
Tak terasa lima tahun sudah ayah pergi dari mama dan lebih memilih hidup dengan wanita lain , dan mama masih tetap memilih untuk sendiri tanpa mencari pengganti lagi.
Putra berniat untuk melamarku dan akan membawa keluarganya untuk datang ke rumah, dan aku akan memberitahu mama ,lagipula sudah lama mama menginginkan aku untuk menikah , agar lepas juga tanggung jawab mama kepadaku.
" Mah , Putra minggu depan mau dateng kesini katanya mau ngelamar " ucapku pada mama
" Alhamdulillah ya akhirnya kamu di lamar juga dan mudah mudahan gak usah lama lama untuk segera menikah." jawab mama dengan wajah yang bersahabat.
Ya, mungkin memang aku dan mama sering sekali berselisih paham atau bisa di bilang nggak akur ,begitu juga Sarah Dengan mama juga selalu saja cekcok karena apa yang Sarah lakukan selalu salah di mata mama.
Makanya pas hari ini aku ngobrol sama mama dan raut wajah mama sedang sangat bersahabat , aku sangat senang sekali . Mudah mudahan mama seperti ini terus dan gak marah marah lagi .
Hari lamaran pun tiba, di rumah sudah ramai orang beberes beres menggelar permadani, membereskan piring piring dan prasmanan untuk makan setelah acara lamaran selesai.
__ADS_1
Alhamdulilah lamarannya berjalan dengan lancar walaupun tidak semewah pas acara lamaran Kak Icha, tapi aku tetap senang karena sebentar lagi kami akan menikah setelah 5 tahun berpacaran dan menjalani fase putus nyambung.
Waktu acara lamaran Ayah datang dengan istri baru nya , sebenarnya aku kurang suka cuma bagaimana pun ayah tetap orang tua ku juga, namun kulihat mama juga baik baik saja , tapi tidak dengan istri ayah yang mukanya agak berwajah sinis seperti tidak suka. Namun aku tidak memperdulikan nya , bagiku yang terpenting ayah datang ke acara Lamaran dan nikahanku .
Sekilas tentang Putra, dia adalah teman satu sekolah ku dulu waktu di SMA lalu kami tetap menjalin hubungan, Ya walaupun kadang suka putus terus nyambung lagi, tapi tetap aja walaupun udah putus entar pasti balikan lagi.
Aku senang sekarang sudah resmi menjadi tunangan Putra , tapi di lain sisi aku juga sedih karena akan berpisah dengan mama, walaupun mama agak bawel dan kita suka berselisih paham tapi tetap saja mama selalu ada di hatiku.
Aku berkomitmen dengan Putra bahwa setelah kami menikah kami akan tinggal misah , ya walaupun ngontrak tapi itu udah kesepakatan kami berdua karena aku tidak mau tinggal dengan mertua dan aku juga tidak mau tinggal dengan orang tua , biar aku bisa bebas menjalani rumah tangga sesuai keinginanku dan kami bisa mandiri dalam menjalani rumah tangga.
" Diba, kamu udh persiapin semua berkas berkas yang mau di serahin ke KUA ? " tanya mama padaku
"Udah beres sih mah cuma belum aku fotokopi in semua, jadi entar aku fotokopi dulu baru di susun surat menyuratnya, baru di serahkan ke KUA mah" jawabku
__ADS_1
" Oh , yaudah kalau kaya gitu ..
Alhamdulillah klo semuanya udah beres mah " ucap mama lagi
Pernikahan ku tinggal seminggu lagi dan sekarang hampir semua orang sudah sibuk beberes sana sini, membeli bahan bahan untuk masakan prasmanan, memang kalau adat kami itu kalau ada acara pasti semua masak masak sendiri dengan di bantu saudara , makanya rumah jadi ramai sekali oleh saudara saudara mama, dan ada juga saudara dari ayah tapi enggak terlalu banyak.
Next??
Terima Kasih kepada para readers setia yang selalu membaca , di tunggu kritik dan sarannya tapi yang membangun ya .
jangan lupa juga tinggalkan like dan komentnya juga ya.
Terima kasih..
__ADS_1
Salam Hangat
AYRA