
besoknya dikamar hotel.
Salma yang terbangun lebih dulu melihat badanya telanjang dan Raka disampingnya,
"Raka!" Teriak Salma membuat Raka langsung terbangun,
"apaan sih?!" tanya Raka yang baru bangun,
"kamu kamu ngapain aku?" tanya Salma,
"emmm, maaf Sal aku kemarin gak bisa nahan diri, kamu juga malah buat aku ngelayanin kamu" ucap Raka berbohong,
"apa!, kamu sama aku..." ucap Salma dan ingin menangis,
"iya" jawab Raka bohong,
'Plak' tamparan dari Salma mendarat dipipi Raka,
"what the, kamu kok nampar aku sih!" ucap Raka mengelus pipinya,
"kamu udah manfaatin aku!" ucap Salma kesal,
"manfaatin apanya, kemarin tuh emang aku udah gak bisa nahan diri tapi pas mau gituan kamu malah ketiduran, jadi aku mandiin kamu" ucap Raka kesal,
'Plak' tamparan mendaran lagi dipipi Raka,
"kenapa ditampar lagi sih!" ucap Raka bingung,
"Salah kamu udah bo'ongin aku and udah seenaknya aja mandiin orang" ucap Salma,
"tapi kamu tuh muntah dibadan aku" ucap Raka.
__ADS_1
Flashback.
setelah menuntaskan hasratnya Raka kembali ketempat tidur,
"dasar cewek, habis manis sepah dibuang, udah ditengah jalan malah ditinggal tidur!" ucap Raka kesal dan menyelimuti Salma,
'hoek' Salma tiba² saja muntah dikaki Raka,
"Salma wijaya l hate you" ucap Raka kesal, akhirnya dia membersihkan kakinya dan sekaligus membersihkan badan Salma yang terkena muntahanya.
Flashback Off.
"oh, maaf, siapa sih yang ngasih obat bius ke kita??" tanya Salma,
"mana ku tau, apa jangan-jangan om Farhan?" tanya Raka,
"mana mungkin sih, ngapain juga om Farhan ngelakuin itu!" ucap Salma bangun dari tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut,
"ngapain coba masih ditutupin orang aku udah liat semuanya bahkan nyentuh" ucap Raka tertawa kecil, Salma langsung lari kekamar mandi untuk cuci muka dan memakai kembali Pakaianya,
"terus pake apa?, kok kamu bisa ganti baju sih, emang ada baju dilemari?" tanya Salma bingung,
"ya gak ada lah, tadi aku Hubungin Resepsionis suruh ngirim baju" ucap Raka,
"oh" jawab Salma,
"itu baju ganti buat kamu" ucap Raka menunjuk pakaian yang ada diatas tempat tidur,
"makasih Pak Raka yang tampan" ucap Salma mengambil Pakaianya dan kembali kekamar mandi,
beberapa saat kemudian,
__ADS_1
"udah, ayo balik" ucap Salma keluar dari kamar mandi,
"okay" jawab Raka, mereka keluar namun saat diLobby banyak wartawan yang sedang menunggu kedatangan mereka,
diLobby.
"benar berita yang kami dapat benar adanya, pak Raka/ Alvaro keluar dari hotel bersama putri dari keluarga Wijaya" ucap Wartawan,
"Jo!!!" teriak Raka,Manager Jo langsung datang,
"Maaf tuan Raka, saya juga tidak tau bagaimana wartawan bisa tau kalau anda disini" ucap Jo ketakutan,
"I do not want to know right now you go and call Bodyguard" ucap Raka marah,
"Ka, gimana ini!" ucap Salma,
"kamu tenang aja ,aku bakal lindungin kamu" ucap Raka menggenggam erat jari Salma,
20 Bodyguard datang dan menghalangi Wartawan yang ingin berbicara dengan Raka,
"Tuan Alvaro, apa memang benar kabar yang beredar bahwa anda adalah seorang **" ucap Wartawan membuat Raka berhenti,
"benar saya **, and dia adalah Satu-satunya Client saya, kami akan segera menikah!" ucap Raka pede, mereka kembali melangkah pergi.
diTv.
"Raka Malik atau lebih dikenal dengan Tuan Alvaro telah melewati malam yang penuh gairah bersama Putri kedua dari Keluarga Wijaya, mari kita meminta komentar Tuan Glen Malik salah satu pembisnis ternama didunia" ucap Reporter,
"pak bagaimana komentar anda tentang anak anda yang tertangkap basah keluar dari hotel bersama putri kedua dari Keluarga Wijaya?" tanya Report,
"it's our business and they also already want to get married because we have set them up, I also believe in my son that he will not cross the line!" ucap Glen dan langsung masuk kemobil,
__ADS_1
"itulah komentar dari Pak Glen, katanya mereka memang sudah merencanakan pertunangan Pak Raka dengan Putri kedua dari Keluarga Wijaya, dan dia juga sangat mempercayai putranya bahwa dia tidak akan melanggar batas" ucap Reporter,
"Raka!, kenapa kamu bisa sangat ceroboh" ucap Hendry kesal ke Raka yang sedang duduk santai disofa.