
" nikah kan mereka".
" iya pak ayo kita bawa ke rumah pak RT, ini tak bisa di biarkan begitu saja".
" iya betul ayo".
warga yang risau akan sepasang kekasih yang melakukan hal gila di hutan, membangun kan mereka berdua.
" kalian berdua bangun ayo cepat".
" merasa ada suara yang mengganggu tidur nya mereka mulai membuka mata Alang kah terkejutnya banyak warga di tempat itu.
"siapa kalian kami tidak pernah tau kalian dari mana, kenapa melakukan hal kotor di sini". kata warga yang mulai bicara pada mereka.
kerena masih sok dengan apa yang terjadi wanita itu tak tau harus bicara apa, melihat Warga yang banyak membawa Siantar dan petungan seperti akan menyerang mereka.
" maaf pak kalian salah paham kami tidak melakukan apapun di sini kami hanya beristirahat sejenak".
" alah mana mungkin kalian mengaku hal kotor kalian".
" sudah melakukan zinah di tempat kami kalian tidak mengaku".
"sudah sudah bila kita terus berdebat seperti ini semuanya tidak akan selesai". sejenak diam dan..." kita bawa saja ke rumah pak RT kita nikahkan di sana".
__ADS_1
" tidak pak kami tidak melakukan hal ini kami hanya tersesat". cowok itu mencoba menjelaskan tapi hasilnya nihil tak ada yang perduli dan ingin tau bahwa mereka tidak melakukan apa-apa hanya mereka berdua dan Tuhan yang tau saat ini.
sepasang kekasih menurut mereka itu sudah mereka bawa ke rumah pak RT bahkan warga yang tidur pulas di tempat ternyaman mereka pun bangun kerna mendengar keributan di luar rumah.
sampainya di rumah pak RT sepasang kekasih itu di dudukan di depan pak RT dan penghulu yang akan menikah kan mereka berdua.
sebelum mereka membawa sepasang kekasih tadi salah satu warga sudah pergi ke tempat pak RT bahkan sudah memenggil penghulu.
" telpon orang tuan kalian biar mereka tau apa yang kalian lakukan itu".
mungkin saat ini pasrah dan sabar adalah hal yang tepat untuk mereka saat ini, bicara dan menjelaskan seperti apapun tetep tak akan ada yang percaya
flashback on...
ya yang dimaksud sepasang kekasih itu saga dan Ara
flashback off
"kabarkan orang tua kalian masing-masing". kata pak RT
saga dan Ara menelpon orang tua mereka dan menjelaskan semuanya awalnya marah kecewa itulah yang di rasakan orang tua mereka tapi mau di apa lagi semua sudah terjadi tak ada yang bisa mencegahnya bahkan dia atau yang lain semua sudah kehendak yang di atas
semua urusan menikahkan sudah di serahkan orang tua Ara pada pak RT kerna mereka tak bisa datang ke tempat itu,
__ADS_1
" bagai mana kalian sudah siap".
" maaf pak sebelumya izinkan saya bicara dulu dengan Ara,...."
" jangan mereka pasti akan melarikan diri dari sini" kata salah satu warga yang memotong ucapan saga tadi ".
" tidak pak saya hanya ingin bicara berdua ini penting pak saya tidak akan melarikan diri, ini bukan hal yang mudah pak untuk kami berdua ini menyangkut kehidupan kami berdua kedepanya". jelaskan saga panjang lebar
" baik silahkan".
pak RT mengizinkannya
"Ara saya tau kamu tidak menginginkan pernikahan ini tapi kamu harus tau kita tak bisa lari dari masalah ini mau seperti apapun kita menjelaskannya tetep tak ada yang percaya".kerna melihat Ara yang diam seperti menahan sebuah beban yang tak bisa dia jelaskan " saya tau ini berat, Ara saya tak tau masalah apa yang kamu miliki sebelum ini sehingga ada ketakutan yang teramat besar yang saya lihat di mata kamu saya berjanji Ara apapun yang terjadi nantinya saya akan bertanggung jawab saya harap kamu tau itu".
Ara yang awal nya ragu akan pernikahan ini sedikit percaya setelah memberanikan diri untuk mendapat saga dan melihat matanya tak ada keraguan lagi
" saya tak bisa menjelaskan dan menceritakan apa yang saya alami,melihat mata bapak dan kesungguhan bapak insyaallah saya yakin pak."
walau berat mungkin itu yang saat ini harus Ara lakukan Ara mencoba membuang ego dan fikiran, trauma yang sat ini di rasankanya saat ini
" saya tak tau Ara apakah ini terbaik atau tidak tapi saya berjanji akan bertanggung jawab atasmu nanti dan tak akan saya lepaskan kecewakan kamu saya dapat melihat dengan jelas ketakutanmu pada suatu hubungan, akan saya buat itu hilang dari dirimu akan saya ciptakan kebahagiaan selalu saya janji ara".
membatin saga
__ADS_1