Man In A Dream

Man In A Dream
7.Andre dan Arsya pulang


__ADS_3

"Oka aku Terus dari tadi, ya udah lah bye orang nggak jelas!!" Arsya langsung mematikan telfonnya dan melanjutkan sarapan nya yang sempat tertunda itu.


"Siapa Sya? " Andre penasaran pasalnya t?hanya kali ini Arsya marah-marah di HP.


"Nggak tau orang ngga jelas !" setelah Arsya menjawab pertayaan kakaknya itu dia langsung makan tanpa suara hanya dentingan suara sendok yang terdengar saat itu.


Selesai makan Arsya beranjak dari tempat duduk nya, Membantu Dini mencuci piring.


(Haha Hihi haha) Suara pesan di HP Arsya kembali berbunyi ber ulang-ulang.


"Tuh kamu liat aja HP kamu Sya dari tadi ketawa mulu kayanya pacar kamu deh." Sindir Dini dan menyenggol lengan Arsya. Arsya yang mengerti Maksud Dini pun langsung berjalan mengambil HP yang ia letakkan di rak TV tadi.


RYO


Sayang... udah selesai belum makan nya? aku boleh telfon enggak?


RYO


Lagi sibuk ya sayang. Ya udah nanti cumi aja ya aku telfon.


Unknown


Hai.. Arsya.


(Siapa sih orang gila ini pake tau nama aku lagi, mending aku cumi aja Ryo dari pada nanggepin orang nggak jelas kaya dia.)


Tuutttt ... Tuutttt...


Nada tersambung Arsya langsung mematikan telfonnya berharap Ryo menelfon balik seperti apa yang dia katakan tadi.


Tidak sampai 5 menit HP Arsya berbunyi dan itu dari Ryo.


"Assalamualaikum pandaku lagi Apa? " Suara Ryo terdengar begitu indah di sebrang Sana.

__ADS_1


"Waalaikumsalam Keropiku Nih lagi beberes siap-siap mau pulang." Jawab Arsya yang sudah memasang kan Hands at ke telinga nya dan memasukan HP nya ke kantong agar tidak jatuh.


"Akhirnya ... Aku rindu."


"Begitu pula aku."


Arsya dan Ryo terus mengobrol sampai mati sendiri karna sudah 1 Jam lebih, entah apa yang mereka obrol kan tapi memang hampir setiap mereka telfonan begitu.


Arsya yang merasa telfonnya mati langsung mengambil nya dari kantong mencopot Hands at dan dia letakkan di tas nya lagi.


"Udah belum Sya? " Andre muncul dari pintu dengan celana Levi's dan kaos putih nya.


"Siappp bos."Jawab Arsya lantang.


"Ya udah Ayo jalan keburu panas, tuh kak Dini sama Mas Ferdi udah di depan."


Arsya mengikuti langkah kaki Andre yang sudah membawa tas gendong milik Arsya.


"Nanti tasnya aku tarok di depan kak kan depan longgar, kalo Arsya yang bawa nanti Dia malah semakin pendek." Ejek Andre dan menoleh ke arah Arsya sambil tersenyum penuh Cacian.


"Ya.. ya... Terserahlah mau bilang apa yang penting aku udah punya pacar dari pada kakak ngaku ganteng tapi nggak laku-laku, Hahaha. " Sontak Ferdi dan Dini yang mendengar nya juga ikut tertawa. Mendengar jawaban Arsya yang selalu Ceplas Ceplos.


Andre menengok ke arah Arsya dengan pelotot an yang mengerikan. Seakan bola matanya akan copot saat itu juga. Arsya yang merasa di plototi itu bergidik ngeri dan berlari ke arah tempat duduk sepasang sejoli Dini dan Ferdi.


"Kalau kalian pulang pasti bakalan sepi lagi nih nggak ada tontonan Tom and Jerry gratis." Ucap Ferdi.


Pletaakk ...


Akhirnya sebuah pukulan kecil di kepala Arsya mendarat lagi dari belakang.


"Ihhh. .. Kak Andre jail banget sih." Arsya ketus.


"Udahh... berhenti dulu berantem nya."Lerai Dini.

__ADS_1


"Kak, Mas, kami pamit dulu ya kapan-kapan kita nginep disini lagi. " Ucap Andre sambil bersalaman dan mencium punggung tangan kedua kakaknya.


"Makasih ya Kak, Mas buat jamuan nya selama ini maaf kalo aku dan kak Andre selaluu merepot kan bahkan membuat rumah seperti studio musik karna pertengkaran kami."Dini berucap dengan sangat manis.


"Kalian nggak pernah nyusahin Kakak Dan Mas Ferdi malah kami seneng dengan adanya kalian rumah terasa makin rame,dan kakak Suka itu." Ujar Dini mengelus puncak kepala Arsya.


"Hati-hati dijalan ya, ini ada sedikit uang Buat kalian beli minum nanti di jalan ya. " Tangan Ferdi menyelipkan selembar uang 50 ribuan Di tangan Andre.


"Nggak usah mas ini buat mas sama Kak Dini aja kita masih punya uang kok. "Andre merasa tak enak Ketika di beri uang oleh Ferdi.


"Sini uangnya kalo nggak mau mending lah nanti Buat beli es degan di pinggir jalan, Makasih Ya Kak, Mas, Assalamualaikum Daaa... " Arsya merebut uang yang tadi akan di kembalikan ke Ferdi.


"Dasar malu-maluin banget sih kamu." Andre protes.


"Udah biarin rezeki itu nggak boleh di tolak, ya udah sana berangkat keburu panas nya terik." Ujar Ferdi.


Arsya tetap tidak peduli dan sudah duduk di jok belakang motor.


***Haaiiii Haiiiiii....


Apa kabar Readers ku...


Hayooo siapa yang paling seneng di kasih uang kakaknya...


Cungggg.... ☝️☝️


Cuma mau bilang.... Aku pun juga sama 😂😂


Wess... Wess...


Pokok'e I Love you My Readers 😘


***Aku padamu** ***

__ADS_1


__ADS_2