Mantan Istriku, Bos Ku

Mantan Istriku, Bos Ku
Nayla di lawan


__ADS_3

Ada ada saja Sima bertanya pada Arya pasti saat ini Arya bingung bagaimana kalau Sima memberi tahu kepada orang tua nya.


" Assalamualaikum nay." Kata Arya di ponsel.


" Waalaikumsalam mas ada apa?" Kata ku.


" Mohon minta tolong sama Sima jangan kasih tahu ke bapak atau ibu dulu ya masalah dia bertemu dengan ku tadi" kata Arya.


" Maaf mas itu bukan urusan ku jika tidak mulai di beritahu mohon jaga sikap dimana pun jangan asal menggantung saja " kata nayla.


" Ya mas kan tidak tahu kalau Sima di Jakarta" kata Arya.


" Ya mana tahu bapak mu tiba tiba di Jakarta bagaimana?" Kata Nayla.


" Ntah lah Nayla yang penting aku minta tolong sampai kan ke Sima untuk jaga rahasia ini dulu" kata Arya.


" Terserah lah mas aku sibuk kerjaan ku banyak aku tidak mau di repot kan masalah mu dengan Sely jika ketahuan," kata nayla sambil matikan ponsel nya.


"Mbak nanti malam pergi ke mall dong mbak" kata Sima.


" Boleh jika kamu ingin pergi' kata nayla


" Beneran ya mbak"  kata Sima.


" Iya Sima" kaya Nayla.


Pulang bekerja kami langsung pulang kerumah karena malam nya ingin pergi jalan jalan dengan Sima.


Jam 7 malam kami sudah bersiap siap untuk pergi.


" Bu Sima pergi dengan mbak Nayla ya jalan jalan di kota" kata Sima minta izin pada ibu nya.


" Iya tapi tidak boleh menyusahkan mbak Nayla ya nak" Kata ibu Siti.


" Iya Bu pasti itu" kata Sima.


" Ayo Sima kita berangkat." kata Nayla.


" Ayo mbak sudah tidak sabar mbak mau lihat Jakarta di malam hari" kata Sima.


Sma menggunakan baju kaus dan celana panjang jeans dan juga membawa tas selempang nya.


Nayla juga menggunakan celana jeans tapi yang selutut dan menggunakan baju kaos putih.


Mobil Nayla melaju menuju mall terbesar di kota Jakarta- dan Sima melihat jalan yang sangat rame. sehingga terlihat macet meskipun tidak terlalu macet.


" Cantik ya Mbak kota nya" kata Sima.


" Iya sima, senang kamu tinggal di kota?" Kata Nayla.


" Senang sekali mbak" kata Sima


" Sebentar lagi Kita akan sampai ke mall Sima kita bisa belanja dan nonton juga" kata Nayla.


" Benarkah mbak nanti Sima mau foto foto di mall mbak biar ada kenangan nya" kata Sima.


" Koq kenangan emang kamu mau pergi kemana Sima ?" Kata Nayla.


" Tidak ada kemana Manna mbak cuma kenang an pertama kali ke mall mbak biar ada cerita  nya suatu saat nanti mbak" kata Sima.


Kami pun parkir di parkiran mall dan segera masuk ke dalam mall itu.

__ADS_1


Senang melihat Sima bahagia sampai di mall ini. kami berjalan jalan dan menonton di bioskop nya. tidak terasa sudah 2 jam kami ber keliling lalu kami beristirahat di cafe dekat mall itu.


Kami makan dan minum di cafe itu dan aku juga membeli baju untuk Sima saat jalan jalan di mall tadi. awal nya Sima menolak tapi karena aku paksa jadi Sima mau menerima yang aku belikan.


Tidak terasa jam sudah hampir jam 10 malam kami pun menuju di parkiran.


Ketika di parkiran aku lihat ada segerombolan preman sedang memukuli seorang pria. awal nya pria itu melawan karena mereka rame maka pria tersebut tersudut ke dinding mobil nya.


" Sima masuk dulu kamu ke mobil dan kunci pintu mobil nya dari dalam Sima" kata ku.


" Mengapa mbak?" Kata Sima takut.


" Tidak ada apa apa Sima jika ada yang menyuruh mu selain mbak jangan buka pintu nya" kata ku lagi.


" Baik mbak mbak mau kesana Ya ampun mbak tidak usah mbak itu bahaya" kata Sima.


" Tidak ada apa apa Sima" kata ku


Aku pun pergi mendekati pria yang di pukul tadi.


" woi ngapain kalian keroyok dia " teriak ku.


Saat ku lihat yang di pukul itu ada lah Tio. CEO perusahaan sebelah yang pagi tadi rapat dengan ku.


Dia menggeleng kan kepala nya kepada ku dengan isyarat menyuruh ku pergi dari sana. aku tidak memperdulikan isyarat nya.


" Hei kamu lepaskan dia" bentak ku.


" Hahahha ada cewek cantik bos" goda salah seorang preman itu.


" Ayo sini cewek cantik bergabung dengan kami" kata preman yang lain.


" Lepaskan dia cepat " ancam ku.


" Mau kamu menukarkan diri mu untuk menyelamatkan dia? " Kata preman yang lain.


Semakin aku perhatikan mereka makin memukul Tio dan aku langsung menerjang salah seorang dari mereka.


" Kurang ajar!!!!" Kata salah satu preman itu yang aku tendang.


" Mau cari mati kamu ha!!!!" Kata yang lain.


" Lepas kan dia jangan sampai aku menghajar kalian semua" kata ku.


"Hahahaha"


tawa mereka.


" Apa kamu mau menghajar kami? "Kata seorang preman sambil mendekati ku dan memegang tangan ku.


Tanpa menuggu lama langsung ku putar tangan nya kebelakang dan ku tendang punggung nya. lalu ku terjang kepala nya.


Lalu datang dua orang preman menghadang ku. Tidak sempat mereka menangkap ku langsung aku mengelak dan mengambil pentungan yang mereka gunakan tadi untuk memukuli Tio tanpa basa basi langsung ku habisi mereka semua dengan pentungan besi itu bagi ku 5 orang preman itu tidak Masalah bagi ku jika hanya melawan pakai tangan dan pentungan. jika mereka menggunakan senjata *Pi mukin aku ciut juga.


Setelah mereka tumbang. langsung aku berlari ke arah Tio yang abis di hajar mereka.


Melihat preman terkapar Sima keluar dari mobil dan menghampiri ku"Sima cepat telpon polisi dan juga ambulan" kata ku


"Iya mbak" kata Sima


.

__ADS_1


Sima pun menelpon polisi dan ambulan tidak lama datang lah polisi dan juga ambulan di parkiran mall.


Aku dan Sima ikut dengan ambulan ke rumah sakit terdekat. kasih an juga Tio jika di tinggal sendiri.


Memang agak parah juga Tio di hajar mereka. apa lagi di pukul dengan pentungan besi tadi . Waaah mereka memang ke Banget an.


" Mbak hebat ya bisa kalahin mereka tadi." kata Sima


" Biasa aja Sima mbak memang dari kecil di ajari untuk melindungi diri sendiri Sima mbak dari kecil sudah masuk taekwondo ,karate Sima semua ilmu bela diri mbak pelajari untuk melindungi diri dimna" kata ku.


" Cuma satu yang tidak bisa pelajari Sima" kata ku saat di ambulan.


" Apa mbak??" Kata Sima.


" Hati seorang laki-laki Sima mbak tidak mengerti mengapa mereka suka sakiti hati mbak??" Kata ku sedih.


" Pada hal selama ini mbak tidak pernah membuat salah pada mereka" kata Nayla.


" Yang sabar mbak nanti pasti ada pangeran dari awan mengerti mbak" kata Sima.


" Pangeran hahahha kamu kira hidup ini dongeng apa? " Kata ku sambil ketawa.


" Hahahaha iya mbak" kata Sima


Sampai juga kami di rumah sakit  dan kami menunggu di ruang ICU dan tidak lama setelah itu datang 2 orang ibu dan bapak berlari kecil menuju  tempat ku duduk dan Sima.


Dan juga ada polisi di sampingnya.


" Apa benar kamu nak yang menyelamatkan Tio?" Kata wanita itu


" Iya buk maaf ibu siapa ya.." kata ku


" Saya mama nya Tio nak nama saya Sarah" kata wanita itu sambil menyalami ku wajah nya kelihatan sedih sekali dan juga wajah laki laki itu yang aku kira pasti itu papa nya.


" Terimakasih nak sudah menolong Tio" kata laki laki tu.


" Saya papa nya Tio saya Bramantyo" kata bapak itu.


" Iya pak tidak apa apa pak biasa kalau membantu orang lagi kesulitan" kata ku.


" Tadi dari cerita pak polisi dan juga saksi kamu sendiri yang menghajar preman itu nak?" Kata mama.


" Tidak buk..saya hanya membantu saja.. " kata ku sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


" Saya sudah melihat rekaman cctv nya nak" kata papa Tio.


" Ya sudah buk pak karena bapak dan ibu sudah sampai saya pamit dulu ya pak  buk " kata ku.


" Siapa nama mu nak" kata mama Tio.


" Saya nalya buk.." kata ku


" Terimakasih sekali lagi Nayla.. " kata orang tua Tio


" Iya sama sama saya pamit dulu ya " kata ku.


" Assalamualaikum buk pak.." kata ku dan mengajak Sima yang sedang duduk di bangku rumah sakit..


" Ayo sima kita pulang orang tua nya sudah sampai" kata ku


" Ayo mbak" kata Sima.

__ADS_1


Kami pun pulang kerumah meskipun agak lambat tapi kami selamat sampai di rumah..


__ADS_2