merasa di liatin oleh Risa menghentikan makan nya ,dan menatap Risa dengan tajam.
"lu gak makan RIS?",, dengan wajah yang aneh, Risa menggeleng pelan dan tersenyum lebar.
"tadi sebelum kesini gua udh sarapan nin",,jadi lu aja ya yang makan"! nanti biar gua yang bayar oke"!!Risa menatap Nina yang kembali melanjutkan makan nya.
sejak Risa berubah menjadi seperti itu,Risa sudah tidak pernah lagi makan, makanan seperti layaknya manusia.
hal itu pernah Risa coba ,Risa memakan sate kambing kesukaan nya itu,dan pada akhirnya Risa muntah muntah dan sampai sekarang Risa hanya minum darah dari lelaki hidung belang , yang suka semena mena terhadap wanita.
matahari mulai tenggelam dan berganti dengan malam, bintang bintang bertaburan dengan indah nya di atas langit.
sebuah mobil mewah meluncur di jalan raya dengan kecepatan yang tinggi, seorang polisi yang sedang mengatur lalulintas merasa curiga dengan kecepatan mobil tersebut,maka pak polisi itu mengejar mobil mewah tersebut.
sampai lah di satu tempat hiburan malam , mobil mewah itu berhenti begitu juga pak polisi yang mengejar nya.
pintu mobil terbuka dan keluar lah seorang wanita cantik dengan berpakaian hitam,pak polisi itu langsung menghampiri si wanita itu.
"maaf nona boleh minta SIM nya dan surat surat mobilnya?"pak polisi itu tersenyum ramah, wanita muda itu langsung menyerahkan surat surat yang di minta oleh pak polisi itu, setelah melihat nya pak polisi itu langsung mengembalikan nya
"maaf nona sudah menganggu waktu nona",,jalih hanya tersenyum dan berlalu dari tempat itu.
jalih memasuki tempat hiburan itu sambil membawa tas besar yang tak lain isinya adalah bayi siluman.
"kamu jangan berisik dan jangan menangis,dan jangan nangis jika kamu ingin makan"! jalih membisikkan kata-kata ke dekat tas besar itu, seakan paham bayi siluman itu mengerak gerakan tas itu .
lalu jalih memilih tempat duduk yang ada di dalam ruangan hiburan malam itu, seorang lelaki muda datang dan menanyakan jalih ingin pesan apa.
dengan raut wajah yang dingin jalih memesan satu minuman yang paling bagus di tempat itu, minuman yang hanya di minum untuk orang orang berduit.
__ADS_1
pelayan itu langsung membungkuk sopan dan berlalu, sambil melirik kearah tas besar yang di bawa jalih,si pelayan menghampiri teman nya yang ada di pojok ruangan.
"gila Cong tuh cewe",,si Acong menatap teman nya bingung.
"gila gimana?"lu kan belum cerita Ama gua, langsung datang datang bilang tuh cewek gila,mana gua tau siapa yang gila"!!si Acong sewot.
Teman nya langsung cerita soal jalih dan Acong terlihat sangat penasaran dengan sosok jalih.
"oke kalau gitu gua akan panggil bang boy ya"biar dia yang langsung dekati tuh cewek",, seakan Acong begitu percaya kalau si boy bisa dengan mudah mendekati jalih.
cukup lama jalih menunggu minuman yang dia inginkan,dan akhirnya datang seorang lelaki tampan berkulit putih dengan rambut gondrong menghampiri jalih, pemuda tampan itu adalah si boy.
"maaf nona yang tadi pesan minuman kan?"jalih mengangguk sambil mata nya tak menatap boy, jalih sedang sibuk mencari mangsa buat bayi siluman itu.
"boleh saya temani nona?"boy mencoba mencari perhatian jalih, karena boy melihat wajah jalih yang cantik dan berpenampilan anak orang kaya.
jalih mengangguk dan kembali sibuk dengan mencari mangsa,merasa di cuekin boy mulai jenuh dan kesal,tapi bukan sifat boy yang gampang menyerah .
"seperti nya nona sedang mencari sesuatu ya?"lagi lagi boy mencoba mencairkan suasana,jalih kali ini menatap boy tajam.
boy merasa terpaku melihat keindahan mata jalih yang berwarna coklat tua dan menyalah itu.
"baru kali ini saya melihat mata yang begitu indah"! ucapan boy polos, jalih menatap boy dan tersenyum penuh arti, jalih tau kalau boy itu bukan lah lelaki baik baik.
"apakah kamu mau berkencan dengan saya?"tiba tiba saja jalih bertanya kepada boy sambil menatap wajah lelaki itu.
boy tersenyum manis,boy mengira kalau jalih telah terpesona dengan ketampanan nya , seperti kebanyakan wanita.
"tentu saja saya mau nona",,tapi omong omong siapa nama kamu?"dari tadi kita gak saling kenal kan?"jalih menatap dingin kearah boya dan menggeleng cepat.
"saya sudah tau nama kamu boy"! jalih bangun dari duduknya dan di ikuti oleh so boy yang merasa heran dengan jalih,dari mana jalih tau nama boy.
boy mengikuti jalih sampai ke mobil nya,dan jalih tersenyum menatap boy.
"masuk lah ke dalam mobil"!tanpa banyak bertanya boy langsung masuk,boy mengira dia akan bersenang-senang dengan jalih.
jalih menjalan kan mobil nya dengan kecepatan tinggi,hal itu membuat boy agak takut,tapi dasar boy pereman tanggung,dia pura pura tidak takut dan pura pura santai.
mobil jalih melaju kearah luar kota,boy menatap wajah jalih dari samping dan melihat tas besar yang ada di jok belakang mobilnya.
dan tas itu bergerak gerak seperti ada sesuatu di dalam nya.
jalih melirik kearah boy dan menghentikan mobilnya di satu tempat yang sangat sepi ,hal itu membuat boy bingung dan agak takut.
"aku mau pipis dulu ya",,nanti kamu buka aja tas besar itu "!itu isinya makanan buat kita "! selesai bicara jalih keluar dari mobilnya menuju kearah belakang mobilnya, sesungguhnya jalih merasa tidak ingin melihat bayi siluman itu memangsa boy, karena jalih sendiri tidak pernah memakan daging manusia.
setelah cukup lama boy mulai merasa penasaran dengan isi di dalam tas besar itu, apalagi tas itu bergerak gerak, dengan berlahan lahan boy mengambil tas itu dan memangku nya.
tas di buka secara pelan pelan,dan alangkah terkejutnya boy saat tau isi di dalam tas itu, seorang bayi mungil sedang tersenyum kearahnya,wajah bayi itu sangat cantik dan lucu.
tapi tiba-tiba saja bayi itu langsung melompat kearah leher boy dan mengigit nya ,boy berteriak minta tolong tapi bayi itu begitu kuat gigitan nya dah dapat di tebak sesaat kemudian,boy tak bergerak lagi.
wajah si bayi terlihat puas dan matanya menyalah merah ,jalih membuka pintu mobilnya dan menatap bayi itu tajam,lalu mengeluarkan mayat si boy dari mobilnya.
bayi itu tersenyum manis kearah jalih , seakan ingin mengucapkan saya sudah kenyang.
tapi jalih cuek aja fokus dengan menyetir mobilnya,
bersambung kak..
di tunggu ya klik dan vote serta komentar nya ya..
__ADS_1