
Jonathan masih memeluk pinggang karin posesif.
"Joo apa kita gak jadi pulang," ucap karin gugup karena daritadi jantungnya berdetak tak karuan saat joo memeluk pinggangnya posesif.
Jonathan melihat kearah karin Jonathan masih marah kenapa tadi karin mau saja diajak perkenalan oleh laki laki lain.
"Kenapa tadi mau aja di ajak kenalan," tanya Jonathan sambil menatap karin dengan kesal.
Karin yang ditatap seperti itu merasa takut dan gugup "Kan tadi ngajak kenalan masa aku tolak," jawab karin takut takut
"Harusnya nolak dong kalo ada cowok yang ngajak kenalan sama kamu," ucap Jonathan makin kesal
Karin tidak mengerti kenapa Jonathan harus marah karena dia berkenalan dengan laki laki toh dia juga gak punya pacar.
Jonathan mendekatkan tubuhnya ke telinga karin dan berbisik "Jangan deket deket sama cowok lain," ucap Jonathan berbisik ditelinga karin.
Karin merinding mendapatkan bisikan dari Jonathan membuat bulu kuduknya seketika merinding, karin menoleh kearah Jonathan dan ternyata wajah Jonathan dekat sekali dngan wajahnya hanya berjarak satu senti dengan wajahnya.
Jonathan melihat karin menengok kearahnya dan langsung bertemu dengan mata karin mereka berdua bertatapan Jonathan ingin sekali menciumnya karena menurutnya bibir karin sangat menggoda tapi dia menepis fikiran itu jauh jauh dan menjauhkan wajahnya dari wajah karin.
"Ayok kita pulang keburu sore," ajak Jonathan sambil menarik pinggangnya karin menuju parkiran dimana mobil Jonathan diparkir.
Karin mencoba menenangkan hatinya yang tak karuan daritadi jantungnya berdetak tak karuan.
"Kenapa sama jantung gue sih," ucap karin dalam hati"
Jonathan membuka pintu mobil dan menyuruh karin untuk masuk ke mobilnya karin menuruti saja dengan perintah Jonathan.
Jonathan melajukan mobilnya pergi meninggalkan parkiran sekolah.
Didalam mobil tidak ada yang berbicara karin memilih melihat keluar jendela dia masih bertanya tanya kenapa Jonathan melarang nya untuk berkenalan dengan laki laki lain "bisa bisa gue salah paham sama sikap posesifnya sama gue," gumam karin dalam hati.
__ADS_1
"Kamu mau makan dulu gak," tanya Jonathan memecah keheningan diantara mereka berdua.
Karin langsung nengok kearah Jonathan "boleh, mau makan apa" tanya karin
"Terserah kamu, kamu maunya makan apa." ucap Jonathan
"Aku mau makan baso," ucap karin
"Boleh, kamu mau makan baso dimana." tanya Jonathan
"Gimana kalo ditempat favorit aku," ucap karin
"Oke," ucap joo
Karin menunjukan arah jalan dimana baso favoritnya berada.
Sampailah mereka ditempat baso yang menjadi favorit Karin dan lisa sewaktu SMP Jonathan mengikuti karin dari belakang.
"Eehh neng karin, sama siapa kesini neng" ucap pedagang bakso kepada karin
Jonathan yang mendengar kata teman dari mulut karin merasa kesal " kayaknya gue harus cepet cepet jadiin dia jadi pacar gue," gumam Jonathan dalam hati
"Kirain sama pacar neng, kemana neng lisa gak ikut " ucap pedagang bakso lagi
"Dia udah duluan pulang mang " ucap karin
"mang baso nya dua yah gak pake toge," ucap karin lagi.
"siap neng, silahkan duduk dulu," ucap pedagang bakso nya
"Kamu tau darimana aku gak suka toge," ucap Jonathan tiba tiba
__ADS_1
"Emmh aku cuma nebak aja," kata karin
Tak lama baso yang mereka pesen pun datang.
Jonathan memakan baso nya, "ternyata enak walaupun dagangnya di pinggir jalan pun," gumam joo dalam hati
"Gimana joo," ucap karin pada Jonathan
"Enak," ucap Jonathan jujur
"Kamu sering makan disini??tanya Jonathan
"Iyah,waktu SMP kita sering makan disini." jawab karin
"Ooh," ucap Jonathan
Merekapun melanjutkan makannya tanpa bicara lagii.
Setelah selesai makan bakso Jonathan mengantar karin kerumahnya.
"Gak mau mampir dulu?? tanya karin setelah dia turun dari mobil.
"Lain kali aja, aku pulang dulu yah," ucap Jonathan
"Hati hati," ucap karin tersenyum manis
Jonathan pun gemas dan langsung mencium pipi karin.
Karin merasa tak percaya Jonathan menciumnya tiba tiba.
"Dahh aku pulang dulu yah," ucap Jonathan sambil melajukan mobilnya.
__ADS_1
Karin hanya tersenyum gugup menanggapi ucapan Jonathan.
"Lucu banget," ucap joo sambil tersenyum.