
Pagi ini Nayla pergi berangkat kerja dengan hati yang gembira. Maklum tadi malam habis chatting an dengan Tio..
Nayla hari ini berjanji untuk bertemu dengan Tio di kantor nya.
" Ehem" kata papa Nayla yang berada di meja makan untuk serapan.
" Apa pa?" Tanya Nayla.
" Tumben senyum senyum sendiri?" Kata papa.
" Mana ada senyum pa biasa aja lagi pa" kata Nayla.
" Hmm kamu tidak bisa bohongi papa nay papa tahu bagaimana kamu" kata papa.
" Emang bagaimana nay pa?" Kata Nayla.
" Wajah kamu tidak pernah se bahagia ini sejak berapa bulan ini nay papa senang kamu kembali seperti dulu" kata papa.
" Insyaallah pa doa kan terbaik ya pa" kata Nayla
" Iya sayang Semua yang terbaik buat mu" kata papa.
" Mama mana pa?" Tanya Nayla.
" Mama mu sudah pergi nay" kata papa nayla.
" Kemana pa?" Tanya Nayla.
" Ada urusan mama sebentar nay. Bertemu teman nya " kata papa Nayla
' pagi sekali pa?"tanya Nayla sambil mengambil nasi goreng buatan bik Siti.
" Iya , mama sedang ada bisnis dengan teman nya mama mu mau membuka butik jadi ada teman nya punya toko di pinggir jalan jadi mama mau membeli nya" jelas papa.
" Owh jadi mama mau buka butik bagus lah biar ada kegiatan mama" kata Nayla.
" Iya, lagian mama teman nya banyak jadi bisa tuh di ajak teman nya belanja di butik nya" kata papa Nayla
" Iya pa, gak sia sia mama punya teman banyak" kata Nayla.
Nayla siap sarapan. Dan ingin pamit ke papa nya untuk berangkat bekerja.
" Nayla berangkat dulu ya pa," kata Nayla..
" Iya, nay hati hati di jalan ya " kata papa Nayla.
" Iya pa assalamualaikum" kata Nayla sambil menyalami papa nya.
" Waalaikumsalam nay" kata papa Nayla..
Nayla berangkat ke kantor nya menggunakan mobil ke sayangan nya.
Karena hari masih agak pagi jalanan tidak begitu macet Nayla sampai ke kantor nya .
Saat Nayla turun dari mobil nya , Nayla melihat Arya jalan menuju ke arah nya.
Nayla mempercepat jalannya karena Nayla tidak ingin pagi yang cerah ini rusak karena Arya.
__ADS_1
" Nay nay.. " panggil Arya.
Semua karyawan melihat Arya memanggil Nayla dengan nama nya saja bukan dengan sebutan ibuk Nayla.
Nekad sekali si Arya masak manggil ini Nayla dengan nama nya saja" kata karyawan kantor.
Nayla tidak mendengar kan panggil an Arya. karena di ka tor Nayla adalah bos nya.
" Nayla" panggil nya lagi.
Arya menarik tangan Nayla dan membuat Nayla menoleh ke arah Arya.
Nayla buru buru melepaskan tangan Arya dari lengan nya.
" Maaf ada apa ya?" Kata Nayla.
" Kamu koq di panggil tidak menyahut nay" kata Arya.
" Maaf ya pak Arya Saya disini adalah pemilik dari perusahaan ini mohon bersikap sopan dengan saya" akta Nayla.
" tapi aku kan suami mu nay?" Kata Arya.
" Maaf bukan suami tapi mantan suami tolong pahami perbedaan nya" kata Nayla
" Belum berapa hari nay koq begitu kamu" kata Arya.
" Meski pun baru semalam atau hari ini status kita sudah berbeda.. jadi mohon panggil saya buk Nayla saya atasan mu" tegas Nayla.
Lalu Nayla pun pergi ke ruangan kantor nya dengan hati yang jengkel.
Arya tidak percaya Nayla begitu cepat berubah. Sedang asyik termenung di depan pintu kantor Sely datang menghampiri Arya.
" Hmm tidak ada tadi mas memanggil Nayla tapi nayla telah berubah" Kata Arya.
" Berubah bagaimana mas?" Tanya Sely .
"Iya dia bilang jangan panggil dia Nayla tapi ibu Nayla karena dia atasan di kantor ini" jelas Arya.
" Ya iya lah dia atasan di kantor kamu sih mas sok sok an memanggil nama nya saja tanpa embel embel ibu nya" kata Sely menyalahkan Arya.
" Koq kamu sama saja Sely Bukan nya mas di bela malah di salah kan" kata Arya sambil berlalu ke tempat dia bekerja.
Sely juga pergi ke tempat dia bekerja.
D tempat lain mama Nayla sedang berada di sebuah gedung yang akan dia beli untuk membuka sebuah butik.
MaMa nayla pergi dengan teman nya Bu Ratna. Bu Ratna adalah pemilik awak gedung yang di inginkan oleh mama Nayla.
Tempat dan harga sudah sesuai dengan hasil runding mereka, saat mama Nayla dan buk ratna ber bicara ada segerombolan preman datang ke gedung tempat mama Nayla berada .
" Halo nyonya" kata salah seorang preman itu.
" Eh iya, ada apa ya?" Kata buk Ratna.
" Kami ingin mengutip uang keamanan nyonya" kata preman itu..
" Uang keamanan bagaimana ya?" Kata mama Nayla.
__ADS_1
" Iya uang keamanan jika nyonya ingin berjualan di gedung harus ada uang keamanan disini." Kata preman itu..
" Jadi uang nya hanya hari ini saja kan?" Kata mama Nayla memastikan karena dia tidak ingin saat dia ber jualan tidak di ganggu oleh mereka .
" Hohoho tidak dong nyonya" kata preman itu mereka berjumlah 7 orang.
"Jadi bagaimana?" Tanya mama Nayla .
" Selama nyonya disini kami akan meminta uang keamanan" jelas preman itu dengan sombong.
" Aduh bagaimana ini jeng bahaya kalau begini pasti ketakutan pelanggan ku nanti" kata mama nya Nayla .
" Di bayar saja jeng mereka kan mereka minta tidak banyak" kata buk Ratna.
" Tapi jeng ini bahaya jika di biar kan nanti jika ada apa apa degan tamu saya ntah itu di ganggu atau di rampok pasti menjelekkan butik saya jeng" kata mama Nayla.
" Mereka sudah biasa seperti itu di lingkungan ini jeng semua Ruko Disni membayar dengan mereka." jelas buk Ratna.
" Eh malah cerita mereka" kata preman itu.
" Bagaimana ini ayo di bayar." Bentak preman itu .
" Tunggu sebentar ya saya lagi tidak bawa uang biar saya telpon anak saya" kata mama Nayla.
" Masak orang kaya tidak ada uang" kata preman itu.
" Iya saya tidak ada uang kes maaf" kata mama Nayla agak ketakutan.
" Cepat telpon anak nya" kata preman itu.
" Baik lah tunggu sebentar mm" kata mama Nayla.
Tuuut tuuut tuuut
" Ya assalamualaikum ma" kata Nayla
" Waalaikumsalam Nayla" kata mama nya.
" Ada apa ma, tumben nelpon jam segini" kata Nayla
" Nay, bisa kamu kemari bawa uang kes ya nay" Kata mama .
" Untuk apa ma?" Kata Nayla.
" Mama kan bawa uang" Kata nya lagi .
" Iya mama tidak bawa uang kes nay bawa bawa ATM saja" kata mama Nayla.
" Ya udah di transfer aja ma koq ribet sih ma" kata Nayla.
" Tidka bisa nya mereka minta uang nya" kata mama Nayla.
" Mereka? Mereka siapa ma?" Kata Nayla.
" ini preman disini minta uang keamanan" jelas mama Nayla.
" Owh uang keamanan? Ya udah nayla datang ya bawa uang untuk mereka berobat" jelas Nayla.
__ADS_1
" Ya udah terserah kamu saja nay cepat lah kemari" kata mama Nayla.