Masa LaluKu PunyaKa

Masa LaluKu PunyaKa
tinggal bersama


__ADS_3

saga membawa Ara ke apartemen miliknya,sesampainya di sana saga menunjukkan kamar tidur mereka,kamar tidur ya merelakan sudah menikah jadi harus satu kamarnya


" sekarang kamu tinggal di sini dengan saya,kamar ini akan jadi kamar kita,yaudah kamu mandi dulu saya mau pesan makanan dulu untuk kita"saga memesan makanan lewan hp, dia juga tidak lupa membelikan baju yang akan di kenakan Ara untuk malam ini.


hanya anggukan yang Ara lakukan atas perkataan saga,ara tidak menyangka begitu cepat takdir mempertemukan dia seorang yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak,seakan baru kemaren luka dan masa lalu yang dia alami bahkan dia masih teruma dengan hubungan,namun kini iya sudah menjadi istri orang,Tampa hambatan tidak seperti dulu saat dia dengar mantannya.


" takdir apa yang engkau mainkan Tuhan kenapa saat luka ini belum murni hilang kau sudah mempertemukan aku dengan dia,bahkan aku tidak tau seperti apa orangnya kepribadiannya aku tidak tau tuhan, jika ini takdir yang harus aku jalani oke aku akan berusaha," mungkin hanya rintihan itu yang dapat ara lakukan untuk apa yang dia alami saat ini.


tok..tok..tok


ketokan pintu kamar mandi membuyarkan lamunan Ara


" ini baju kamu, buka dulu pintunya".baju yang saga pesan sudah sampe beriringan dengan makanan pesanannya tadi


berlahan-lahan pintu terbuka hanya tangan seorang wanita yang keluar


" sini mas bajunya".


saga yang melihat tangan putih polos itu seakan termenung dengan hayalan mungkin hanya dia dan Tuhan yang tahu.


" mas mana aku kedinginan bajunya" dengan suara yang sedikit tinggi tapi tidak terlalu tinggi ya masih sopan ku


sukses membuat saga salah tingkah dengan apa yang dia pikirkan tadi aneh-aneh aja baru lihat tangan langsung belng apa lagi lihat yang lain bisa-bisa mati berdiri tuh

__ADS_1


" ohh iya-iya ini" menyodorkan baju ketangan Ara"bila sudah kita makan di bawah ya saya tunggu"


melangkah meninggalkan pintu kamar mandi.


Ara mengambil bajunya setelah memakai baju Ara bergegas turun ke bawah tepatnya ruang makan di apartemen itu.


" sini kita makan".


" iya mas".


mereka berdua menyelesaikan makanan dengan hening hanya Sura Senduk dan garpu menemna keheningan itu


Ara rasa gerogi canggung di antara mereka


" aku di sini saja nunggu kamu".


Ara tak menghiraukan atau membalas perkataan saga dia sibuk membereskan tempat makan mencuci piring.


"sudah ".


"yaudah aku kita kekamar".


Ara seakan ngeri dengan ajakan saga ke kamar dia memang seorang istri, tapi dia belum siap untuk melakukan kewajibannya.entah lah takut atau memang belum siap hanya Ara yang tau

__ADS_1


" ayo kenapa bengong di situ kamu ga mau istirahat".


sampainya di dalam kamar Ara canggung harus tidur di mana mungkinkah tidur berdua dengan satu ranjang dengan laki-laki yang saat ini sah menjadi suaminya


"kamu tidur di sini" menepuk tempat tidur di sebelah kirinya


" kita satu ranjang mas" entah apa yang membuat Ara berseni mengatakan itu,entahlah pertanyaan ara seperti anak kecil yang tau tau harus berbuat apa-apa.


" iya ayo sini".saga sangat menikmati eksperimen are yang sangat lucu


" kamu tenang saja Ara aku tidak akan berbuat sesuatu yang akan mengecewakanmu aku tau hubungan kita hanya kesalahan pahaman tapi kamu harus tau Ara saya hanya mau menikah sekali seumur hidup sampai Allah yang menghendaki kita berpisah." mata dan kata-kata saga membuat Ara sedikitpun tidak ragu dengan pilihannya saat ini menikah dengan saga.


Ara merebahkan badannya di samping saga.


" mas maaf kan aku bila aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk mu" dengan memberanikan diri


" Ara lihat aku sekarang, kamu tau saat melihat mu aku tertarik dengan mu entah lah apa yang membuatku sampe tak bisa mengalihkan pikiranku tentangmu dan Allah menjawab pertanyaan ku dengan menikahi mu dengan ini aku akan lebih mudah mengenalmu, Ara aku tak tau apa masa laluku seperti apa luka di hatimu tapi saat ini aku suami mu dan kau istri ku aku menyukaimu memang kerna salah paham tapi aku tidak berpikir begitu bagiku ini takdir Allah Ra,.


" tapi mas aku takut tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu aku juga belum siap akan semua ini"


" Ra saya tau kau belum siap saat ini,tapi dengan berjalanya waktu kau akan bisa menerima semua ini,aku akan menunggu mu siap Ra aku tidak akan memaksa kehendak ku pada mu kecuali kau sendiri yang meminta dan mengizinkanya.udah kita tidur aja dulu besuk kamu ke kampus kan, nanti kita cerita lagi aku inggin kita mulai hubungan ini dengan saling percaya dan terbuka satu sama lain biar tidak ada kesalahpahaman nantinya, aku akan siap menerima dan mendengar apapun yang kamu katakan kamu bisa cerita apapun yang inggin kamu cerita dan tidak ingin kamu cerita. Ra saat ini hubungan ini hanya seratus tapi ku ingin memulainya dan menerima."


" terima kasih mas aku akan berusaha " Ara tak pernah merasakan sedamai dan senyaman ini dengan seorang pria.

__ADS_1


__ADS_2