
"Haduhhh.... kalian tuh gak ada berubahnya dari dulu tiada hari tanpa berantem." Gerutu Dini yang melihat kelakuan kedua adiknya.
"Bayangin deh yank, Nanti anak kita 5 terus tiap hari kaya mereka kayanya seru ya yank, rame Terus." Ucap Ferdi sambil tersenyum jahil memandang istrinya.
Dini menatap tajam Ferdi seakan ingin menelannya hidup-hidup, menjadikan nya Perkedel dicampur jagung digoreng di tambah telur di goreng dadakan.
"Enggak sayang kan tadi aku cuma bilang bayangkan bukan berarti beneran." Rayu Ferdi mengedip-edip kan kedua matanya.
"Hahaha... liat tuh kak lucu ya liat kak Dini ngambek sama mas Ferdi." Ucap Arsya yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kenapa emang? kamu Pengen nikah muda? " Kata Andre.
"Enak aja aku kan gak bilang gitu tadi."
"Heeehh.. Cumi kembar buruan ya jangan lama-lama keburu pasarnya tutup." Teriak Ferdi dari arah depan rumah.
"Iya mas tinggal nunggu Arsya kaya keong lama banget." Seru Andre.
"Iya mas bentar lagi ngucir rambut."
Arsya keluar dari kamar mengambil sepatu nya berjalan menuju teras menyusul Andre, Dini dan Ferdi.
"Ssiiiaaappp..." Seru Arsya penuh semangat.
"Udah buruan naik panas tau." gerutu Andre.
__ADS_1
"Iya.. iya sabar."
"Ya udah kalian di belakang ya ngikutin mas Ferdi sama Kak Dini, Jangan kebut-kebut ya Ndre." Perintah Dini.
Andre dan Arsya hanya mengacungkan kedua jempolnya.
Sesampainya dipasar mereka memarkirkan motornya, sepasang mata tukang parkir di pasar itu tak henti-hentinya menatap Arsya, Arsya tau kalau dirinya diperhatikan hanya menunduk dan mengenggam tangan Andre. Andre sadar akan hal itu Dan balik menatap mata tukang parkir.
"Ada apa bang liat-liat adek saya, awas aja berani macem-macem in adek saya, saya colok mata anda." Ancam Andre tegas.
Ferdi dan Dini hanya diam kaget dengan ancaman Andre, Karna terkadang mereka terlihat seperti bocah bertengkar, baikan, bertengkar lagi baikan lagi. Tapi, Kali ini Andre benar-benar menunjukan sikap dewasanya menunjukan kasih sayang untuk adiknya.
"Gak usah kawatir Ndre itu tadi namanya Dafi temen aku dia orang baik-baik, ga pernah macem-macem apalagi nyakitin perempuan itu bukan type dia banget." Kata Ferdi.
"Aku cuma gak suka mas liat Arsya ketakutan dia kan punya trauma dengan orang asing makanya dia jarang pergi-pergi jauh dan dimanapun dia pergi aku harus menjaganya." Jelas Andre.
"Minum dulu ya Sya, gak papa kok tadi itu tukang parkir nya temen nya mas Ferdi, kata mas Ferdi dia orang baik-baik, kamu harus lebih berani Ya, kan Ada kakak disamping kamu, selalu jagain kamu." Ucap Andre mengelus puncak kepala Arsya untuk menenangkan nya. Arsya hanya mengangguk dan melepaskan gengaman tanganya dia sudah merasa lebih tenang dan lega karna di kelilingi orang-orang yang menyayanginya.
Merekapun mulai berjalan memasuki area toko-toko sembako, di tangan Ferdi sudah penuh dengan plastik belanjaan Dini, Dan Ferdi pamit menunggu diparkiran.
Sekarang giliran Andre yang menemani Dini dan Arsya berbelanja beberapa Pakaian, Perlengkapan bayi seperti bak mandi, bedong, kain jarik, karpet dan keperluan lainnya. Tangan Andre dan Arsya pun sudah penuh dengan belanjaan kakaknya itu.
Di sisi lain Andre merasa capek karna hampir 2 jam memutari pasar berbelanja ini dan itu akan tetapi dia juga senang sudah mulai melihat senyum Arsya yang berarti Arsya lebih nyaman, dan berani.
Dini mengecek semua belanjaan nya ketika dirasa cukup Dini mengajak mereka menyusul Ferdi keparkiran.
__ADS_1
"Ya udah yukk kita Jemput parkiran ajak mas Ferdi ke pasar kuliner pasti kalian laper kan? " Tanya Dini.
"Iya Kak cacingku udah demo nih dari tadi. " Jawab Arsya.
"Terus kita jalan kemana-mana bawa belanjaan begini kak?" Tanya Andre.
"Ya enggalah belanjaan nya kita titipin di parkiran abis itu kita jalan kepasar kuliner." Jawab Dini santai.
"Ooo... Emangnya aman Kak? " Tanya Andre lagi.
"Aman dong Dafi itu juru parkir yang bertanggung jawab jadi pasti dia menjaga nya dengan baik." Jawab Dini sambil tersenyum dan mengelus pundak kedua adiknya.
"Hai Daf.. kita nitip ini dulu ya kita mau Cari makan, Yuk mas." Ajak Dini.
"Kamu mau nitip makan apa Daf nanti aku bawain." Ucap Ferdi.
"Ga usah Fer makasih nanti aku sms juga di anterin sampe sini." Jawab Dafi sambil tersenyum tapi kali ini Dafi tidak berani menatap wajah ayu Arsya lagi.
"Okey... aku duluan ya." Kata Ferdi melambai kan tangannya ke arah Dafi.
*Terimakasih untuk para Readers ku, Maaf jika Kurang Maksimal, InsyaAllah aku usahakan lagi untuk lebih maximall....
**Tunggu aku Di episode berikutnya ya..
Aku padamu para readers ku...
__ADS_1
I love you 😘***