
Saat melangkahkan kakinya ke kampus ara sudah di hujan berbagai pertanyaan oleh teman kampus tidak terkecuali kita sahabat ara
"loh gak kenapa-kenapakan gua panik setengah mati saat tau lu tersesat tau gak, siapa yang menolong loh ra".. Pusing pasti ara jadi bingung harus menjawab pertanyaan temanya yang satu ini
"tenang ya tenang loh kaya orang kesurupan aja nanya itu harus satu-satu jangan semua di jadikan satu pusing jadinya gua '. "
" iya-iya loh gak luka-lukakan".
"iya gua aman sehat tidak tergures sedikit pun ". Dengan senyuman yang mengembangkan di bibirnya ara
" untungnya siapa yang nolongin loh rs".
Diam sejenak ara benar bingung dengan pertanyaan kian apa dia harus mengatakannya
Bagai mana ini apa aku harus mengatakan atau tidak
"woy malah bengong gua nanya tinggal di jawablah". Melambaikan tangannya di depan ara, ara merasa ada yang mengganggu lamunanya ara terhadap
"iya emmmm nanti aja ya untuk pertanyaan mu itu ku jawab tapi nanti".
"nantinya kapan awas aja bila tidak bilan loh tidak loh akan melihat ku merujuk nanti okr".
" idih aneh lu iya nanti ".
Bel berbunyi menandakan pelajaran akan di mulai mempelajari dan memahami
__ADS_1
Ara sangat bersyukur akhirnya dia terhindar dari pertanyaan yang mengalahkan juri mencari bakat.
Mereka masuk untuk mengikuti mata pelajaran yang di sampaikan dosenn
*****
Saga sudah sampai di tempat kuliah ara, dia menunggu ara di dalam mobil, tidak berselang lama ara sudah selesai mata kuliahnya,ara berjalan ke luar ternyata di gerbang sudah ada jemputan yang setia menunggu
Saat ara inggin keluar ada yang memanggil namanya dia pun reflek menengok ke sumber suara
"Ara kamu tidak terlupakan, aku sangat mengkhawatirkan mu".
Laki-laki yang selalu mencintai ara, alangkah terlukanya dia nanti saat tau ara sudah menjadi tanggung jawab orang lain
"kamu sudah lama nungguin akunya mas"membenarkan gaya duduknya ara merasa sangat lega terhindar dari pertanyaan temannya
"tidak juga paling setengah jam tadi miringnya cepat selesainya, aku langsung ke sini jemput kamu "
" itu cukup lama mas, kamu sudah makan mas,". Saga hanya mengangguk pertanda iya
"ya udah kita cari makan dulu aku juga belum makan, tadi teman teman ku nanya mulu sampai pulang baru aman sampai aku gak bisa makan ditanyain mulu".
Ara meluapkan kesannya asli pusing bangat ara di kasih pertanyaan bertubi-tubi
"ya udah kamu tenaga kan dulu fikiran mungkin, kita cari makan dulu ".
__ADS_1
Mobil yang ditumpangi Saga dan ara sudah menjauh dari area kampus
Kini Saga berhenti di salah satu tempat makan tradisional
" kita makan di sini tidak apa apa kan".
"iya aku malah suka makan beginian enak nikmat lagi".
****
Selamat dari tempat makan mobil melaju memotong jalan dengan kecepatan yang sedang
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, sampai juga ditempat tujuan
Mobil mereka memasuki rumah saat di depan pintu Saga menyalakan krlapson pertanda ada orang di luar
Ara yang melihat bangunan rumah yang di tutup pagar yang besar menjulang tinggi besar
Saat mobil sudah melaju kenalan alangkah terkejutnya ara melihat rumah yang sangat megah seperti istana di film
"ini rumah orang tua mu mas". Dengan nada bingung sekali gus tidak percaya
"iya sayang ayo kita masuk mama sama ayah sudah nungguin kita ".
Saga menggandeng tangan ara masuk kerumah ara melihat orang tua suaminya sudah menunggu kedatangan anak menantunya.
__ADS_1