Man That Has No Trust

Man That Has No Trust
Selamat Ulang Tahun


__ADS_3

Tepuk tangan dengan ritme lagu


Eh? Kenapa ini? Kenapa ada suara tepuk tangan dan lagu?


"Selamat ulang tahun... Kami ucapkan... Selamat....."


Ulang tahun? Siapa yang sebenarnya berulang tahun?


Aku perlahan-lahan membuka mataku... aku melihat dua orang berdiri dengan senyum sambil menepuk tangannya seraya bernyanyi lagu ulang tahun.


Terlihat terdapat sebuah kue dengan angka 4 diatasnya.


Aku melihat kearah kanan dan kiri, aku tidak melihat siapa-siapa. Kemana orang lainnya? Apakah yang berulang tahun itu... Aku?


Tepuk tangan secara intense oleh dua orang itu.


"Daril mau bagian yang mana? Sini mama potongin." ucap perempuan berambut pendek berwarna biru.


Ibuku? Tapi ibuku itu... ..... ..... Tunggu, ibuku siapa? Berarti orang ini beneran ibuku? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku memiliki ingatan baru yang tidak pernah kualami dan juga aku kehilangan ingatan yang pernah kualami dulu. Apakah aku direinkarnasi?


Tunggu.. Tunggu dulu, huruf 4 itu?


A-aku harus menjawab.


"Yang sebelah kiri ma."


Aku menunjuk ke arah kiri kue.. Dan melihat tanganku. Tanganku kecil. Aku melihat kebawah lalu melihat tubuhku yang kecil duduk diatas tumpukan buku yang ada diatas kursi.


Aku.. Terlahir kembali?


"Daril, ini."

__ADS_1


"makasih ma."


Mengalami hal seperti ini benar-benar membuatku terheran-heran. Ternyata, reinkarnasi itu nyata. Tapi tak seperti yang aku bayangkan dahulu ketika aku masih muda. Yah... Walau sekarang pun aku menjadi muda lagi.


Aku memakan kuenya dan tak kusangka rasanya saat enak. Entah sejak kapan aku tidak memakan makanan yang seenak ini.


"Bagaimana?" Ibuku bertanya sambil menatapku seperti menunggu suatu hal. Hal yang sangat penting baginya.


"Enak banget ma."


"Kyaaaaa! Tuh kan mas, masakanku pasti enak!"


"Iya, iya.." Ucap ayahku pada ibu sambil mengambil kue.


Tak kusangka walaupun hanya bertiga, tapi acara ini benar-benar mengasikkan.


"Ma, kenapa kita merayakan ulang tahunku cuman bertiga?"


Aku tersenyum lalu lanjut memakam kue.. Tapi, yang pasti apa yang dikatakan ibuku itu benar. Aku merasakan ikatan antara kami sekeluarga semakin erat. Terima kasih pada ingatan tambahan 4 tahun itu.


"Yah.. Selain itu tidak ada anak seumuran denganmu di desa ini.. Yah, rasanya enggak enak kalau ngajak orang yang enggak seusiamu merayakan ulang tahunmu. Papa tidak akan mengizinkanmu. Ahahahahha"


Ayahku sedikit aneh. Tapi yah... Dia ada benarnya tapi aku sangat ingin mempunyai teman. Sebelum bereinkarjasi.. Aku memang tidak mempunyai teman, jika bisa aku ingin mendapatkan teman di kesempatan keduaku ini. Itulah harapanku. Suatu hal yang sangat sederhana. Aku benar-benar berharap mendapatkan teman.


Kami pun melanjutkan acara hingga akhir lalu aku pun pergi tidur.


Keesokan harinya aku hanya duduk diam di teras rumah sambil melihat awan.


"Daril, jaga rumah ya.. Mama mau pergi ke warung dulu."


Aku serentak berdiri lalu memegang kaki ibuku.

__ADS_1


"Aku ingin ikut Ma."


"Eh...? A.. Ummm. Oke tapi jangan nakal ya."


"iya Ma." aku mengangguk.


Lantas kami pun langsung pergi setelah ibuku mengunci pintu.


"Mah.. warungnya jauh kah Ma?"


"Enggak kok." ibuku senyum sambil memegang tanganku.


Di perjalanan ke warung, tak jauh dari rumahku aku melihat sebuah tempat yang cocok untuk bersantai. Disampingnya terdapat pohon besar. Rasanya akan nyaman jika aku bersantai disana.


Oh iya, aku lupa menjelaskan kalau sebenarnya ayahku pergi kerja ke kota. Jadi, dia pergi saat pukul setengah lima lalu pulang lagi jam tujuh malam. Entah apa perkerjaannya tapi yang kutahu pasti bahwa ayahku tidak mungkin melakukan pekerjaan haram.


Lalu tak lama kami pun sampai ke warung. Tempatnya tak terlalu jauh, aku bahkan masih sanggup pulang pergi lagi sebanyak tiga kali.


"Pagi pak Tomo.. Mau beli bumbu penyedap rasa yang itu."


"Oh, ini? Oke." Pak Tomo pun mengambil barang yang ditunjuk ibuku.


"Wah, ada Nak Daril. Woah tumbuh sehat ya.. Baru lihat lagi soalnya dia gak pernah keluar rumah. Haha."


"Iya pak, gak tahu kenapa dia tiba-tiba ingin ikut.. Gak seperti biasanya."


Aku hanya terdiam. Memangnya salahkah kalau kita mau mengubah diri? Atau munkin aku berbeda saat aku belum bereinkarnasi.


Lalu kami pun pulang. Saat pulang aku berjalan sambil melihat awan. Mereka terlihat indah. A-aku ingin melihat awan lebih sering lagi. Lagian acara tv yang bagus cuman ada di hari minggu.


Lalu saat pulang aku pun menekatkan diri. Aku akan berubah, aku tidak akan menjadi diriku yang dulu, layaknya awan yang selalu berubah dan bergerak maju. Begitulah tujuanku. Namun sebelum itu...

__ADS_1


AKU INGIN PUNYA TEMAN!!!


__ADS_2