
Flashback 2013
Libur panjang semester Arsya dan Andre liburan dirumah kakak mereka di desa R. Suasana pagi yang asri kicauan burung yang bersahutan, hiruk piruk suara petani pun sudah mulai ramai sejak fajar mulai menampakan separuh sinarnya.
Arsya, Andre, dan Ferdi (Kakak ipar mereka berdua) berjalan mengelilingi persawahan di desa itu, mereka terlihat sangat senang menikmati pemandangan indah itu. Pemandangan yang sudah sangat jarang mereka temui walaupun dirumah desa mereka ada ladang tapi tak seindah sawah di desa R ini.
"Wihh... Fer punya adik cantik tuh kenalin ke temennya dong, masa kamu doang yang udah nikah kita juga pingin nikah kali." Seru salah satu petani muda yang sedang membajak sawah.
"Enak aja, dia masih kelas 2 SMA belum waktunya pacar-pacaran apalagi menikah." Jawab Ferdi.
"Ehh... mas tapi Arsya tuh udah...Mmppmmpp. " kalimat Andre terpotong karna Arsya membekap bibirnya agar tak kelepasan bicara.
"Udah apa? Jangan-jangan kamu pacaran ya Sya dimarah ibu tau rasa kamu." Ancam Ferdi sambil menonyor kepala Arsya.
"Ihh.. Enggak !!, apaan sih kak Andre aja dipercaya dia kan suka mengada-ada." Jawab Arsya sambil menginjak kaki kakaknya itu.
"Aduuhhh... Ahhh.. punya adek cewek satu aja suka nyiksa gini, awas ya kamu." Andre mengejar Arsya yang bersembunyi Di punggung Ferdi.
__ADS_1
"Wllekk... Wllekk... "
"Ehh... udah-udah ayo pulang berantem terus kerjaanya tiap hari."Seru Ferdi yang menghentikan tingkah kedua adik iparnya itu.
15 menit kemudian mereka sampai Di depan rumah kakaknya itu hiasan bunga-bunga mawar berbagi warna dan corak menghiasi taman mini di depan rumah.
" Assalamualaikum ... Kak Dini, masak apa nih baunya enak banget jadi laper aku." Kata Arsya yang berjalan kearah dapur tempat kakaknya menyiapkan makanan.
"Nih nasi goreng ndeso kesukaan kalian katanya semalem minta nasi goreng ndeso yang cuma dibumbuin cabe sama bawang merah ulek kasar tanpa kecap." Jawab Dini.
"Gak papa kali kan jarang-jarang kalian kesininya lagian Kaya siapa aja, kalian kan adik-adik kakak." Jawab Dini sambil tersenyum.
''Ihh... Kak Dini manisnya, pasti calon keponakan ku ini nanti sama cantik dan Manisnya kaya aku, Hehehe." Arsya tertawa sambil mengelus perut kakaknya yang sudah mulai membuncit itu.
"Iddiihhh... Pede gila, pasti kaya aku lah Uncle nya yang ganteng ini." Sahut Andre tak mau kalah.
"Hustt.. Diem semua!! yang jelas kalo enggak mirip aku ya mirip Dini mana ada mirip kalian semua, Hahaha." Ferdi pun tak mau kalah mengejek Andre dan Arsya.
__ADS_1
"Udah-udah sama aja kamu mas sama mereka, buruan sarapan nanti lanjut mandi terus kita kepasar bareng-bareng cari Perlengkapan kakak buat Lahiran." Kata Kak Dini yang selalu melerai Mereka.
Selesai sarapan Arsya membantu Dini membereskan meja makan dan membawanya kewastafell untuk mencucinya. Sedangkan Andre dan Ferdi bergantian untuk mandi.
"Kak Andre udah belum, kebelet nih." Teriak Arsya.
"Yaa.. Bentar lagi. "
"Ehh... Sya ambilin handuk dong aku lupa gak bawa handuk." Andre berteriak dari kamar mandi.
"Huuuuhhhh ... Dasar kakek-Kakek." Gerutu Arsya tapi tetap nurut mengambilkan handuk untuk kakaknya.
Andre keluar dari kamar mandi mengibaskan rambut basahnya didepan wajah Arsya.
"Iihhh ... Apaan sih, basah tau."
"Wlleekk... "
__ADS_1