
dengan lantang dan satu tarikan napas saga dan Ara resmi menjadi suami istri, walau pun merek tak menginginkan pernikahan ini, tapi mereka harus bisa terima,
jodoh maut dan Rezki tak ada yang tau semuanya atas ke hendak Allah SWT
ingat yang baik buat kita tidak buat Allah
yang tidak baik bagi kita juga tidak bagi Allah.
manusia hanya bisa berencana tapi ingat semuan ketentuan hanya milik Allah SWT.
" acaranya sudah selesai semua warga yang berdatang bisa kembali ke rumahnya masing-masing"semua warga di bubarkan pak RT kini hanya tinggal saga Ara dan keluarga pak RT, kerna acaranya tadi di gelar di rumah pak RT.
" apa kalian mau bermalam di sini atau bagai mna"..? semua warga sudah tidak ada di sana pak RT bicara dengan saga dan Ara.
" tidak pak kami langsung pulang saja, sekali lagi saya dan istri mau minta maaf sebesar-besarnya pak atas ketidak nyamanan yang kami lakukan".
" tidak nak harusnya saya selaku RT di sini yang minta maaf atas yang warga saya lakukan, saya tau kalian tidak melakukan yang di tudah kan tadi,tapi apa boleh buat nak sulit untuk meyakinkan warga di sini kerna di desa kami ini pernah kejadian seperti yang mereka tuduhkan pada kalian, Hinga desa kami jadi imbasnya."..walau dengan berat hati pak RT harus mengambil langkah yang bisa di terima warganya, walau pun mereka tak melakukanya tetep sajak kebijakan seorang RT harus di pertaruhkan, walau keputusannya marugikan satu pihak.
__ADS_1
" tidak pak saya paham, menang sulit membuat keputusan, itu lah kita harus bisa memilih dan mengorbankan walau itu sangat berharga untuk kita." Ara yang mendengar tutur kata saga yang bijak jadi tertegun
sungguh calon imam idaman para kaum hawa saga mah
" yaudah pak kami permisi ingin pulang sekali lagi maaf dan terima kasih pak".saga dan Ara ingin pulang
" Iyah nak hati-hati di jalan".
mereka berdua meninggalkan tempat itu, saga sudah memberitahu dosen dan teman-teman Ara yang lain bahwa mereka berdua langsung pulang ke kota.
di dalam perjalanan menuju kota saga dan Ara tidak bicara hanya diam, keheningan setia menemani dua insan yang baru saja sah menjadi suami istri.
saga membuka obrolan memecah keheningan di antara mereka
" iya pak nanya apa...?"Tampa melihat sang lawan bicara Ara hanya melihat luar jendela".
"saya di sini Ara bukan di situ, bila bicara tatap lawan bicara mu".
__ADS_1
dengan lembut saga bicara kerna dia tidak mau membuat Ara merasa tersinggung nantinya.
" pertama tolong jangan panggil saya pak bila berdua dengan saya atau pun di luar kampus jangan panggil pak ya Ara".
" iya pa..... ehh emmm Ara bingung harus panggilnya apa".
"terserah kamu mau panggil nama mas atau Abang yang penting jangan sampai panggi pak".
" m..a.s ya m..as aja tidak apa-apakan". walau terbata-bata memanggil saga dengan sebutan mas, asli Ara gugup sekali harus panggil mas
saga yang senyum-senyum mendengar panggilan Ara ke padanya,mas ya itu satu kata yang mampu membuat seorang saga yang dingin cuek jadi terbang seakan melayang di udara.
dari pertama bertemu dengan Ara saga memang tertarik dengan kepribadian ara, sayang nya saga tidak tau rasa apa yang dia rasakan saat bertemu dengan Ara bahkan bertatap muka, saat itu, lain hal saat ini. saat Ara hilang di hutan dari situ lah saga merasa ada yang sakit di bagian dadanya ya bisa di bilang lebay si tapi itulah yang dia rasakan
cinta mungkin saat ini yang bisa dia tapsirkan untuk mengungkapkan rasakan itu.
keberuntungan ada di pihak saga saat tau rasa yang dia miliki, Allah memudahkan jalan cinta nya,
__ADS_1
Allah maha tau isi hati hambanya saat Allah berkehendak maka itulah yang akan terjadi.