
Tak sampai 3 menit mereka sudah sampai dipasar kuliner, ada mie ayam bakso, aneka frozen food, cafe-cafe kecil, martabak telur, martabak manis, dan aneka kuliner lainnya.
Arsya tersenyum senang melihat para pedagang makanan berbaris rapi dia pun memutuskan ingin makan mie ayam Pelangi.
"Kak kesana yuk, makan mie ayam Pelangi." Bujuk Arsya mengedip-edip kan kedua matanya merayu Dini, Andre dan Ferdi.
"Hhmmmmm. .. Sudah ku duga pasti pinginnya mie ayam." Tebak Andre sambil menyibikkan bibirnya. Karna kemanapun Andre mengajak Arsya pergi makan pasti mie ayam pilihan nya.
"Ya, namanya juga udah terlanjur jatuh cinta sama mie ayam." Jawab Arsya singkat.
"Ya udah yuk nih yang diperut juga udah nendang-nendang ga sabar pengen makan mie ayam." Ucap Dini tekekeh dan memimpin jalan menuju warung mie ayam pelangi.
"Lagi-lagi jadi korban anakku, bilang aja namanya yang pingin kenapa pake bawa-bawa yang diperut?" Protes Ferdi.
"Bilang apa tadi mas?" Dini menengok kebelakang menatap Ferdi penuh ancaman.
"Eng..eng.. enggak sayang, aku tadi gak bilang apa-apa ya udah yuk buruan masuk kasian si kecil udah laper tuh." Jawab Ferdi sedikit gugup sembari menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Dibelakang Arsya dan Andre tertawa menyaksikan Kakaknya mengancam Ferdi dengan tatapan yang selalu tajam seakan ingin segera melahap nya.
"Pak mie ayam pelangi 4 pake bakso yang kecil ya." Pesan Dini Ketika mendekati penjualnya.
"Ohh Okey neng Silahkan tunggu di sana ya." Jawab penjual mie ayam ramah. Dini, Ferdi, Andre dan Arsya hanya mengangguk Dan tersenyum menuju meja kosong yang sudah tersedia.
6 menit kemudian pesanan telah sampai, merekapun menikmati nya sambil bergurau kecil. Setelah selesai makan Ferdi membayar makannya.
__ADS_1
"Pak satu Porsi nanti di anter keparkiran timur tempat Dafi ya pak bilang aja dari seseorang." Ucap Ferdi.
"Ohh iya mas nanti saya anter keparkiran, Terimakasih atas kunjungan nya. " Jawab penjual mie ayam dengan senyum ramah nya.
Mereka pun berjalan menuju parkiran di sana Dafi terlihat sibuk membantu para pengunjung pasar menata belanjanya.
"Haii... Daf kita pulang dulu ya terimakasih udah jagain belanjaan istri ku nih uang nya." Ucap Ferdi memberikan selembar uang sepuluh ribuan untuk 2 motor.
"Ohh iya Fer sama-sama, Ini kembaliannya." Dafi menyerahkan 2 ribuan 3 lembar ke tangan Ferdi.
"Udah ga usah anggap aja aku lagi baik hari ini jadi sisanya buat kamu aja." Ujar Ferdi.
"Makasih ya Fer,"
"Ehh... Tunggu Fer aku mau ngomong sesuatu kita kesana ya." Dafi menunjukan arah Di bawah pohon mangga. Ferdi hanya mengangguk dan mengikuti Dafi dari belakang. Mereka terlihat bercakap-cakap serius hampir 10 menit sesekali Ferdi terlihat menggoda Dafi tapi Dafi hanya tersenyum. Tak lama setelah itu percakapan merekapun berakhir.
"Yeehhh.. kita dari tadi disini udah kaya patung tau, nungguin mas Ferdi ngobrol lama banget, ngobrolin apa sih?" Protes Arsya.
"Anak kecil kepo urusan orang dewasa, Wllekk." Goda Ferdi. Ferdi hanya tersenyum melihat Arsya mamanyunkan bibirnya.
Sesampainya di rumah Arsya sudah terlihat begitu lelah dia langsung berjalan ke kamar untuk tidur siang.
"Sya.. Solat dulu baru tidur." Perintah Andre.
"Ohh.. iya lupa tunggu ya kak aku wudlu dulu." Jawab Arsya.
__ADS_1
"Iya cepetan."
Arsya, Andre, Ferdi dan Dini melaksanakan solat berjamaah Ferdi sebagai imamnya.
(Ya Allah tak banyak Inginku, Jagalah keluarga ku, lancarkan lah persalinan Kak Dini, Ya Allah sekarang Arsya sudah terlihat dewasa sudah banyak pria yang menginginkan menjadi kekasih nya, aku juga tau kalau Arsya mempunyai hubungan dengan Ryo teman sekelas nya, Jika memang Ryo yang terbaik untuk Arsya maka jangan pisahkan mereka sungguh aku tak ingin melihat Arsya sedih tapi jika Ryo bukan orang yang engkau takdir kan bersama Arsya maka pertemukan lah Arsya dengan seseorang yang bisa menyanyangi nya lebih dari ku, dan Semoga Arsya bisa menikah sebelum aku menikah, maka dari itu pertemukan jodohku kelak setelah Aku melihat Arsya bahagia. Ya Allah sehatkan juga kedua orang tuaku lancarkan usaha nya, lancarkan segala urusannya, Robifirli waliwali dayya warhamhuma kamarobayani sokhiroh, Robbana Atina Fidunya khasana wafil Akhiroti Khasana wakina Adhabannar, Allohuma sholiallaa Muhammad waalla Allaihi Muhammad Walhamdu Lillahi robil Alamin) Do'a Andre.
"Do'a apa sih kak lama banget? " Tanya Arsya.
"Kepoo... Wllekk." Jawab Andre menggoda Arsya dan berjalan keluar mushola meninggal kan Arsya. Arsya pun berjalan keluar mushola untuk tidur siang.
Hampir 2 jam Arsya tertidur dengan pulas entah apa yang ada dalam mimpinya, Dini melihat Arsya yang tertidur sambil senyum-senyum hanya ikut tersenyum melihatnya.
Arsya membuka matanya.
"Loh, Kakak udah bangun? sejak kapan? qo aku ga dibangunin sih? "
"Gak tega bangunin kamu kayanya lagi mimpi indah dari tadi senyum-senyum melulu, emang mimpi apa sih? " Goda Dini menaikan kedua alisnya dan tersenyum ke arah Arsya.
Pipi Arsya bersemu merah menahan malu untuk menjawab pertayaan kakaknya itu.
***Haiiiiii.... Para Readers ku... jangan lupa baca dan dukung karya ku ya, InsyaAllah aku akan selalu memberikan Cerita yang Real Story soalnya selaluu bingung untuk meneruskan kisah yang hanya Khayalan saja, Hehehe.
Sebenar nya Kisah Gagal sebelumnya adalah Real Story juga tapi Ketika aku akan menuliskannya, aku merasa sedih lagi Jadi aku coba Cari Real story dari orang lain Yaa walaupun si narasumber tetap tidak ingin disebutkan namanya juga.Hehehe
Tapi aku harap Semoga Readers pun senang dengan Hasil coretan ku ini.
__ADS_1
***Aku padamu Readers ku****