
Ke datangnya pak Baron dan anggota nya membuat heboh kantor nya Nayla . Dari mana datang nya para boy band Korea tadi.
Apa buk Nayla mau buka agensi boyband atau buka studio foto model. Bermacam macam pendapat di kantor Nayla saat ini. Termasuk sekretaris Nayla. berita ini terdengar sampai kuping sely. Sely jika mendengar kata tampan kuping nya langsung bergerak gerak. Seperti ada signal di kuping nya jika mendengar kan kata tampan.
Pak Baron dan anggota nya masih duduk di ruangan Nayla.
" Jadi pak Baron, apakah bapak benar ingin ikut dengan saya?" Kata Nayla.
" Iya non" kata pak Baron dengan mantap.
" Begini pak Baron saya jelaskan sedikit pada pak baron dan teman-teman semua" kata Nayla.
" Iya nona" kata pak Baron.
" Begini pak, jika bapak bekerja dengan saya berarti bapak tidak bisa,, masuk ke dunia hitam lagi maksud saya tidak ada nama nya berkeliaran tidak tentu arah dan juga bapak dan teman-teman wajib menuruti peraturan kantor dan juga saya. disni bapak dan teman-teman akan mendapatkan pekerjaan dan juga gaji bulanan sesuai dengan ke pandai an pak baron dan juga kalian'' jelas nayla panjang lebar.
" sesuai dengan yang saya beri tahu kemarin apakah bapak dan teman membawa perlengkapan syarat syarat yang di miliki.' kata nayla
'' ada non, kami membawa semua keperluan nya seperti ijazah dan ktp kami'' kata pak baron sambil menyerahkan berkas berkas anak buahnya.
"kami ber terima kasih non sudah mau menerima kami di saat masyarakat menolak kami'' kata pak baron.
" kami berjanji akan rajin dan semangat berkerja.." kata pak baron
nayla melihat satu persatu berkas yang di bawa pak baron tadi. nayla tidak menyangka sebagian mereka tamatan kuliah yang bergelar semua nya, hanya beberapa dari mereka yang tamatan SMA.
'" jadi pada tamatan semua ya, koq pada jadi preman " kata nayla langsung ceplas ceplos ngomong pada mereka, tidak pakai rem.
" iya non, kami sudah berusaha mencari kerja yang halal tapi semua lamaran kami di tolak semua perusahaan" kata dion salah satu dari mereka
dion tamatan s1 dan juga ahli dalam bisnis manajemen.
"mengapa di tolak lamarannya?" kata nayla
" kami tidak memiliki orang dalam non di perusahaan itu" kata dion
"oh jadi jika kita ingin melamar kerja harus ada orang dalam dulu? jika tidak punya maka lamaran kita di campakkan? begitu dion?" kata nayla
"iya non karena kami semua sudah mencoba nya non maka nya untuk mempertahankan diri dari kelaparan kami mencoba mencuri dan bergabung dengan bos baron" kata dion
"hmm ya sudah sekarang kita lihat ke depan dan tetap semangat ya karena mulai besok kalian akan mulai bekerja disini, tapi saya harus tahu dulu dan cek apa saja kepandaian kalian dan juga pak baron" kata nayla
saat sedang bercerita sekretaris nayla datang memberi tahu kan bahwa ada tio didepan.
" maaf buk, di depan ada pak tio" kata sekretaris nayla
" oh di suruh masuk saja" kata nayla
__ADS_1
"iya buk" kata sekretaris nya.
'beruntungnya buk nayla di kelilingi cowok tampan apalagi pak tio tampan nya melebihi dosis' ungkap sekretaris nayla dalam hati nya.
"nayla......" kata tio depan pintu ruangan nayla dan terdiam saat sangat banyak tamu yang berada di ruangan nayla.
"eh lagi ada tamu nay? kata tio depan pintu.
" ayo masuk, sini duduk" ajak nayla pada tio
" apa tidak apa nay,, nanti terganggu" tanya tio
" tidak apa tio, sini kenalin teman teman nay.." kata nayla pada tio, nayla tidak malu mengenalkan mereka sebagai teman teman nya.
pak baron dan juga anggota nya sangar terkejut saat nayla mengenalkan merea sebagai teman nya. mereka sangat senang dan bercampur haru karena baru kali ini ada orang yang berada seperti nayla menganggap mereka teman nya.
" oh mereka teman mu nay" kata tio sambil masuk dan duduk di sebelah nayla.
"perkenalkan saya tio, teman nayla juga" kata tio sambil bersalaman dengan mereka satu persatu.
" saya azis pak"
"saya rehan pak"
"saya dion"
"haikal pak"
"ilham pak"
" chiko pak"
"riki pak"
"amat saya pak"
"saya baron" kata mereka mengenalkan diri masing masing.
" Jangan panggil pak dong,, panggil tio saja" kata tio
" Tidak enak pak.. bapak teman nya nona Nayla jadi kami harus menghormati nya" terang Baron.
Baron dan teman teman tidak ingin di cap sebagai orang yang tidak bisa menghargai orang yang telah membantu nya.
Tio bingung dengan sikap mereka, karena Nayla melihat tio ke bingung an Nayla menjelaskan .
" Gini tio mereka teman baru nay mereka ingin nayla masukkan berkerja disini" kata nayla
__ADS_1
" Oh begitu ya bagus itu" kata tio
" Kami sebenarnya preman di daerah sana pak jadi kami ada masalah dengan non Nayla jadi karena non Nayla mengalahkan kami maka nya kami memohon untuk mengikuti non nyala," kata Baron menceritakan kejadian sesungguhnya.
" Oh bagus itu jadi kalian bekerja lebih baik," kata tio.
Pak Baron dan anggota nya bingung mengapa tio dan Nayla tidak begitu risih oleh ke datangan mereka. Respon mereka sangat baik bagi para preman.
" Jadi nay sudah tahu mau di letak dimna mereka ? Tanya tio
" Belum tio.. ini berkas mereka" Nayla menyerahkan berkas itu pada tio.
Tio sama dengan Nayla juga kaget melihat berkas mereka..
" Nilai mereka bagus bagus nay" kata tio.
" Iya tio maka nya nay lagi bingung untuk mencari posisi yang tepat untuk mereka," kata Nayla.
" Beruntung kamu dapat mereka nay.. " kata tio.
" Iya tio mereka sangat bagus"kata nayla
Sambil nayla memikirkan tempat yang cocok untuk mereka. Nayla mengajak mereka makan siang bersama.
" Ayo kita makan siang dulu" ajak Nayla pada mereka
Mereka ikut saja kata Nayla, Nayla dan tio dan juga pak Baron anggota turun ke bawah ingin makan siang bersama..
Saat mereka turun nayla seperti di kawal oleh para lelaki yang tampan. Pasti banyak yang iri pada Nayla karena di kelilingi cowok yang tampan dan keren.
Nayla mengajak mereka untuk makan di resto depan kantor
" Nayla mencari meja yang muat untuk 12. Orang
" Ayo kita ke sana,,?ajak Nayla
" Ayo non kata baron
Mereka memesan makanan yang mereka sukai..
Dengan lahap mereka menyantap makanan itu..
Setelah selesai makan Nayla mengatakan bahwa besok mereka harus datang ke kantor untuk mengetahui apa saja yang akan mereka kerja kan
" Baik non kami akan datang kembali besok" kata pak bar
Mereka pun pergi dan juga mereka pamit ke Revan
__ADS_1