Mama, Maafkan Anakmu

Mama, Maafkan Anakmu
Hari yang Pahit


__ADS_3

Sayup sayup kudengar suara dari ruang tamu dan sepertinya kondisi disana sangat tidak baik , aku memang tidak diizinkan untuk ikut berada di ruang tamu dengan alasan aku masih kecil dan tidak boleh mencampuri urusan orang tua.


"sebenernya ada acara apaan sih ya de di ruang tamu? " tanyaku pada sarah


"entah lah ka ,aku juga gk tau ada apaan sebenarnya " jawab Sarah


Memang mungkin yang tau sebenernya ada apa cuma ka Icha saja karena dia yang sudah dianggap dewasa ,padahal aku sebenarnya juga sudah paham cuma masih di anggep anak kecil .


Setelah semua tamu pulang, aku pun keluar dari kamar menuju ruang tamu menemui mama dan ayah ,namun aku melihat mama sedang menangis dan ayah sedang menuju kamar mereka entah untuk apa.

__ADS_1


" Diba , mulai hari ini mama sama ayah udah gak bisa bersama lagi " ucapan mama mengagetkan ku


" Dan kita hari ini sudah resmi bercerai !" ucap mama lagi


Entahlah rasanya dunia seakan berhenti ketika mendengar ucapan mama barusan kepadaku, aku hanya menangis dan tak tahu harus berkata apalagi dengan kenyataan saat ini, sedangkan ka Icha dari tadi sudah masuk ke kamarnya , mungkin dia juga sangat terpukul atas keputusan ini, sedangkan Sarah memang belum terlalu mengerti akan hal ini.


Mungkin inilah ujian yang tuhan berikan kepada keluarga ku saat ini.


Semenjak kepergian ayah ,mama berubah sikapnya menjadi temperamen, aku dan Sarah adalah sasaran kemarahan nya, salah sedikit langsung kena omelan dan bentakan mama bahkan mama tak segan untuk memukulku dan Sarah jika sudah memuncak kekesalannya.

__ADS_1


Semua cita citaku kandas, aku yang niat awalnya mau kuliah tapi kandas karena ayah pergi entah kemana setelah perceraian itu terjadi, akhirnya aku berniat untuk mencari kerja dan mulai melamar kesana kemari berharap mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan ku, dan biar bisa meringankan beban mama untuk membantu biaya sekolah Sarah dan biaya wisuda kak Icha, awalnya kak Icha juga udah gak mau untuk melanjutkan sidangnya namun karena tanggung jadi di teruskan juga akhirnya.


Setelah melamar kesana kemari aku pun akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai sales di sebuah toko accessories di mal , aku bekerja dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam.


Lima bulan sudah kepergian ayah, kak Icha sudah wisuda dan sekarang bekerja di sebuah rumah sakit sebagai psikolog sesuai jurusan mata kuliah nya dulu, tinggal Sarah yang masih menjadi beban mama untuk melanjutkan sekolah hingga lulus SMA , kesibukan mama setelah di tinggal ayah yaitu meneruskan jualan ayah di pasar untuk mengisi kekosongan waktu juga biar gak terlalu merasakan kesepian.


next??


*Terima kasih kepada pembaca setia yang sudah membaca cerbung Ayra , silahkan kritik dan sarannya. karena kritik dan saran sangat begitu berarti bagi penulis pemula seperti saya, karena kritik dan saran adalah masukkan yang sangat penting , kalau ada masukkan tentang cerita selanjutnya juga boleh .hehehe

__ADS_1


salam hangat ayra putri


😘😘😘😘*


__ADS_2