
'Glen,aku ada janji sama Indah dan yang lain' ucap Aulia yang baru saja mengecek ponselnya.
'terus?' tanya Glen.
'aku pergi sekarang, kamu kirim aja alamat apartemennya dan Passwordnya'ucap Aulia terlihat tergesa-gesa dan langsung pergi tanpa memberi Glen kesempatan untuk menjawabnya.
'Mr.Glen?'panggil Sena melihat Glen tidak Fokus.
'hem,baiklah aku akan keruanganku'ucap Glen meninggalkan Sena dan berjalan keRuanganya.
Di sebuah Ruang kerja terdapat Sebuah meja kerja dan banyak koleksi miniatur mobil yang berjejer dilemari,namun Buku yang ada disana hanya beberapa,bahkan Jumlah koleksi miniatur mobil itu lebih banyak dari buku-buku tentang bisnis,disana disofa duduk seorang perempuan berambut coklat,memakai Dres selutut berwarna putih mix hitam,jam tangan dan Sepatu mahal yang menambah kesan elegan.
'Reina?' panggil seorang lelaki tampan yang membuka pintu ruangan itu ya itu Glen dan yang ia panggil adalah teman masa kecilnya Reina Putri Juang.
'Glen?,akhirnya kau datang!,aku sudah hampir lumutan menunggumu disini!'protes Reina,Glen hanya menyambutnya dengan senyuman dan pelukan.
'kapan kau sampai?' tanya Glen melepas pelukan hangat itu dan menuntun Reina untuk kembali duduk disofa.
'tadi pagi,aku langsung kemari kau tau?!,bahkan Papa belum kuberi tahu' ucap Reina terlihat senang dengan pertanyaan yang diberikan oleh Glen.
'Ooo, jadi apa yang membawamu untuk kembali kemari?' tanya Glen.
__ADS_1
'hei aku hanya ingin kembali,lagi pula aku lelah mengurus perusahaan,sesekali aku ingin berlibur,dan ada janji yang ingin kuminta dipenuhi' ucap Reina menggenggam tangan Glen.
'janji siapa?' tanya Glen mencoba melepas genggaman tangan Reina.
'siapa lagi jika bukan seseorang yang 10tahun lalu berjanji untuk menikah denganku!' ucap Reina tersenyum manis.
'maksudmu?' tanya Glen memastikan.
'ya janjimu' ucap Reina.
'tapi Rein...' ucap Glen mencoba menjelaskan.
'hem apa?,apa kau ingin mengingkari janji yang telah kau buat sendiri?!' tanya Reina dengan nada curiga.
'jangan bercanda Glen,mana mungkin Om dan Tante setuju!' ucap Reina dengan nada tinggi.
'tenanglah Rein,mereka yang menjodohkanku dan pernikahanku terlaksana minggu kemarin' ucap Glen masih mencoba sabar dan tidak menggunakan nada tinggi.
'kau...kau....'ucap Reina namun ia langsung pergi dari Ruangan Glen.
'Sena!' panggil Glen dengan Cara berteriak sehingga Sena langsung berlari masuk keruangan Glen.
__ADS_1
'ada apa Mr.Glen?'tanya Sena dipintu Ruangan Glen.
'ambilkan obatku' ucap Glen lemas.Sena langsung berjalan ke laci lemari Koleksi Glen dan mengambil beberapa obat serta air putaih yang ada dimeja Glen.
'ini Mr'ucap Sena memberikan obatnya,Glen langsung meraih obatnya dan meminumnya.
'terimakasih' gumam Glen.
Glen menyelesaikan pekerjaanya, karena sudah terlanjur berada dikantor dan segera pulang keApartemenya.
'Aulia?' panggil Glen meletakan Jasnya disofa.
'Glen Glen Glen Glen Glen!!'panggil Aulia duduk disamping Glen, membuat Glen menutup telinganya agar suara Cempreng istrinya itu tidak merusak gendang telinganya.
'apa?'tanya Glen mulai menyalakan TV.
'anak-anak mau kesini katanya' ucap Aulia membuat Glen langsung mematikan TVnya dan menatap Aulia intens.
'Aulia kalo lu lagi bercanda ini Jokes yang lumayan lucu...' ucap Glen masih menatap Aulia dan kembali menatap dan menyalakan TV.
'masalahnya gue,gak lagi bercanda' ucap Aulia tersenyum manis ke Glen.
__ADS_1
'shit,lo gak sakit kan?' tanya Glen memeriksa suhu Aulia,dengan cara menempelkan punggung tanganya ke kening Aulia.