
Tak terasa sudah hampir mau setahun aku menikah, namun aku belum di beri kepercayaan juga oleh Allah dan akhirnya aku memutuskan untuk resign dari pekerjaan karena suami menyuruhku juga untuk istirahat dan menjadi ibu rumah tangga saja agar aku cepat hamil nantinya.
Selama aku nganggur aku sering bolak balik ke rumah mama untuk menengok mama, bahkan aku kadang menginap di rumah mama , mama bercerita kepadaku bahwa mama sering berdebat dengan Sarah adikku karena dia makin kesini makin menjadi jadi perangainya, entahlah mungkin karena ini efek dari broken home , jadi aku juga tidak bisa menyalahkan adikku sepenuhnya.
Hari ini perut ku terasa mual sekali, kepala terasa berputar putar , aku yang sedang menuju ke kamar kerena aku baru selesai dari kamar mandi yang kebetulan tak jauh dari kamarku dan akhirnya semua gelap dan aku tak sadarkan diri. sedangkan Putra sudah berangkat kerja 15 menit yang lalu, aku di bantu tetangga masuk ke kamar ku dan di baringkan ke kasur, putra di telepon oleh tetangga ku namanya Mbak Marni , dari awal aku pindah dia sangat baik orangnya dan cukup dekat denganku karena dia ibu rumah tangga juga dan telah memiliki anak satu.
Akhirnya tidak lama Putra telah sampai di Kontrakan , mama juga sudah datang karena di kabari oleh Putra .
"Diba , kamu pucat sekali sepertinya? kenapa sama kamu nak ?" ucap mama khawatir
" Aku gapapa kok mah, mungkin karena tadi telat sarapan jadi asam lambungku naik " jawabku pelan karena masih agak lemas
" Coba Put kita bawa Adiba ke dokter saja kalau gitu, kita pesen taksi saja " ucap mama
__ADS_1
" Iya mah Putra panggil taksi dulu ya mah, sambil nunggu Adiba memakai jilbab dan Jaket " Jawab putra sambil berlalu mencari taksi untuk mengantarkan ke dokter.
" Ya udah Kak, kamu siap siap ya biar nanti taksinya dateng kita tinggal berangkat aja " Ucap Mama lagi padaku
" Iya, Mah " Jawabku pelan sambil memakai jaket dan jilbab sekenanya.
Jujur saja saat ini perut tidak bisa diajak kompromi, di tambah mual nggak karuan dan kepala terus pusing seperti berputar .
Setelah Sesampainya di rumah sakit aku menunggu di ruang tunggu dengan mama , sedangkan Putra sedang mendaftar dan mengurus administrasi .
Lalu kami bertiga masuk dan aku di periksa di dalam ruangan sekaligus di tanya tanya tentang datang bulan, Oia aku lupa ternyata aku sudah telat hampir dua bulan, lalu aku di suruh testpek oleh dokter tersebut.
Setelah aku selesai tespek aku mendapati garis dua dari alat yang aku gunakan tersebut, "(Alhamdulillah ya Allah akhirnya doa Mama dan Putra terkabul )" ucapku dalam hati dengan raut wajah yang sangat senang.
__ADS_1
"Selamat ya Pak, istri anda ternyata positif hamil, Selamat ya bu akhirnya anda akan mempunyai cucu " ucap dokter sambil menyalami Mama dan Putra
" Alhamdulillah ya Allah anakku akhirnya hamil juga " ucap mama dengan raut wajah terharu
"Alhamdulillah , setelah kurang lebih setahun akhirnya doa terkabul juga ya yank ? " ucap Putra dengan wajah yang sumringah dan sangat senang .
Aku yang sedari tadi hanya senyum senyum saja karena melihat ekspresi dua orang kesayangan ku ini, dan selalu mengucap syukur selalu meski dalam hati .
Sepulangnya kami dari dokter ,aku benar-benar di suruh bedrest oleh Mama dan Putra, karena mereka tidak ingin kandunganku kenapa napa.
Aku di suruh mama untuk menginap selama seminggu di rumah mama dengan alasan biar mama bisa menemaniku dan aku tidak di bolehkan kelelahan dengan semua pekerjaan rumah, aku benar benar beruntung memiliki ibu seperti Mama .
Walaupun dulu mama sering bersitegang denganku tapi semenjak aku menikah aku selalu di manjakan dengan mama persis seperti anak bontot, makanya kadang Sarah suka ngiri juga ngelihat perlakuan mama yang agak beda denganku.
__ADS_1
Terima kasih Mama , bagiku semua jasamu tak akan pernah terbalaskan olehku.